Viral Penampakan Usus Bengkak karena Penuh Gas, Penyakit Apa?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 06 November 2019 | 17:45 WIB
Viral Penampakan Usus Bengkak karena Penuh Gas, Penyakit Apa?
Ilustrasi usus (shutterstock)

Suara.com - Postingan tentang usus besar atau bengkak sedang viral di media sosial Twitter. Penampakan usus besar itu diunggah oleh dr. Gia Pratama melalui akun Twitternya @GiaPratamaMD.

Dokter Gia menjelaskan bahwa foto itu adalah usus besar yang dipenuhi oleh gas. Kondisi ini terjadi karena usus terpuntir di segmen descenden sehingga penderitanya tidak bisa buang angin atau kentut.

"Ini adalah usus besar yang penuh dengan gas, karena terpuntir di segmen descenden, dalam sebuah kondisi yang disebut volvulus. Ga usah menunggu kaya, bisa kentut lega setiap hari tanpa hambatan sudah merupakan kenikmatan yang pantas kita syukuri," tulis dr. Gia Pratama di Twitter.

Melalui unggahan tersebut, dr. Gia Pratama menegaskan bahwa menahan kentut sangat tidak baik. Tetapi, penyebab kondisi ini bukan karena penderita tidak bisa kentut, melainkan volvulus yang membuat orang susah kentut.

Usus bengkak karena volvulus yang menyebabkan tidak bisa kentut (Twitter/@GiaPratamaMD)
Usus bengkak karena volvulus yang menyebabkan tidak bisa kentut (Twitter/@GiaPratamaMD)

Melansir dari Medical News Today, volvulus terjadi ketika bagian dari usus besar atau kecil melilit abnormal. Kondisi ini menyebabkan usus tersumbat lalu berdampak pada suplai darah ke area usus hingga komplikasi parah.

Karena itu, volvulus membutuhkan penanganan medis cepat. Jika tidak, bagian usus yang tidak menerima cukup darah akan mati. Pada orang dewasa volvulus biasanya terjadi di usus besar dan usus kecil bagi penderita anak-anak.

Pada bayi, volvulus usus halus lebih sering terjadi karena malrotasi. Kondisi ini terjadi ketika usus menetap di tempat yang salah sehingga menyebabkan usus melilit atau tersumbat.

Penyebab volvulus pada orang dewasa bisa meliputi antara lain:

  • Usus besar yang membesar
  • Perut yang timbul setelah operasi, cedera atau infeksi
  • Penyakit usus besar, seperti hirschsprung
  • Usus besar yang tidak menempel di dinding perut
  • Koneksi sempit di pangkal usus besar
  • Sembelit kronis
  • Kehamilan

Adapun faktor lain yang menyebabkan seseorang berisiko mengalami volvulus, yakni berjenis kelamin pria, berusia lebih dari 60 tahun dan tinggal di panti jompo atau fasilitas perawatan jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Abaikan, 5 Jenis Kentut Bisa Deteksi Kondisi Kesehatan Diri Sendiri!

Jangan Abaikan, 5 Jenis Kentut Bisa Deteksi Kondisi Kesehatan Diri Sendiri!

Health | Rabu, 31 Juli 2019 | 15:45 WIB

Bersin hingga Buang Angin, 4 Hal Ini Tak Boleh Ditahan

Bersin hingga Buang Angin, 4 Hal Ini Tak Boleh Ditahan

Health | Selasa, 30 Juli 2019 | 14:10 WIB

Remaja Jepang Kembangkan Celana Dalam Anti Kentut

Remaja Jepang Kembangkan Celana Dalam Anti Kentut

Lifestyle | Jum'at, 19 Juli 2019 | 19:45 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB