Viral Usus Bengkak karena Penuh Gas, Ketahui Gejala dan Komplikasi Volvulus

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 07 November 2019 | 09:55 WIB
Viral Usus Bengkak karena Penuh Gas, Ketahui Gejala dan Komplikasi Volvulus
Ilustrasi usus, organ dalam tubuh (Pixabay/Elionas2)

Suara.com - Viral Usus Bengkak karena Penuh Gas, Ketahui Gejala dan Komplikasi Volvulus

Penampakan usus bengkak karena penuh gas tengah viral di media sosial Twitter setelah diunggah oleh dr. Gia Pratama di akunnya.

Sang dokter menjelaskan pembengkakan usus itu disebabkan oleh penyakit volvulus.

Penyakit itu terjadi karena usus terpuntir sehingga penderitanya kesulitan buang angin atau kentut. Angin atau gas yang menumpuk itulah membuat usus membengkak.

"Ini adalah usus besar yang penuh dengan gas, karena terpuntir di segmen descenden, dalam sebuah kondisi yang disebut volvulus. Ga usah menunggu kaya, bisa kentut lega setiap hari tanpa hambatan sudah merupakan kenikmatan yang pantas kita syukuri," tulis dr. Gia Pratama di Twitter.

Volvulus termasuk keadaan darurat medis yang membutuhkan perawatan dan tindakan bedah segera. Jika tidak, bagian usus yang terpuntir dan tidak menerima cukup darah bisa mati.

Penyakit ini bisa menyerang anak-anak maupun orang dewasa. Pada anak-anak, volvulus biasa terjadi di usus kecil, sedangkan orang dewasa biasanya usus besar.

Usus bengkak karena volvulus yang menyebabkan tidak bisa kentut (Twitter/@GiaPratamaMD)
Usus bengkak karena volvulus yang menyebabkan tidak bisa kentut (Twitter/@GiaPratamaMD)

Melansir dari Medical News Today, gejala volvulus sendiri muncul secara tiba-tiba dan bisa sangat parah seiring berjalannya waktu. Jadi, penderita harus dilarikan ke ruang gawat darurat untuk mendapat penanganan secepat mungkin. Adapun gejala volvulus meliputi:

  1. Sakit atau nyeri perut
  2. Muntah hijau
  3. Mual
  4. Perut buncit
  5. Tinja berdarah
  6. Sembelit
  7. Syok
Ilustrasi sakit perut. (Shutterstock)

Khusus bayi, gejala volvulus bisa berupa mereka yang tiba-tiba menangis, gerakan kaki seolah kesakitan, kelesuan, detak jantung, dan pernapasannya cepat.

Volvulus harus mendapat penanganan medis cepat karena bisa menimbulkan sejumlah risiko komplikasi seperti infeksi parah pada darah, gangguan malabsorpsi (sindrom usus pendek) dan infeksi perut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Abaikan, 5 Jenis Kentut Bisa Deteksi Kondisi Kesehatan Diri Sendiri!

Jangan Abaikan, 5 Jenis Kentut Bisa Deteksi Kondisi Kesehatan Diri Sendiri!

Health | Rabu, 31 Juli 2019 | 15:45 WIB

Ya Ampun, Taylor Swift Ketahuan Buang Angin di Acara MTV Live?

Ya Ampun, Taylor Swift Ketahuan Buang Angin di Acara MTV Live?

Your Say | Kamis, 10 Januari 2019 | 15:30 WIB

Duh, Kawat Gigi Tertinggal di Usus Perempuan Ini selama 10 Tahun

Duh, Kawat Gigi Tertinggal di Usus Perempuan Ini selama 10 Tahun

Health | Kamis, 10 Agustus 2017 | 10:04 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB