Jarang Bercinta, Ini 9 Masalah Kesehatan yang Bisa Terjadi Pada Anda

M. Reza Sulaiman | Dinda Rachmawati | Suara.com

Jum'at, 08 November 2019 | 21:05 WIB
Jarang Bercinta, Ini 9 Masalah Kesehatan yang Bisa Terjadi Pada Anda
Ilustrasi pasangan bercinta. (Shutterstock)

Suara.com - Jarang Bercinta, Ini 9 Masalah Kesehatan yang Bisa Terjadi Pada Anda

Seks atau becinta bagi banyak orang adalah salah satu kebutuhan dasar yang harus terpenuhi, seperti makan dan minum. Bukan hanya sekedar rekreasi untuk menghilangkan penat, seks juga ada hubungannya kesehatan lho.

Dilansir dari Daily Star, seks bisa meningkatkan kondisi kesehatan seseorang dan memiliki manfaat positif pada sistem kekebalan tubuh. Sebaliknya, kurangnya hubungan seks bisa memiliki dampak serius pada kesehatan.

Berikut adalah 9 masalah yang terjadi pada tubuh, yang bisa terjadi ketika Anda tidak memiliki cukup seks:

1. Pertumbuhan otak lambat

Memiliki lebih banyak seks sebenarnya dapat membuat Anda lebih pintar saat bertambah usia.

ilustrasi pelupa. (shutterstock)
ilustrasi pelupa. (shutterstock)

Dua studi yang dilakukan oleh Oxford dan Coventry Universuty, menemukan bahwa orang yang melakukan seks lebih sering mendapat skor lebih tinggi pada tes. Studi lain, yang dilakukan pada tikus, menemukan bahwa seks teratur menghasilkan sel-sel otak baru setelah hubungan intim.

2. Anda akan sulit terstimulasi

Tubuh perempuan akan bereaksi negatif terhadap seks, jika mereka jarang mendapatkan aktivitas ini. Selain hilangnya pelumasan alami, tidak melakukan seks untuk jangka waktu yang lama bisa menyebabkan Anda sulit merasa terangsang atau mencapai orgasme.

3. Lebih banyak stres

Saat Anda merasa stres, baik di tempat kerja atau masalah lainnya yang membuat Anda tertekan, seks bisa menghilangkan ketegangan itu.

ilustrasi stres. (Shutterstock)
ilustrasi stres. (Shutterstock)

Sebuah studi penting tahun 2005 yang diterbitkan dalam jurnal Biological Psychology menyarankan seks jauh lebih efektif daripada masturbasi. Seks meningkatkan kadar endorfin dan hormon oksitosin yang diproduksi oleh otak yang dapat mengurangi efek kortisol, hormon penyebab stres.

4. Lebih sulit untuk ereksi

Sama seperti perempuan, kehidupan seks lelaki juga akan rusak jika mereka jarang melakukan seks. Sebuah penelitian di Amerika pada tahun 2008 menunjukkan bahwa lelaki yang jarang melakukan seks akan mengalami disfungsi ereksi dibandingkan mereka yang melakukan seks lebih teratur.

Ingin tahu apa lagi masalah kesehatan yang bisa muncul karena jarang bercinta? Simak di halaman selanjutnya ya!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Istri Pekerja Seks Hamil 8 Bulan, Suami Tahu Pelanggan yang Biasa Dilayani

Istri Pekerja Seks Hamil 8 Bulan, Suami Tahu Pelanggan yang Biasa Dilayani

Jawa Tengah | Jum'at, 08 November 2019 | 15:25 WIB

3 Cara Mudah untuk Hidupkan Gelora Bercinta bersama Pasangan

3 Cara Mudah untuk Hidupkan Gelora Bercinta bersama Pasangan

Lifestyle | Rabu, 06 November 2019 | 21:30 WIB

Kanker Mulut di Inggris Naik 2 Kali Lipat, Oral Seks Salah Satu Penyebab

Kanker Mulut di Inggris Naik 2 Kali Lipat, Oral Seks Salah Satu Penyebab

Health | Selasa, 05 November 2019 | 13:15 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB