Wajib, Penderita TBC Perlu Pakai Masker untuk Memutus Tingkat Penularan

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 13 November 2019 | 16:32 WIB
Wajib, Penderita TBC Perlu Pakai Masker untuk Memutus Tingkat Penularan
Ilustrasi tuberculosis (Shutterstocks)

Suara.com - Salah satu penyakit infeksi yang mudah menular, TBC atau tuberculosis, disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis yang mudah ditularkan melalui udara.

Berdasarkan Tuberculosis Facts, saat penderita batuk atau bersin, tetesan yang mengandung bakteri dapat dilepaskan ke udara. Inilah pentingnya penggunaan masker bagi pencerita TBC.

Melansir Eurekalert.org, masker wajah yang dikenakan oleh penderita TBC kemungkinan dapat secara signifikan memutus tingkat penularan kepada pasien yang tidak terinfeksi.

Hal ini disebutkan dalam penelitian oleh AS dan Afrika Selatan pada 2011 silam.

Penelitian ini dilakukan di fasilitas penelitian infeksi udara khusus di Afrika Selatan, yang dirancang untuk memungkinkan studi metode untuk mengendalikan penyebaran TBC.

Destruction of tuberculosis bacteria, 3D illustration. Conceptual image for tuberculosis treatment
Destruction of tuberculosis bacteria, 3D illustration. Conceptual image for tuberculosis treatment (Shuterstock)

"Kami menemukan ketika pasien infeksi dengan TB-MDR memakai masker wajah saat mereka dirawat di rumah sakit, masker wajah membantu mengurangi penularan TB hingga 50% dibandingkan ketika pasien tidak memakai masker wajah," kata Ashwin Dharmadhikari, MD, dokter ahli di Harvard Medical School's Brigham & Women's Hospital.

Ia menambahkan, penggunaan masker dapat memotong penularan menjadi lebih rendah.

Masker, katanya, dapat mewakili pengurangan penularan TBC di daerah dengan sumber daya terbatas dan infeksi TBC yang luas.

"Ini sangat penting ketika seseorang berpikir tentang pentingnya melindungi petugas kesehatan dan pasien lain dari penularan TBC, ketika orang yang rentan ini mungkin berada di ruangan yang sama dengan pasien TBC," sambungnya.

Katanya, ini adalah metode mudah yang dapat diaplikasikan dalam pengendalian TBC.

"Penting untuk diingat, masker harus dipandang sebagai bagian dari program pengendalian infeksi TB komprehensif yang juga mencakup diagnosis tepat waktu pasien TB dan memulai pengobatan yang efektif," catat Dharmadhikari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada Penyakit Infeksi di Musim Pancaroba, Ini Cara Mencegahnya

Waspada Penyakit Infeksi di Musim Pancaroba, Ini Cara Mencegahnya

Health | Jum'at, 08 November 2019 | 17:20 WIB

4 Penyakit Ini Rentan Menyerang Saat Musim Pancaroba, Waspada Ya!

4 Penyakit Ini Rentan Menyerang Saat Musim Pancaroba, Waspada Ya!

Health | Jum'at, 08 November 2019 | 15:54 WIB

Jangan Tunggu Parah, Kenali 7 Gejala Awal Infeksi Saluran Kemih

Jangan Tunggu Parah, Kenali 7 Gejala Awal Infeksi Saluran Kemih

Health | Kamis, 10 Oktober 2019 | 12:55 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB