Benarkah Jus Anggur Dapat Cegah atau Atasi Flu Perut? Ini Faktanya!

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah | Suara.com

Kamis, 14 November 2019 | 07:05 WIB
Benarkah Jus Anggur Dapat Cegah atau Atasi Flu Perut? Ini Faktanya!
Ilustrasi flu perut (Shutterstock)

Suara.com - Flu perut atau gastroenteritis umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri norovirus yang menyebabkan peradangan usus.

Gejalanya dimulai dengan tubuh menggigil, demam, dan mual yang akan berubah menjadi muntah, diare, dan sakit parah.

Salah satu ramuan yang selama ini diyakini dapat meredakan infeksi ini adalah mengonsumsi jus anggur.

Sebab, jus anggur dinilai dapat mengubah kadar pH di perut dan mencegah norovirus berkembang biak. Jus anggur juga diketahui sebagai antivirus dan antioksidan sehingga bisa melawan atau membunuh virus.

Tetapi, melansir Mens Health, para ahli justru mengatakan belum ada bukti tentang pengobatan ini.

Berdasarkan keterangan Kellogg J. Schwab, Ph.D., profesor di Johns Hopkins University Bloomberg School of Public Health, tidak ada bukti konklusif bahwa jus anggur dapat mencegah atau melawan norovirus.

Ilustrasi jus anggur (Pixabay)
Ilustrasi jus anggur (Pixabay)

"Keseimbangan pH di perut berubah setiap saat, tergantung pada apa yang Anda makan atau minum atau waktu dalam hari itu. Ketika Anda minum sesuatu yang bersifat asam, itu mungkin menurunkan pH di perut, tetapi itu hanya sementara," jelas Amber Tully, MD, seorang dokter keluarga di Cleveland Clinic.

Ia menambahkan, sebenarnya norovirus juga berkembang biak di usus yang secara alami memiliki pH lebih netral.

Perlu juga disebutkan bahwa tidak semua orang rentan terhadap 150 jenis norovirus.

"Itu berarti mungkin ada alasan lain (selain minum jus anggur) saat Anda tidak terkena infeksi tetapi semua orang di sekitar Anda terinfeksi," kata Dr. Schwab.

Jadi, untuk mencegahnya, para pakar telah merekomendasikan hal lain.

Ilustrasi cuci tangan. (Shutterstock)
Ilustrasi cuci tangan. (Shutterstock)

Dr. Schwab mengatakan, norovirus menyebar ketika Anda melakukan kontak langsung dengan seseorang yang sakit, makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh virus, atau menyentuh permukaan dengan virus di atasnya.

"Itulah sebabnya mencuci tangan adalah satu-satunya hal terpenting yang dapat Anda lakukan untuk melindungi kesehatan Anda dan kesehatan orang-orang di sekitarnya," tambahnya.

Mencuci tangan dengan sabun tidak akan membunuh virus, tetapi setidaknya akan menghilangkannya dari tangan Anda.

Alih-alih mengonsumsi jus anggur, pakar merekomendasikan untuk mengonsumsi teh, jahe atau kaldu. Jangan lupa untuk tetap terhidrasi dengan konsumsi cukup air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wajib, Penderita TBC Perlu Pakai Masker untuk Memutus Tingkat Penularan

Wajib, Penderita TBC Perlu Pakai Masker untuk Memutus Tingkat Penularan

Health | Rabu, 13 November 2019 | 16:32 WIB

Virus Flu Banyak Ditemukan di Dalam Rumah, Begini Cara Membasminya

Virus Flu Banyak Ditemukan di Dalam Rumah, Begini Cara Membasminya

Health | Selasa, 12 November 2019 | 10:37 WIB

Banyak Orangtua Keliru, Ini 5 Mitos Seputar Vaksin Flu

Banyak Orangtua Keliru, Ini 5 Mitos Seputar Vaksin Flu

Health | Senin, 11 November 2019 | 16:01 WIB

Waspada Penyakit Infeksi di Musim Pancaroba, Ini Cara Mencegahnya

Waspada Penyakit Infeksi di Musim Pancaroba, Ini Cara Mencegahnya

Health | Jum'at, 08 November 2019 | 17:20 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB