Kemenkes Serius Bangun Ekosistem E-Health Lewat SehatPedia 2.0

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 14 November 2019 | 07:05 WIB
Kemenkes Serius Bangun Ekosistem E-Health Lewat SehatPedia 2.0
Peluncuran Aplikasi SehatPedia 2.0 oleh Kemenkes. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Suara.com - Keberhasilan unicorn dan unit pelaksana tugas (UPT) di bidang kesehatan membuat Kementerian Kesehatan menggelar Parade Inovasi Bidang Kesehatan 2019. Ada 92 inovasi yang dipamerkan, salah satunya peluncuran Aplikasi SehatPedia 2.0 oleh Kemenkes.

“Saya berharap inovasi-inovasi yang telah dikembangkan mampu membangun ekosistem integrasi yang baik yang mampu meningkatkan kinerja, efisiensi dan efektifitas dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan dapat benar-benar diimplementasikan dengan baik,” ujar Menkes Letjen TNI (Pur.) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad(K) di Kemenkes RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (13/11/2019).

Aplikasi ini merupakan pengembangan dari aplikasi sebelumnya, yang berubah menjadi 8 fitur seperti health chat, health article, healthcare, live fit, E-Policy, E-Magz, E-Journal, dan Medical ID.

S

Peluncuran Aplikasi SehatPedia 2.0. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Peluncuran Aplikasi SehatPedia 2.0. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

ementara itu, dari inovasi yang ada dilakukan dalam bidang pelayanan publik, kesehatan dan tata kelola yang diusulkan oleh 34 UPT Ditjen Pelayanan Kesehatan dan 14 RS di daerah. Inovasi ini diprediksi bisa membangun integrasi agar pelayanan lebih efektif dan efisien serta tidak bertele-tele.

“Layanan kesehatan online dan sistem pendukung kinerja dan manajemen fasilitas pelayanan kesehatan dirasa sangat perlu untuk berbenah dengan memaksimalkan teknologi IT guna mencapai efektifitas dan efisiensi sumber daya,” tutur Menkes Terawan.

Menurutnya, konsep e-health dikembangkan dengan basis IT, kerjasama swasta dan lembaga profit, serta bisa menjangkau masyarakat dalam mengakses informasi kesehatan publik, seperti rumah sakit, ketersediaan dokter, ruang rawat inap, obat, atau bahkan jadwal periksa dokter ahli.

"Unicorn seperti ini, Kemenkes ingin membantu lewat Sehatpedia, otomatis akan memfasilitasi masyarakat yang ingin menggunakan layanan unicorn berbasis e health ini. Menurut saya merupakan peluang yang sangat terbuka, saya ingin lihat yang di pedesaan, e-health tidak membawa dokter saja tapi logistik juga," ungkapnya.

"Drone sekarang sudah hebat, angkut 4 kilogram, darah, vaksin bisa dikirim. Dan saya kira dengan teknologi GPS modalnya murah hanya listrik, drone di charger listrik, teknologi semakin bisa menjari alternatif masyarakat yang tidak terjangkau," tutupnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Kemenkes Sulit Melarang Peredaran Vape?

Kenapa Kemenkes Sulit Melarang Peredaran Vape?

Health | Senin, 11 November 2019 | 21:30 WIB

Hari Kesehatan Nasional, Wujudkan Indonesia Unggul Lewat Generasi Sehat

Hari Kesehatan Nasional, Wujudkan Indonesia Unggul Lewat Generasi Sehat

Health | Kamis, 07 November 2019 | 14:02 WIB

Kemenkes Pastikan Dokter Spesialis di Pelosok Mendapat Fasilitas yang Layak

Kemenkes Pastikan Dokter Spesialis di Pelosok Mendapat Fasilitas yang Layak

Health | Rabu, 06 November 2019 | 11:13 WIB

Terkini

BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan, KPP Capai Rp12 Triliun hingga September 2026

BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan, KPP Capai Rp12 Triliun hingga September 2026

Malang | Jum'at, 18 September 2026 | 18:04 WIB

Menhub Copot Dirjen Perhubungan Laut, Imbas Kecelakaan Kapan Beruntun?

Menhub Copot Dirjen Perhubungan Laut, Imbas Kecelakaan Kapan Beruntun?

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 18:04 WIB

Akselerasi Pembiayaan Perumahan, BRI Catat Penyaluran KPP Rp12 Triliun

Akselerasi Pembiayaan Perumahan, BRI Catat Penyaluran KPP Rp12 Triliun

Lampung | Jum'at, 18 September 2026 | 18:03 WIB

BRI Dorong Ekosistem Perumahan, Salurkan KPP Rp427,5 Miliar kepada 1.619 Debitur

BRI Dorong Ekosistem Perumahan, Salurkan KPP Rp427,5 Miliar kepada 1.619 Debitur

Bekaci | Jum'at, 18 September 2026 | 18:01 WIB

Penyebab Rupiah Merosot Tipis ke Level Rp17.758

Penyebab Rupiah Merosot Tipis ke Level Rp17.758

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 18:00 WIB

Film Crayon Shin-chan ke-33 jadi Film Terlaris Sepanjang Waralaba Ini

Film Crayon Shin-chan ke-33 jadi Film Terlaris Sepanjang Waralaba Ini

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 18:00 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan Perumahan, KPP Rp427,5 Miliar Disalurkan

BRI Perluas Akses Pembiayaan Perumahan, KPP Rp427,5 Miliar Disalurkan

Bogor | Jum'at, 18 September 2026 | 17:59 WIB

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan KPP Rp427,5 Miliar di Jakarta

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan KPP Rp427,5 Miliar di Jakarta

Surakarta | Jum'at, 18 September 2026 | 17:56 WIB

Perkuat Akses Hunian, BRI Salurkan KPP Rp427,5 Miliar kepada 1.619 Debitur

Perkuat Akses Hunian, BRI Salurkan KPP Rp427,5 Miliar kepada 1.619 Debitur

Sulsel | Jum'at, 18 September 2026 | 17:54 WIB

BRI Dorong Akses Hunian, Perkuat Sinergi Ekosistem Perumahan di Jakarta

BRI Dorong Akses Hunian, Perkuat Sinergi Ekosistem Perumahan di Jakarta

Sumbar | Jum'at, 18 September 2026 | 17:52 WIB

×