Alami Ruam di Telapak Tangan, Ternyata Wanita Ini Derita Kanker Langka

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 19 November 2019 | 14:19 WIB
Alami Ruam di Telapak Tangan, Ternyata Wanita Ini Derita Kanker Langka
Ilustrasi wanita menderita ruam telapak tangan. [Shutterstock]

Suara.com - Seorang wanita 73 tahun asal Brasil menderita ruam aneh di telapak tangannya yang ternyata tanda peringatan kanker langka.

Mulanya, wanita lansia itu mengunjungi dokter setelah bekas lukanya pecah dan terasa gatal di telapak tangan. Ia mengatakan bahwa ruam di telapak tanggannya mulai muncul sekitar 9 bulan lalu.

Bahkan ia juga mengalami penurunan berat badan hingga 5 kg dalam empat bulan terakhir. Dokter lantas melakukan pemeriksaan fisik mengenai ruam di telapak tangan wanita tersebut.

Paramedis yang menangani wanita lansia ini pun menuliskan hasil pemeriksaan mereka dalam New England Journal of Medicine. Mereka mengatakan pemeriksaan fisik menunjukkan jelas garis tanggannya dan permukaan palmaris.

Dokter mengatakan ruam telapak tangganya biasa disebut telapak tangan babat. Kondisi ini erat kaitannya dengan kanker, terutama kanker paru-paru dan lambung.

Ilustrasi ruam telapak tangan (shutterstock)
Ilustrasi ruam telapak tangan (shutterstock)

Jadi, mereka memutuskan untuk melakukan CT scan pada wanita tersebut. Ternyata wanita tersebut juga seorang perokok berat dengan gejala batuk terus-menerus.

Hasilnya mengungkapkan bahwa ada kelainan di paru-parunya dan biopsi yang menunjukkan ia menderita kanker adenokarsinoma. Sehingga ia pun harus menjalani pengobatan kemoterapi dan radioterapi.

Sayangnya, kondisi kankernya semakin memburuk 6 bulan setelah pertama kali didiagnosis dokter. Setelah kemoterapi putaran kedua, dokter juga tidak bisa mengungkapkan hasilnya.

"Lesi-lesi palem pada tangan dapat sembuh dengan pengobatan kanker yang mendasarinya. Namun, lesi pada pasien tidak menurun dengan kemoterapi atau salep," tulis para dokter.

baca juga
Ilustrasi tangan digigit. (Pixabay/Hans)
Ilustrasi kulit tangan. (Pixabay/Hans)

Perlu diketahui telapak tangan babat adalah suatu kondisi kulit langka. Kondisi ini ditandai dengan permukaan kulit di tangan menebal dan menyerupai lapisan perut sapi, domba, babi yang dikenal sebagai babat.

Sekitar 95 persen kasus dikaitkan dengan kanker dan telapak tangan babat biasanya terjadi sebelum diganosis dibuat.

Penyebabnya tidak bisa dipahami dengan jelas tetapi diperkirakan bahwa kanker dapat merangsang sel-sel kulit palmar untuk berkembang biak.Tidak ada pengobatan khusus tetapi sekitar 30 persen dari kasus diselesaikan setelah kanker yang mendasarinya diobati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pegangan Tangan Bisa Bantu Mengurangi Rasa Sakit, Ini Sebabnya

Pegangan Tangan Bisa Bantu Mengurangi Rasa Sakit, Ini Sebabnya

Health | Sabtu, 02 November 2019 | 08:37 WIB

Waspada, Kulit Gatal Tanpa Ruam Mungkin Gejala 5 Penyakit Kronis

Waspada, Kulit Gatal Tanpa Ruam Mungkin Gejala 5 Penyakit Kronis

Health | Sabtu, 26 Oktober 2019 | 11:15 WIB

Bibir Pecah-Pecah? Bisa Jadi Anda Kekurangan Vitamin B6

Bibir Pecah-Pecah? Bisa Jadi Anda Kekurangan Vitamin B6

Health | Kamis, 03 Oktober 2019 | 14:15 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×