Ruam Merah atau Dermatitis Atopik dan Asma pada Bayi Ternyata Terkait

Ade Indra Kusuma | Risna Halidi
Ruam Merah atau Dermatitis Atopik dan Asma pada Bayi Ternyata Terkait
Ruam Merah atau Dermatitis Atopik dan Asma pada Bayi Ternyata Terkait [shutterstock]

Dermatitis atopik terkait dengan masalah pernafasan seperti asma. Berikut penjelasan pakar.

Suara.com - Ruam Merah atau Dermatitis Atopik dan Asma pada Bayi Ternyata Terkait

Dermatitis Atopik atau yang dikenal masyarakat sebagai eksim susu merupakan penyakit kulit yang paling sering terjadi pada bayi dan anak. 

Bentuknya biasanya sangat beragam mulai dari bintik-bintik merah dan gatal, kemudian menjadi kering dan bersisik hingga menyebabkan luka-luka atau menebal dan menjadi hitam.

Beberapa daerah yang terkena adalah kedua pipi, lekuk siku dan lekuk lutut.

Meski belum diketahui dengan jelas penyebab atopik atau dermatitis atopik, namun dr. Anna Juniawati mengatakan dalam beberapa kasus, dermatitis atopik terkait dengan masalah pernafasan seperti asma.

"Anak alergi bukan hanya dari kulit tapi juga pernafasan. Asma dan dermatitis atopik saling berhubungan. Jadi kalau anak asma, dia bisa (memengaruhi) ke kulit. itu istilahnya skin asthma," kata Anna dalam acara Erha Menjadi Pilihan Ibu Indonesia untuk Solusi Kulit Atopik pada Bayi dan Anak di Jakarta, Selasa, (19/11/2019).

Untuk itu orangtua perlu berhati-hati dalam memilih wewangian bagi si buah hati. Salah satunya mengenai penggunaan deterjen.

Jika ingin memberi anak wewangian, pastikan untuk memberi wewangian yang diperuntukkan bagi anak-anak.

"Boleh wangi tapi wanginya jangan dari deterjen. Bisa dari kolon bayi yang ringan-ringan, boleh diolesi sedikit tapi jangan di kulit tapi ke bajunya saja,"

Jika anak mengalami sesak nafas atau nampak tubuhnya terganggu, jangan dilanjutkan pemberian wewangian tersebut.

Penyebab Alergi Kulit Pada Anak dan Cara Menghindarinya

ruam gatal pada anak [shutterstock]
ruam gatal pada anak [shutterstock]

Selain alergi wewangian, alergi makanan (susu sapi, telur ayam, ikan laut, kacang-kacang dll) serta debu, serbuk sari dan binatang juga bisa menyebabkan masalah kulit atopik.

Penting bagi orangtua untuk dapat mengidentifikasi dan menyingkirkan faktor pemberat dan pemicu siklus gatal-garuk. Apalagi masalah dermatitis atopik belum dapat disembuhkan dan satu-satunya cara adalah memantau agar kasus tidak semakin parah.

Oleh karena itu, kata dr. Anna, menghindari iritan dan faktor pencetus adalah hal yang paling bijak. Selain itu, ia juga mengimbau penggunaan pelembap yang mengandung lipid penyusun skin barrier seperti ceramide, cholesterol, dan fatty acid. "Kandungan tersebut dapat menyusun kembali struktur pelindung sementara pada kulit dan dapat merangsang tingkat produksi ceramide dengan sendirinya," tambah dr. Anna.

Salah satu adalah Skin Barrier Body Moisturizer dari Erha yang diformulasikan khusus untuk kulit sensitif dan dermatitis atopik yang mengandung bahan-bahan antiinflamasi dna antioksidan. 

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS