Peneliti Ungkap Kolesterol Tinggi pada Bayi Baru Lahir Pengaruhi Psikologi

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 19 November 2019 | 16:39 WIB
Peneliti Ungkap Kolesterol Tinggi pada Bayi Baru Lahir Pengaruhi Psikologi
Ilustrasi bayi baru lahir (shutterstock)

Suara.com - Jumlah kolesterol baik dan buruk dalam darah bayi saat lahir ternyata dapat memprediksi perkembangan psikologis mereka saat balita.

Dilansir dari Newsweek.com, sebuah studi yang dipublikasikan dalam Psychological Science oleh peneliti Dr. Erika M. Manczak dari University of Denver dan Dr Ian Gotlib dari Standford University telah meneliti hubungan antara dua hal tersebut.

Mereka menganalisis 1.369 anak-anak Inggris yang masuk kelompok kelahiran Born in Bradford. Mereka melakukan penelitian dari hasil tes darah yang diambil saat bayi lahir.

Peneliti mengukur jumlah kolesterol dan trigliserida dalam darah. Mereka merujuk referensi tes darah ini dengan data yang diperoleh dari wawancara dengan guru ketika anak berusia 4-5 tahun.

Para guru diminta menilai perkembangan psikologis anak, meliputi kepercayaan diri, kontrol emosi dan hubungan interpersonal mereka.

Ilustrasi kadar kolesterol (shuttstrock)
Ilustrasi kadar kolesterol (shuttstrock)

Hasilnya, muncul korelasi antara jumlah kolesterol baik dan buruk dalam profil lipid anak-anak saat lahir serta perkembangan psikologis mereka selanjutnya.

Anak-anak yang menunjukkan tingkat kolesterol baik (HDL) yang tinggi dipercaya dapat menghilangkan lemak dari dinding arteri. Mereka juga lebih mungkin kompeten secara psikologis oleh guru mereka.

Sedangkan anak-anak yang memiliki tingkat kolesterol buruk (LDL) tinggi, lebih mungkin mengalami masalah dalam perkembangannya.

Hasil ini tidak dipengaruhi oleh latar belakang, ras dan etnis. Di sisi lain, peneliti mengakui bahwa temuan ini tidak konklusif.

Karena, masih butuh lebih banyak penelitian untuk memastikan bahwa kolesterol saat lahir memengaruhi kesehatan psikologis seseorang.

"Jika hal ini direplikasi dalam penelitian lain. Hal itu akan menunjukkan bahwa kadar kolesterol dalam darah bayi memainkan peran penting untuk mengidentifikasi masalah psikologi anak-anak nantinya. Bahkan membantu penyedia layanan kesehatan melakukan intervensi lebih awal," jelas Manczak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ingin Turunkan Kadar Kolesterol Jahat? Konsumsi 5 Buah-buahan Ini!

Ingin Turunkan Kadar Kolesterol Jahat? Konsumsi 5 Buah-buahan Ini!

Health | Jum'at, 15 November 2019 | 08:00 WIB

Benarkah Melewatkan Sarapan Jadi Penyebab Terbentuknya Batu Empedu?

Benarkah Melewatkan Sarapan Jadi Penyebab Terbentuknya Batu Empedu?

Health | Kamis, 31 Oktober 2019 | 08:35 WIB

Satu Alpukat Sehari Dapat Turunkan Tingkat Kolesterol Jahat di Tubuh

Satu Alpukat Sehari Dapat Turunkan Tingkat Kolesterol Jahat di Tubuh

Health | Rabu, 30 Oktober 2019 | 14:51 WIB

Terkini

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB