Keren Banget, Peneliti Sebut Bahan Aktif dari Sup Bisa Jadi Obat Malaria

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Jum'at, 22 November 2019 | 18:21 WIB
Keren Banget, Peneliti Sebut Bahan Aktif dari Sup Bisa Jadi Obat Malaria
ilustrasi sup yang bisa jadi punya bahan aktif obat malaria. (shutterstock)

Suara.com - Keren Banget, Peneliti Sebut Bahan Aktif dari Sup Bisa Jadi Obat Malaria

Sebuah makalah baru menunjukkan bahwa kaldu sup tradisional tertentu mengandung bahan aktif yang dapat membantu melawan malaria.

Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal BMJ Archives of Disease in Childhood dan ditulis oleh Profesor Jake Baum dari Departemen Ilmu Kehidupan di Imperial College London di Inggris

Seperti yang Prof Baum dan rekan-rekannya sebutkan, hampir setengah dari populasi dunia berisiko terkena infeksi malaria, dengan setengah juta anak meninggal akibat kondisi ini setiap tahun.

Beberapa spesies parasit dari genus Plasmodium menyebabkan malaria, tetapi Plasmodium falciparum, khususnya, bertanggung jawab atas 99% kematian. Bahayanya, P. falciparum semakin resisten terhadap obat antimalaria, yang membuat kebutuhan akan terapi baru sangat penting.

Baum dan tim memulai dari pengamatan bahwa obat antimalaria terbaru yang disebut artemisinin, berasal dari qinghao, ramuan tradisional Cina dari keluarga Artemisia. Faktanya, qinghao telah menjadi bagian dari pengobatan tradisional Tiongkok selama lebih dari 2.000 tahun, dan orang-orang telah menggunakannya untuk mengobati demam terkait malaria.

Jadi, para peneliti bertanya-tanya, apakah ada solusi tradisional dan alami lainnya dengan sifat antimalaria?

Untuk mengetahuinya, mereka menyaring 60 kaldu sup tradisional- dengan sifat penurun demam yang terkenal- yang berasal dari negara-negara di Eropa, Afrika Utara, dan Timur Tengah.

Tim peneliti memperoleh sup dengan meminta murid dari berbagai latar belakang etnis di sebuah sekolah dasar di London untuk membawa sup buatan mereka. Dari 60 sampel sup yang dibawa murid, beberapa tidak dilibatkan dalam penelitian karena terlalu padat, dan yang lain karena terlalu berminyak.

Setelah menghilangkan sup ini, para peneliti memiliki 56 sup yang tersedia untuk pengujian. Tim menginkubasi ekstrak sup yang disaring selama 72 jam dengan kultur P. falciparum yang berbeda untuk melihat apakah sup akan menghentikan pertumbuhan parasit.

Ilustrasi vaksin malaria. (Shutterstock)
Ilustrasi pengobatan malaria. (Shutterstock)

Secara khusus, para ilmuwan ingin melihat apakah kaldu akan memblokir parasit yang tidak matang secara seksual dan menyebabkan penyakit dari jatuh tempo ke titik di mana mereka menjadi menular.

Hasilnya mengungkapkan bahwa lima sampel kaldu menghentikan pertumbuhan parasit lebih dari 50 persen, dengan dua di antaranya sama efektifnya terhadap malaria dengan obat antimalaria yang biasa disebut dihydroartemisinin.

Empat sampel lain lebih dari 50 persen efektif dalam menghentikan P. falciparum, yang menunjukkan bahwa mereka mungkin dapat memblokir penularan malaria sepenuhnya.

Kaldu ini adalah vegetarian atau mengandung ayam atau daging sapi, dan para peneliti tidak dapat menemukan satu bahan umum di antara mereka semua. Namun, mereka tidak mengumpulkan resep untuk sup. Menariknya, dua dari empat sup yang lebih dari 50% efektif untuk menghentikan infeksi malaria berasal dari rumah tangga yang sama.

Mencari tahu bahan apa yang memiliki aktivitas antimalaria tertinggi harus menjadi fokus penelitian di masa depan, kata para penulis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Musim Pancaroba Bikin Badan Meriang, Sayur Sup Ayam Jadi Sajian Tepat Nih

Musim Pancaroba Bikin Badan Meriang, Sayur Sup Ayam Jadi Sajian Tepat Nih

Lifestyle | Rabu, 30 Oktober 2019 | 07:00 WIB

Parasit Malaria Mematikan pada Gorila Kini Mulai Mengancam Manusia

Parasit Malaria Mematikan pada Gorila Kini Mulai Mengancam Manusia

Health | Kamis, 17 Oktober 2019 | 07:05 WIB

Kaldu Tertua di Dunia, Kedai Ini Masak Pakai Kaldu yang Sama Sejak 1945

Kaldu Tertua di Dunia, Kedai Ini Masak Pakai Kaldu yang Sama Sejak 1945

Lifestyle | Jum'at, 11 Oktober 2019 | 09:16 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB