Berkat Anjing Peliharaan, Wanita Ini Jadi Tahu Mengidap Kanker Ovarium

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Senin, 25 November 2019 | 09:44 WIB
Berkat Anjing Peliharaan, Wanita Ini Jadi Tahu Mengidap Kanker Ovarium
Ilustrasi anjing. (Pixabay)

Suara.com - Seorang wanita dari Wisconsin, Amerika Serikat, sangat berterima kasih pada anjingnya. Sebab, sang anjing berjenis husky itu sudah mendeteksi dirinya terkena kanker ovarium bahkan sebelum dilakukan pemindaian.

Dilansir dari People, Stephanie Herfel mengatakan sang anjing yang ia namai Sierra itu mulai memberi tahu ada yang salah dengan tubuhnya di 2013. "Saya percaya dia menyelamatkan hidup saya, dan dia terus melakukannya," katanya.

"Dia (Sierra) datang dan menempelkan hidungnya di perut saya, yang saya singkirkan," kenang Herfel. Ia mengingat bahwa anjingnya terus mengulangi tindakannya, tetapi dia tidak pernah memikirkan hal itu.

Namun semakin lama, dia menjadi khawatir tentang perilaku anjingnya dan kesehatannya sendiri. Ia pun memtuskan untuk mengunjungi dokter. Rupanya, dokter memberi tahu Herfel bahwa dia menderita kanker ovarium stadium 3.

Herfel pun harus menjalani operasi dan enam bulan perawatan. Setelahnya, ia memasuki remisi dan dikatakan bebas dari kanker.

Ilustrasi anjing. (Pixabay)
Ilustrasi anjing. (Pixabay)

Tetapi hal-hal berubah pada tahun 2015 ketika Sierra mulai bertindak aneh lagi. Ia mengulangi perilaku mengendus, mirip seperti saat Herfel belum didiagnosis kanker ovarium.

"Aku tahu dalam perutku bahwa ada sesuatu yang salah," ujar Herfel.

Benar saja, dokter segera menyampaikan berita buruk bahwa kankernya telah kembali dan menyebar ke hatinya. Betapa terkejutnya Herfel ketika menyadari bahwa Sierra telah berhasil mendeteksi penyakit itu lagi.

"Perhatikan hewan peliharaan Anda dan lihat apakah mereka berkomunikasi dengan Anda dengan cara yang berbeda," katanya kepada People. "Anda mungkin memperhatikan beberapa hal luar biasa."

Ilustrasi anjing. (Pixabay)
Ilustrasi anjing. (Pixabay)

Sebenarnya, ada data ilmiah di balik fenomena anjing yang bisa mendeteksi penyakit ini. Sebuah penelitian baru-baru ini oleh Experimental Biology menyimpulkan bahwa indra penciuman anjing 10.000 kali lebih akurat daripada manusia, yang memungkinkan mereka mengidentifikasi aroma yang tidak dapat dideteksi manusia.

Untuk membuktikan hal ini, empat anjing terlatih diuji untuk melihat apakah mereka dapat membedakan antara sampel darah normal dan sampel darah dari pasien kanker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anjing-anjing itu 97 persen akurat dalam membedakan sampel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sering Dijilat Anjing Peliharaan, Pria ini Meninggal Karena Infeksi

Sering Dijilat Anjing Peliharaan, Pria ini Meninggal Karena Infeksi

Health | Minggu, 24 November 2019 | 12:29 WIB

Penelantaran Hewan di Yogyakarta Masih Tinggi, Setahun Sampai Ratusan

Penelantaran Hewan di Yogyakarta Masih Tinggi, Setahun Sampai Ratusan

Jogja | Senin, 18 November 2019 | 15:05 WIB

Heboh Anak Anjing Punya Ekor di Dahi, Seperti Unicorn

Heboh Anak Anjing Punya Ekor di Dahi, Seperti Unicorn

Lifestyle | Jum'at, 15 November 2019 | 05:30 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB