Punya Kebiasaan Gemeretakkan Jari Tangan dan Punggung, Berbahayakah?

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Jum'at, 29 November 2019 | 05:40 WIB
Punya Kebiasaan Gemeretakkan Jari Tangan dan Punggung, Berbahayakah?
Menggemeretekkan jari tangan. (Shutterstock)

Suara.com - Punya Kebiasaan Gemeretakkan Jari Tangan dan Punggung, Berbahayakah?

Pernah badan terasa pegal dan semua serba tidak enak? Biasa solusinya adalah pijatan, dalam aksi pijatan biasanya ada kegiatan menekan bagian pungggung belakang sehingga terdengan bunyi 'krak', dan setelah itu efeknya sangat menyegarkan.

Ini juga berlaku pada menekuk jari sehingga keluar bunyi yang sama. Kegiatan ini biasanya dinamakan menggemeretekkan tulang jari atau leher kepala. Bolehkah itu dilakukan? Apa pendapat dokter?

Meski tidak berdampak secara langsung, dr. Langga Spesialis Ortopedi Foot and Ankle RS Siloam Kebon Jeruk mengatakan sebaiknya kebiasaan itu tidak diteruskan karena akan berimbas pada pengapuran tulang.

"Bahayanya sebenarnya tidak signifikan, hanya jari kita punya ruang lingkup sendiri. Kalau kita pretekkin, kita melewati batas tulang lingkupnya. Otomatis dia terjadi pergeseran sedikit letaknya. Nah, kalau itu terus-terusan lama-lama posisinya longgar, artinya dia tidak stabil. Nantinya bisa jadi pengapuran, jangka panjang," ujar dr. Langga di RS Siloam, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (28/11/2019)

Terkait efek menggemeretekkan tulang yang bisa membuat rileksasi menurut dr. Langga itu karena kerja pikiran atau mindset yang harus diubah. Dikhawatirkan itu akan jadi kebiasaan, hingga tua nanti akan menimbulkan masalah tulang.

"Rileksasi itu sebenarnya pikiran, kalau misalnya rileksasi itu ada yang muter-muter bolpoin, ada yang garuk-garuk, itu satu bentuk orang mencapai rileksasi seperti apa. kalau bisa sih dirubah," ungkapnya.

Alih-alih menekuk dan menekan tulang, hal yang sebaiknya dilakukan adalah melakukan streching, agar otot yang tadinya tegang akan memanjang, tapi tidak merusak sendi atau ankle tulang itu sendiri.

"Jangan di 'pretek-pretek' mungkin distreching, jadi nggak usah dipaksa, nanti longgar, mending distreching, memanjangkan tulangnya. Strech berarti dia memanjangkan ototnya," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Bahaya Kuku Palsu, Begini Cara Mencegahnya

3 Bahaya Kuku Palsu, Begini Cara Mencegahnya

Lifestyle | Senin, 04 November 2019 | 08:31 WIB

Anda Sering Sakit Kaki dan Punggung? Atasi Dengan 3 Obat Alami ini!

Anda Sering Sakit Kaki dan Punggung? Atasi Dengan 3 Obat Alami ini!

Health | Kamis, 17 Oktober 2019 | 20:15 WIB

Wujud Jari Tangan Bisa Mengukur Panjang Penis, Mitos atau Fakta?

Wujud Jari Tangan Bisa Mengukur Panjang Penis, Mitos atau Fakta?

Lifestyle | Jum'at, 11 Oktober 2019 | 19:45 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB