Ashanty Dilarang Makan Seafood, Ternyata Ini Kaitannya dengan Autoimun

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 02 Desember 2019 | 14:23 WIB
Ashanty Dilarang Makan Seafood, Ternyata Ini Kaitannya dengan Autoimun
Ashanty [Instagram]

Suara.com - Beberapa waktu lalu, penyanyi Ashanty telah menjalani operasi endoskopi dan biopsi untuk mengetahui jenis penyakit autoimun yang dideritanya.

Millen Cyrus sebagai keponakan pun mengatakan kalau kondisi Ashanty sudah mulai membaik setelah operasi. Tetapi, Ashanty tidak boleh mengonsumsi makanan laut atau seafood.

"Sekarang dia (Ashanty) sudah baikan sih. Cuma ya di rumah enggak boleh aneh-aneh gitu. Makanannya kayak cumi gitu kan ngaruh ya, paling makan sehat dulu," ujar Millen Cyrus ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (29/11/2019).

Ternyata makanan laut bisa berdampak buruk pada penyakit autoimun. Sebuah studi dari University of Michigan dilansir dari Uofmhealth.org, salah satu faktor terbesar untuk autoimunitas di antara wanita usia subur terkait dengan paparan merkuri seperti seafood.

Perspektif Kesehatan Lingkungan menemukan bahwa merkuri pada tingkat rendah umumnya dianggap aman dan dikaitkan dengan autoimunitas.

Ilustrasi makanan laut (shutterstock)
Ilustrasi makanan laut (shutterstock)

Gangguan autoimun, yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat secara tidak sengaja, memengaruhi hampir 50 juta orang Amerika dan sebagian besar wanita.

"Sejumlah besar kasus tidak dijelaskan oleh genetika, jadi kami percaya faktor lingkungan berkaitan dengan autoimun. Dalam penelitian kami, paparan merkuri sebagai faktor risiko utama autoimun," kata Emily Somers, seorang profesor di departemen Kedokteran Internal di divisi Theumatologi, Kesehatan Lingkungan Ilmu Pengetahuan serta Obstetri dan Ginekologi.

Penyakit autoimun yang dapat mencakup kondisi seperti penyakit radang usus, lupus, sindrom sjögren, rheumatoid arthritis dan multiple sclerosis termasuk dalam 10 penyebab utama kematian di kalangan wanita.

Ilustrasi ikan (Pixabay Public Domain Pictures)
Ilustrasi ikan (Pixabay Public Domain Pictures)

Paparan merkuri yang lebih besar dikaitkan dengan tingkat autoantibodi yang lebih tinggi, yakni penyebab penyakit autoimun.

Sebagian besar penyakit autoimun ditandai oleh autoantibodi, protein yang dibuat oleh sistem kekebalan tubuh seseorang ketika gagal membedakan antara jaringannya sendiri dan sel-sel yang berpotensi berbahaya.

Karena itu, biasanya penderita autoimun tidak boleh mengonsumsi makanan laut. Karena makanan laut bisa memperburuk kondisi kesehatannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Idap Autoimun, Ini Kondisi Terkini Ashanty

Idap Autoimun, Ini Kondisi Terkini Ashanty

Entertainment | Sabtu, 30 November 2019 | 14:17 WIB

Makan Seafood yang Dihangatkan, Pria Ini Nyaris Meninggal karena Keracunan

Makan Seafood yang Dihangatkan, Pria Ini Nyaris Meninggal karena Keracunan

Health | Selasa, 26 November 2019 | 12:26 WIB

Ashanty Baru Saja Jalani Proses Pengambilan Darah

Ashanty Baru Saja Jalani Proses Pengambilan Darah

Entertainment | Rabu, 20 November 2019 | 20:33 WIB

Terkini

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB