Ahh, Masturbasi Ternyata Bisa Jadi Terapi Bagi Pasien Kesehatan Mental

Vania Rossa | Dinda Rachmawati | Suara.com

Senin, 02 Desember 2019 | 17:44 WIB
Ahh, Masturbasi Ternyata Bisa Jadi Terapi Bagi Pasien Kesehatan Mental
Ilustrasi lelaki sedang masturbasi di kantor. (Shutterstock)

Suara.com - Perusahaan mainan seks, Lelo UK, mendesak National Health Service (NHS) Inggris untuk mulai menggunakan masturbasi sebagai salah satu bentuk perawatan untuk membantu mengurangi stres pada pasien kesehatan mental.

Bagi perusahaan mainan seks tersebut, saran yang tidak konvensional ini juga bisa membangun kepercayaan seksual, serta memungkinkan lebih banyak lagi orang untuk mengenal tubuh mereka lebih baik.

“Fungsi kesenangan adalah membuat kita merasa lebih baik dan senang, dan masturbasi dapat memiliki manfaat positif bagi kesehatan kita dalam berbagai cara, termasuk pelepasan hormon oksitosin yang dapat menurunkan kadar kortisol, mengenal tubuh kita lebih baik, dan membangun kepercayaan diri seksual," jelas Kate Moyle, seorang terapis seks di Lelo UK, seperti dilansir Daily Mail.

Lebih lanjut ia mengatakan jika langkah ini berpotensi sebagai bagian dari program kesehatan terintegrasi. Masturbasi, lanjut dia, dapat bermanfaat bagi beberapa pasien, ketika diajukan dengan kepercayaan diri dan informasi edukatif.

Pada kesempatan yang sama, Marcella Zanchi, spesialis pemasaran Lelo UK, menambahkan jika mereka menyerukan NHS untuk mulai bertindak dan meninjau praktik tersebut ketika menangani masalah kesehatan, dan mulai memasukkan perawatan dengan masturbasi dan kesenangan diri kepada pasien jika itu diperlukan sebagai bagian dari program kesehatan yang lebih luas.

Surat terbuka untuk NHS ini ditulis setelah Lelo UK melakukan studi. Dalam jajak pendapat terhadap 2.000 orang Inggris baru-baru ini, 78 persen peserta mengklaim bahwa orgasme membuat mereka jauh lebih bahagia.

"Meskipun kami tidak yakin masturbasi akan menjadi obat untuk semua masalah kami, berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa orgasme dapat bermanfaat," jelas Marcella.

Sebelumnya, ahli seks dr. Nicole Prause mengatakan jika masturbasi atau hubungan seks dapat membantu meningkatkan fungsi otak.

Sebuah studi tahun 2016 menunjukkan bahwa mereka yang melakukan hal ini secara teratur mendapat skor lebih baik dalam tantangan mental, termasuk yang menguji ingatan mereka.

“Ada banyak aplikasi potensial perilaku seksual untuk meningkatkan kesehatan umum. Misalnya, aktivitas seksual yang berkelanjutan yang telah dikaitkan dengan tes neuropsikologis yang lebih baik, khususnya urutan dan pengingatan angka. Ini menunjukkan bahwa aktivitas seksual mungkin memiliki potensi untuk meningkatkan atau mempertahankan fungsi kognitif," jelasnya.

Selain memiliki manfaat meningkatkan otak, orgasme dapat membantu Anda menangkal stres.

Kesenangan dapat mendorong produksi serotonin, kegiatan ini juga bisa mengurangi stres dan mengangkat suasana hati Anda.

"Seks tampaknya mengurangi stres pada hari berikutnya dalam memuaskan hubungan romantis, meningkatkan suasana hati dan perasaan memiliki makna mendalam dalam hidup, serta meningkatkan kepuasan kerja dan keterlibatan," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Riset Psikolog: Kerja Keras, Jurnalis Indonesia Rawan Kena Gangguan Jiwa

Riset Psikolog: Kerja Keras, Jurnalis Indonesia Rawan Kena Gangguan Jiwa

News | Senin, 02 Desember 2019 | 16:40 WIB

Idol Kpop HyunA Punya Gangguan Panik, Ini Bedanya dengan Fobia

Idol Kpop HyunA Punya Gangguan Panik, Ini Bedanya dengan Fobia

Health | Sabtu, 30 November 2019 | 08:05 WIB

Depresi Ternyata Bisa Menular, Ini Penjelasannya

Depresi Ternyata Bisa Menular, Ini Penjelasannya

Health | Kamis, 28 November 2019 | 09:11 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB