Anak Idap Hidrosefalus, Ibu Muda Sedih dan Bingung Ditinggal Suami

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Rabu, 04 Desember 2019 | 19:34 WIB
Anak Idap Hidrosefalus, Ibu Muda Sedih dan Bingung Ditinggal Suami
Dina Oktavia (21) tertunduk sedih menceritakan kondisi buah hatinya yang mengidap hidrosefalus. (Suara.com/Achmad Ali)

Suara.com - Anak Idap Hidrosefalus, Ibu Muda Sedih dan Bingung Ditinggal Suami

Memiliki anak dengan kelainan bawaan atau cacat lahir tentu bukan keinginan orangtua. Namun jika takdir berkehendak demikian, yang bisa dilakukan adalah memastikan anak mendapat perhatian dan perawatan semaksimal mungkin.

Hal ini yang menjadi sumber kesedihan Dina Oktavia (21), seorang ibu muda asal Surabaya. Sang putra, Pandhu, lahir dengan Facial Cleft Hydrocephalus Myelomeningocele yang membuat kepalanya membesar.

Sambil terisak, Dina menceritakan kesedihannya saat melihat kondisi Pandhu. Anak semata wayangnya terlahir dengan hidrosefalus sehingga ukuran kepalanya lebih besar dari pada ukuran normal. Ia mengaku sering menyalahkan diri sendiri karena kondisi anaknya.

"Saya syok. Saya menyalahkan diri saya. Saya nggak tega dan nangis melihat anak saya," cerita Dina pada Suara.com, Rabu (4/12/2019) sambil mengusap air matanya.

Dina bahkan berharap, dirinya bisa menggantikan penderitaan buah hatinya. Dina tidak rela jika kebahagiaan masa kecil anaknya hilang karena kondisi yang tidak sempurna.

"Saya nggak bisa berkata apa-apa. Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Kenapa bukan saya yang mengalaminya. Yang saya pikir, bagaimana besarnya nanti," kata Dina lagi.

Penderitaan Dina makin lengkap setelah mertuanya enggan mengakui anaknya sebagai cucu. Bahkan sejak lahir hingga sekarang, sekali pun mertua tidak pernah menjenguknya.

Dina Oktavia (21) tertunduk sedih menceritakan kondisi buah hatinya yang mengidap hidrosefalus. (Suara.com/Achmad Ali)
Dina Oktavia (21) tertunduk sedih menceritakan kondisi buah hatinya yang mengidap hidrosefalus. (Suara.com/Achmad Ali)

"Cerita suami saya, mertua terang-terangan tidak mau mengakui anak saya sebagai cucunya. Padahal anak kan nggak salah apa-apa. Anak nggak tahu apa-apa. Saya butuh dukungan dari keluarga," keluh Dina.

Kini, ibu muda ini hanya tinggal seorang diri lantaran ditinggal suaminya yang pergi entah kemana.

Dina pun berharap, nantinya anaknya bisa dibesarkan dalam kondisi sehat meski harus merawat sendirian. Dia Dina, anaknya bisa besar dengan sehat dan sembuh seperti anak-anak kecil lainnya.

"Harapan saya tidak muluk-muluk (tinggi-tinggi). Yang penting anak saya sehat dan nantinya bisa sembuh dan bahagia seperti anak kecil lainnya," harapnya.

Kontributor : Achmad Ali

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Pilu Dina yang Ditinggal Suami karena Anaknya Terlahir Hidrosefalus

Kisah Pilu Dina yang Ditinggal Suami karena Anaknya Terlahir Hidrosefalus

Jatim | Selasa, 03 Desember 2019 | 20:53 WIB

Berhati Mulia, Penjual Ini Berikan Es Cibuk Gratis Kepada Anak Yatim

Berhati Mulia, Penjual Ini Berikan Es Cibuk Gratis Kepada Anak Yatim

Lifestyle | Selasa, 03 Desember 2019 | 12:34 WIB

Balita yang Jadi Korban Penganiayaan Kini Sudah Bisa Berinteraksi

Balita yang Jadi Korban Penganiayaan Kini Sudah Bisa Berinteraksi

Jatim | Minggu, 01 Desember 2019 | 13:56 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB