Peneliti Indonesia Temukan Solusi Cegah Amputasi pada Pasien Diabetes

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 05 Desember 2019 | 12:11 WIB
Peneliti Indonesia Temukan Solusi Cegah Amputasi pada Pasien Diabetes
Ilustrasi diabetes. (Shutterstock)

Suara.com - Menurut data WHO, di tahun 2014 jumlah penyandang diabetes melitus (DM) di seluruh dunia mencapai 422 juta orang, dan diperkirakan akan terus meningkat pada 2030 mencapai 552 juta orang. Sedangkan di Indonesia, penyandang DM mencapai 21,3 juta orang, menduduki peringkat ke-4 dunia.

Nah, masalahnya orang dengan diabetes ini sangat rawan terhadap risiko amputasi. Hal ini karena penderita diabetes memiliki kulit yang cenderung kering, yang memudahkan mereka mengalami iritasi dan luka. Padahal, kalau sudah terjadi luka, penderita diabetes akan lebih sulit sembuh dan bahkan bisa berujung pada amputasi dan kecacatan.

 Lili Legiawati, peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Lili Legiawati, peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Berkaca dari itu Lili Legiawati, peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI), berhasil menemukan metode pengobatan yang dapat membantu memulihkan luka akibat kulit kering pada diabetes dengan menggunakan tumbuhan centela asiatica (CA), atau di Indonesia dikenal dengan pegagan.

"Dalam bidang dermatologi, CA kerap digunakan untuk mengobati luka, luka bakar, jaringan parut hipertrofik, eksim, kusta, psoriasis, dan lupus eritematosus," ujar Lili dalam disertasinya yang dipresentasikan pada sidang doktor di UI, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (4/12/2019).

Menurut Lili, CA yang digunakan dalam bentuk oles, semprot, atau topikal yang langsung ke kulit bisa memperbaiki hidrasi kulit, karena ia mampu mencari saluran-saluran peresapan agar masuk ke kulit. Tapi, dalam metodenya, topikal saja tidak cukup. CA harus sudah diekstraksi hdan kemudian dikonsumsi dalam bentuk kapsul.

"Hasilnya, kulit kering pada penyandang DM tingkat 2 yang mendapat kombinasi topikal sekaligus kapsul mengalami perbaikan kulit kering," tutur Lili.

Dalam catatan penelitian Lili, perbaikan dialami bagi penyandang DM yang gula darahnya terkontrol baik. Mengingat berdasarkan pengalamannya sebagai dokter kulit, orang yang gula darahnya tidak terkontrol maka pengobatan akan sulit dilakukan meski mengonsumsi CA dalam bentuk oles maupun kapsul sekalipun.

"Pakai kombinasi CA pun tetap jelek, harus ada kontrol gula darah yang bagus, baru hasilnya bagus," tutur Lili.

Dalam penelitian, Lili membagi subyek penelitian dalam 3 kelompok dengan catatan semua subyek gula darahnya terkontrol alias sedang dalam pengobatan. Tiga kelompok itu mereka yang mendapatkan CA hanya dioles, CA yang hanya diminum, dan CA yang dioles maupun diminum.

baca juga

Pengamatan dilakukan selama 29 hari, dengan subyek mendapat CA 2 kali sehari, pagi dan sore. Subyek berjumlah 158 orang, dengan rentan usia 18 sampai 59 tahun. Adapun CA yang digunakan dalam bentuk kapsul adalah yang sudah ada di pasaran dan legal digunakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ingin Sedot Lemak agar Ramping, Wanita ini Justru Nyaris Meninggal!

Ingin Sedot Lemak agar Ramping, Wanita ini Justru Nyaris Meninggal!

Health | Selasa, 03 Desember 2019 | 11:16 WIB

Cegah Sindrom Metabolik Jadi Penyakit, Ini yang Harus Dilakukan Milenial

Cegah Sindrom Metabolik Jadi Penyakit, Ini yang Harus Dilakukan Milenial

Health | Jum'at, 29 November 2019 | 18:10 WIB

Bagi Wanita Penderita Diabetes, Ini yang Harus Dilakukan Sebelum Hamil

Bagi Wanita Penderita Diabetes, Ini yang Harus Dilakukan Sebelum Hamil

Health | Jum'at, 29 November 2019 | 13:16 WIB

Terkini

Bareskrim Bongkar Pabrik Vitamin Anak Palsu, Beroperasi Sejak 2021

Bareskrim Bongkar Pabrik Vitamin Anak Palsu, Beroperasi Sejak 2021

Jakarta | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 20:22 WIB

Makin Eksklusif, BRI Hadirkan Keistimewaan Layanan Kesehatan Prodia bagi Nasabah Prioritas

Makin Eksklusif, BRI Hadirkan Keistimewaan Layanan Kesehatan Prodia bagi Nasabah Prioritas

Sumbar | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 20:22 WIB

BRI dan Prodia Berikan Akses Pemeriksaan Kesehatan dengan Privilege Khusus Bagi Nasabah Prioritas

BRI dan Prodia Berikan Akses Pemeriksaan Kesehatan dengan Privilege Khusus Bagi Nasabah Prioritas

Jabar | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Tujuh Hari Sebelum Aku Menghilang

Tujuh Hari Sebelum Aku Menghilang

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Utamakan Kesehatan, Nasabah BRI Private dan BRI Prioritas Nikmati Keistimewaan Prodia

Utamakan Kesehatan, Nasabah BRI Private dan BRI Prioritas Nikmati Keistimewaan Prodia

Jatim | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 20:19 WIB

Peran Ferry Boboho dalam Kasus Febrie Disorot, Mengapa Belum Jadi Tersangka?

Peran Ferry Boboho dalam Kasus Febrie Disorot, Mengapa Belum Jadi Tersangka?

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 20:17 WIB

BRI Private dan BRI Prioritas Hadirkan Privilege Kesehatan Eksklusif dari Prodia

BRI Private dan BRI Prioritas Hadirkan Privilege Kesehatan Eksklusif dari Prodia

Riau | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 20:16 WIB

BRI dan Prodia Dukung Gaya Hidup Sehat Melalui Exclusive Healthcare Services

BRI dan Prodia Dukung Gaya Hidup Sehat Melalui Exclusive Healthcare Services

Jawa Tengah | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Dukung Ekonomi Lokal, BRI Gelar Pendampingan Berkelanjutan bagi UMKM Berkah Swasembada

Dukung Ekonomi Lokal, BRI Gelar Pendampingan Berkelanjutan bagi UMKM Berkah Swasembada

Bri | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 20:08 WIB

Polrestabes Bandung Gerebek Saritem, 21 Orang Terindikasi Positif Sabu

Polrestabes Bandung Gerebek Saritem, 21 Orang Terindikasi Positif Sabu

Jabar | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 20:07 WIB

×