4 Tanda Kamu Terlalu Sering Habiskan Waktu di Ruangan, Bisa Bikin Sakit!

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Senin, 09 Desember 2019 | 20:10 WIB
4 Tanda Kamu Terlalu Sering Habiskan Waktu di Ruangan, Bisa Bikin Sakit!
Ilustrasi bekerja di dalam ruangan (Shutterstock)

Suara.com - Terkadang, menghabiskan waktu di dalam ruangan, baik saat bekerja maupun mengisi hari libur, memang menyenangkan. Namun, hal ini sebenarnya justru dapat berdampak buruk pada kesehatan Anda.

Meluangkan waktu untuk pergi ke luar rumah membuat kita terpapar sinar matahari dan udara segar. Ini juga sangat penting untuk kesehatan kita, baik mental maupun fisik.

"Paparan sinar matahari sangat penting karena dapat membantu dengan pengaturan jam sirkadian seseorang, memungkinkan tubuh untuk mensintesis vitamin D, dan juga membantu meningkatkan suasana hati seseorang," tutur Nesochi Okeke-Igbokwe, MD, MS, melansir Bustle.

Ketika Anda sudah terlalu lama berada di dalam ruangan, tubuh akan mengeluarkan tanda-tanda berikut.

1. Suasana hati buruk

Kita membutuhkan sinar matahari untuk meningkatkan kadar serotonin, eurotransmitter yang meningkatkan mood. Tingkat serotonin yang rendah sering dikaitkan dengan perubahan suasana hati, dan kadang-kadang depresi.

"Selain itu, ketika kita berada di dalam sepanjang hari, kita lebih cenderung menetap dan kurang bersosialisasi. Dan ini cenderung memiliki dampak negatif pada suasana hati kita," ungkap Psikiater Kesehatan IU, Dr. Danielle Henderson.

(Shutterstock)
Stres karena terlalu lama bekerja di ruangan (Shutterstock)

2. Kecemasan dan gelisah

Tetap berada di dalam rumah dapat membuat perasaan Anda menjadi lebih mudah marah atau cemas.

baca juga

"Kita menjadi lebih mudah marah daripada biasanya dan menjadi marah karena hal-hal yang tampaknya kecil," kata Henderson.

3. Masalah tidur

"Paparan cahaya penting bagi jam internal tubuh kita , atau ritme sirkadian," kata Henderson.

Ritme sirkadian merespons rangsangan di lingkungan kita, sebagian besar cahaya dan kegelapan.

Pada siang hari, sinyal dikirim dari otak ke bagian lain dari tubuh yang memungkinkan kita untuk tetap waspada dan terjaga. Sedangkan pada malam hari, otak kita melepaskan melatonin, yang membantu kita tidur.

Ilustrasi tidur tak nyenyak. (Shutterstock)

4. Sistem kekebalan tubuh buruk

"Tubuh membutuhkan jumlah sinar matahari yang cukup untuk membuat vitamin D," kata Okeke-Igbokwe.

Jika berada di dalam ruangan terlalu sering, Anda mungkin menjadi kekurangan vitamin D. Padahal, vitamin D adalah nutrisi utama dalam membantu membangun sistem kekebalan tubuh yang kuat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RSV Menyebar, Dokter Peringatkan untuk Tidak Mencium Bayi saat Sakit

RSV Menyebar, Dokter Peringatkan untuk Tidak Mencium Bayi saat Sakit

Health | Rabu, 04 Desember 2019 | 18:03 WIB

Alamak! Ada Tren Jemur Anus yang Diklaim Sehat, Apa Kata Pakar Kesehatan?

Alamak! Ada Tren Jemur Anus yang Diklaim Sehat, Apa Kata Pakar Kesehatan?

Health | Minggu, 01 Desember 2019 | 13:51 WIB

Gejala Paling Umum HIV, dari Demam Hingga Batuk Kering yang Tak Sembuh

Gejala Paling Umum HIV, dari Demam Hingga Batuk Kering yang Tak Sembuh

Health | Jum'at, 29 November 2019 | 14:45 WIB

Patah Tulang Rusuk Karena Berlebihan Pakai Tabir Surya, Kok Bisa?

Patah Tulang Rusuk Karena Berlebihan Pakai Tabir Surya, Kok Bisa?

Health | Kamis, 21 November 2019 | 15:13 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×