Risiko Kanker Payudara Turun Jika Melakukan Diet setelah Usia 50 Tahun

Yasinta Rahmawati

Kamis, 19 Desember 2019 | 12:45 WIB
Risiko Kanker Payudara Turun Jika Melakukan Diet setelah Usia 50 Tahun
Ilustrasi diet dan olahraga untuk tubuh sehat dan bugar. (Shutterstock)

Suara.com - Wanita di atas usia 50 tahun yang berusaha menurunkan berat badan meski hanya 1,8 kg rupanya dapat mencegah maupun menurunkan risiko kanker payudara.

Dilansir dari People, penelitian terbaru ini diterbitkan dalam Journal of National Cancer Institute. Penelitian ini menjadi salah satu studi besar untuk menemukan hubungan yang signifikan antara penurunan berat badan dengan risiko kanker payudara.

Sebelumnya, penelitian yang lebih tua menemukan bahwa obesitas meningkatkan kemungkinan kanker payudara setelah menopause.

Secara total, para peneliti melihat sejarah kesehatan 180.000 wanita lebih dari 50 dari AS, Australia dan Asia selama satu dekade. Peneliti melihat bagaimana berat badan mereka berubah dari awal, tengah dan akhir penelitian, dan apakah mereka didiagnosis dengan kanker payudara.

Hampir 7.000 wanita menderita kanker payudara selama satu dekade.

Ilustrasi kanker payudara. (Dok : Istimewa)
Ilustrasi kanker payudara. (Dok : Istimewa)

Setelah menyesuaikan dengan faktor risiko obesitas dan kanker payudara lainnya, para peneliti menemukan bahwa menurunkan berat badan dan mempertahankannya berdampak signifikan pada kemungkinan kanker payudara .

Mereka yang hanya kehilangan 4,5 lbs atau sekitar 2 kg menurunkan risiko kanker payudara sekitar 18 persen. Hasil lebih baik terjadi pada wanita yang menurunkan hingga 9 kg. dan mempertahankannya mengurangi risiko mereka sekitar 32 persen.

"Kami sangat bersyukur bisa mengatakan belum terlambat untuk menurunkan risiko Anda jika sebelumnya Anda sudah bertambah berat badan, bahkan setelah usia 50 tahun," tulis rekan penulis studi Lauren Teras, direktur ilmiah penelitian epidemiologi di American Cancer Society.

"Apa yang kami temukan adalah bahwa memang, wanita yang kehilangan berat badan dan mempertahankannya memiliki risiko kanker payudara yang lebih rendah daripada wanita yang memiliki berat badan yang sama," kata Teras kepada NBC News .

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terapi Hormon Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Payudara, Ini Alasannya!

Terapi Hormon Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Payudara, Ini Alasannya!

Health | Kamis, 19 Desember 2019 | 12:22 WIB

Makan 6 Kali Sehari, Wanita Ini Sukses Turunkan Berat Badan 40 Kg

Makan 6 Kali Sehari, Wanita Ini Sukses Turunkan Berat Badan 40 Kg

Health | Kamis, 19 Desember 2019 | 09:28 WIB

Demi Langsing, Ada Tren Memasukkan Selang ke Dalam Tenggorokan

Demi Langsing, Ada Tren Memasukkan Selang ke Dalam Tenggorokan

Lifestyle | Rabu, 18 Desember 2019 | 07:00 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×