Minum Kopi setelah Konsumsi Obat, Adakah Efek Samping?

Jum'at, 20 Desember 2019 | 16:47 WIB
Minum Kopi setelah Konsumsi Obat, Adakah Efek Samping?
Minum kopi setelah minum obat (Shutterstock)

Suara.com - Terkadang, beberapa orang akan mengonsumsi obat dengan minuman lain selain air putih untuk meringankan rasa pahit obat. Misalnya seperti teh manis, jus, bahkan kopi.

Tapi apakah minuman tersebut akan menyebabkan adanya interaksi dengan obat?

Menurut dr. Rajni Pathak, Co-ordinator Preventive Health Check di Fortis Hospital Mohali, jus dan minuman lain dapat mengurangi efek obat pada tubuh Anda sehingga membuatnya tidak efektif dan memperlambat proses pemulihan.

Namun, melansir Health Site, dari semua jus, jus anggur paling harus dihindari karena furanocoumarin yang dikandungnya menghambat penyerapan obat-obatan dan dapat menyebabkan efek samping.

Sedangkan untuk teh dan kopi, kandungan tanin di dalamnya dapat mengurangi pencernaan obat.

Berdasarkan laman New York Times, kopi dan espresso dapat memiliki konsekuensi lain pada orang yang mengonsumsi obat tertentu, dengan memblokir penyerapan atau meningkatkan efeknya.

Ini yang bikin mata melek selama bekerja
Ilustrasi minum kopi (Shutterstock)

Dalam banyak kasus, interaksi tersebut juga disebabkan oleh kafein. Tetapi senyawa lain di dalam kopi juga berperan.

Studi menunjukkan, lebih dari selusin obat seperti obat antidepresan, estrogen, tiroid dan osteoporosis dapat dipengaruhi oleh konsumsi kopi.

Sebuah penelitian pada 2008, misalnya, menemukan efektivitas penyerapan obat berkurang hingga 55 persen apabila minum kopi tak lama sebelum atau setelah mengonsumsi levothyroxine, obat tiroid umum.

Baca Juga: Alhamdulillah, Ria Irawan Sudah Berhenti Merokok dan Minum Kopi

Studi lain juga menunjukkan kopi dapat mengurangi penyerapan alendronate obat osteoporosis hingga 60 persen, dan kopi dapat menurunkan tingkat sirkulasi estrogen dan hormon lain pada wanita.

Beberapa obat resep dapat meningkatkan efek kopi dan minuman berkafein lainnya.

Sejumlah obat ini, termasuk beberapa antidepresan, antibiotik dan pil KB, dapat memblokir enzim yang dikenal sebagai CYP1A2, yang membantu metabolisme kafein.

Akibatnya, kafein dapat bertahan dalam tubuh selama beberapa jam lebih lama dari biasanya.

Intinya adalah, penelitian menunjukkan bahwa kopi dapat berinteraksi dengan beberapa obat, meski tingkatnya bervariasi berdasarkan obat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI