Resistensi Antimikroba Meningkat, Rumah Sakit Awasi Resep Antibiotik

Jum'at, 20 Desember 2019 | 09:05 WIB
Resistensi Antimikroba Meningkat, Rumah Sakit Awasi Resep Antibiotik
Ilustrasi resistensi antimikroba yang meningkat. [shutterstock]

Suara.com - Resistensi Antimikroba Meningkat, Rumah Sakit Awasi Resep Antibiotik

Antimicrobial Resistance (AMR) atau resistensi antimikroba telah menjadi ancaman nyata di dunia. Pada 2050 mendatang, diperkirakan akan ada 4,7 juta kematian orang di kawasan Asia Pasifik yang diakibatkan oleh infeksi bakteri yang resisten.

Untuk itu, kerjasama lintas sektor diperkuat untuk mencegah ancaman tersebut terjadi. Salah satunya melalui aturan PGA atau Pedoman Penatagunaan Antibiotik.

Menurut dr. Hari Paraton, Sp. OGK dari Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba atau KPRA, aturan PGA telah memiliki pedoman dan akan segera dilaksanakan tahun depan.

"Masing-masing rumah sakit nanti akan membentuk tim namanya tim PGA. Sudah ada proyek percontohan salah satunya di rumah sakit dr. Soetomo (Surabaya), Siloam, RS swasta di Pekan Baru juga," kata dr. Hari di Jakarta, Kamis, (19/12/2019).

Ia mengatakan, sekitar 80 persen dokter di Indonesia masih meresepkan antibiotik dengan cara yang salah. Kesalahan terjadi biasanya akibat dari ketidak tahuan dokter serta ketiadaan sarana diagnostik dan lab antimikroba.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia juga telah membuat Program Pengendalian Resistensi Antibiotik (PPRA) di tingkat fasilitas layanan kesehatan dengan meningkatkan fungsi laboratorium mikrobiologi, tim farmasi dan farmakologi klinik dalam memperkuat sistem pemantauan mikroba resisten.

"Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kesehatan dan Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) mewajibkan setiap rumah sakit di Indonesia untuk mengembangkan dan mengimplementasikan program penggunaan antibiotik yang bijak melalui penerapan Program Pengendalian Resistensi Antibiotik. Disamping berupaya menerapkan pedoman PPRA nasional, RSUI sebagai bagian dari Academic Health System (AHS) Universitas Indonesia bekerja sama dengan komite PPRA RSUI telah mengusulkan diadakannya penelitian bersama fasilitas layanan kesehatan yang terlibat dalam AHS Universitas Indonesia untuk mendapatkan informasi mengenai penggunaan antibiotik, pola mikroba dan resistensi," kata Direktur Umum RS Universitas Indonesia, Dr. dr. Budiman Bela, SpMK(K) beberapa waktu lalu.

Baca Juga: 3 Hal Ini Dapat Sebarkan Masalah Resistensi Antibiotik, Apa Saja?

Nantinya, RSUI sebagai wadah pendidikan bagi dokter, dokter gigi, perawat, dan apoteker yang mewadahi Rumpun Ilmu Kesehatan akan berupaya melibatkan semua komponen untuk mencegah AMR, termasuk komponen masyarakat melalui edukasi oleh tenaga kesehatan RSUI kepada pasien, keluarga pasien maupun masyarakat secara luas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI