Kabar Baik, Akupunktur Disebut Dapat Mengurangi Rasa Sakit Penderita Kanker

Yasinta Rahmawati

Jum'at, 20 Desember 2019 | 19:00 WIB
Kabar Baik, Akupunktur Disebut Dapat Mengurangi Rasa Sakit Penderita Kanker
Akupunktur. (Pixabay)

Suara.com - Peneliti mengatakan akupunktur dapat membantu meringankan rasa sakit pada orang yang menderita kanker. Mereka juga mencatat metode ini dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh karena mereka bekerja menyembuhkan seluruh tubuh.

Studi yang diterbitkan di JAMA Oncology itu mengungkap bahwa. Para peneliti melaporkan bahwa analisis menunjukkan akupunktur dan/atau akupresur "secara signifikan terkait" dengan berkurangnya rasa sakit dan penurunan penggunaan analgesik (penghilang rasa sakit).

Seperti dilansir dari Healthline, para peneliti merekomendasikan uji coba yang lebih ketat dilakukan untuk mengidentifikasi efek pada jenis kanker tertentu serta mengintegrasikan akupunktur dan akupresur ke dalam perawatan klinis untuk mengurangi penggunaan opioid.

"Jika akupunktur menjadi metode manajemen nyeri yang lebih standar, pasien akan cenderung membutuhkan opioid, atau tidak akan memerlukan dosis yang setinggi," Janet Thomson , ahli akupunktur dan herbalis Cina yang berbasis di Oakland, California, mengatakan kepada Healthline.

Metode pengobatan dengan akupunktur. (Foto: shutterstock)
Metode pengobatan dengan akupunktur. (Foto: shutterstock)

"Tidak hanya mengurangi potensi kecanduan opioid, tetapi juga mengurangi efek samping opioid seperti sembelit, yang bisa sangat brutal bagi pasien," lanjutnya.

Cara McCabe, seorang ahli akupunktur dan spesialis manajemen nyeri yang berbasis di Los Angeles, telah melihat secara langsung bagaimana akupunktur dapat membantu orang dengan kanker.

"Ayah saya didiagnosis menderita glioblastoma tahap empat (kanker otak) pada 2017 dan wafat pada 2018," katanya kepada Healthline.

"Ketika kanker berkembang pesat, dia mengalami sakit kepala yang semakin parah. Dokter memberikan setiap obat penghilang rasa sakit kepadanya, tetapi akupunktur adalah satu-satunya hal yang dapat mengurangi rasa sakitnya ke tingkat yang dapat dikelola," ungkapnya.

Akupunktur. (Pixabay)
Akupunktur. (Pixabay)

Ia pun mengatakan penelitian ini dapat memiliki efek "besar. Tidak hanya pada bagaimana rasa sakit dapat dikelola, tetapi juga seberapa efektif bentuk-bentuk pengobatan lainnya.

baca juga

"Jika seorang pasien tidak harus menggunakan obat penghilang rasa sakit tambahan, kami telah mengurangi potensi efek samping atau tambahan," katanya.

"Ini sangat penting selama perawatan kanker karena pasien umumnya menerima kemoterapi dosis tinggi atau obat keras lainnya."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Risiko Kanker Payudara Turun Jika Melakukan Diet setelah Usia 50 Tahun

Risiko Kanker Payudara Turun Jika Melakukan Diet setelah Usia 50 Tahun

Health | Kamis, 19 Desember 2019 | 12:45 WIB

Terapi Hormon Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Payudara, Ini Alasannya!

Terapi Hormon Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Payudara, Ini Alasannya!

Health | Kamis, 19 Desember 2019 | 12:22 WIB

Kaleidoskop Kesehatan 2019: Siswa SMA Temukan Obat Kanker dari Akar Bajakah

Kaleidoskop Kesehatan 2019: Siswa SMA Temukan Obat Kanker dari Akar Bajakah

Health | Kamis, 19 Desember 2019 | 07:10 WIB

Terkini

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:48 WIB

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:44 WIB

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:39 WIB

Prabowo Bentuk Badan Gambut dan Mangrove Nasional, Fokus Cegah Karhutla

Prabowo Bentuk Badan Gambut dan Mangrove Nasional, Fokus Cegah Karhutla

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:36 WIB

El Nino Bikin Was-was Pemerintah, Harga Pangan Bisa Naik

El Nino Bikin Was-was Pemerintah, Harga Pangan Bisa Naik

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:36 WIB

AI Bisa Permudah Trading, Tapi Keputusan Investasi Tetap di Investor

AI Bisa Permudah Trading, Tapi Keputusan Investasi Tetap di Investor

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:32 WIB

Komitmen BPJS Hadirkan Layanan JKN yang Komunikatif

Komitmen BPJS Hadirkan Layanan JKN yang Komunikatif

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:29 WIB

Karier Penghina JK Silfester di BUMN Hanya Seumur Jagung

Karier Penghina JK Silfester di BUMN Hanya Seumur Jagung

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:29 WIB

Ingin Lawan Tudingan Suap Pansus Haji, Kubu Yaqut Minta Saksi dari DPR Hadir di Sidang

Ingin Lawan Tudingan Suap Pansus Haji, Kubu Yaqut Minta Saksi dari DPR Hadir di Sidang

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:24 WIB

Saat Kecantikan dan Fashion Bertemu dalam Gaya yang Lebih Personal

Saat Kecantikan dan Fashion Bertemu dalam Gaya yang Lebih Personal

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 21:11 WIB

×