Posisi Tentukan Hasil ASI, Busui Diimbau Tidak Pumping di Toilet

Ade Indra Kusuma | Dini Afrianti Efendi
Posisi Tentukan Hasil ASI, Busui Diimbau Tidak Pumping di Toilet
Posisi Tentukan Hasil ASI, Busui Diimbau Tidak Pumping di Toilet (Shutterstock)

Posisi ergonomis untuk laktasi adalah pada saat dia harus duduk bersandar.

Suara.com - Posisi Tentukan Hasil ASI, Busui Diimbau Tidak Pumping di Toilet

Keadaan miris masih cukup ditemui bagi ibu pekerja yang menyusui, banyak yang belum mendapat fasilitas yang layak, hingga akhirnya sebagian terpaksa melakukan pumping alias memerah ASI di toilet.

Tapi, masalahnya di toilet juga para ibu ini harus berdiri saat memerah ASI, yang tentu saja bukan posisi ideal, karena idealnya memerah ASI harus dalam posisi ergonomis atau posisi dan sikap duduk yang benar, sehingga ASI akan keluar maksimal.

"Posisi ergonomis untuk laktasi adalah pada saat dia harus duduk bersandar, panggungnya itu, payudara nempel di dinding, dia tidak nempel di tulang dada, dia nempel di dinding, jadi yang menyanggah sebenarnya itu otot punggung, harus dibikin rileks," ujar Peneliti ILUNI Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK di Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (20/12/2019)

Agar punggung rileks maka posisinya ia harus mendapat sandaran, lalu posisi juga tidak tegak lurus. Posisi berdiri hanya akan membuat semua otot bertumpu pada kaki dan punggung, sehingga semua otot aktif dan bekerja. Nah, hal ini memicu ASI tidak bisa keluar maksimal.

Peneliti ILUNI Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK [Suara.com/Dini]
Peneliti ILUNI Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK [Suara.com/Dini]

"Dibikin supaya punggungnya tidak jadi bertumpu, karena kalau dia sudah bertumpu, otot di sekitar tubuhnya tidak akan berkontraksi. Jadi kelenjarnya itu akan bener-benar fokus mengeluarkan ASI, kalau dia menyusu langsung bayinya, menghisap dengan sempurna. Kalau mompa, dia hasilnya akan keluar dengan lancar," paparnya.

Dr. Basrowi juga mengingatkan untuk memerhatikan penerangan yang tidak berlebihan supaya otak rileks, pencahayaan harus agak sedikit redup. Mengingat saat otak rileks, maka hormon atau ASI akan mudah keluar.

"Intinya gini dulu, dikasih fasilitas dulu, dia harus duduk yang enak kursinya harus ergonomis, kemudian wajib ada kulkas untuk nyimpen, karena dia udah mompa terus nggak nyimpen juga percuma," terangnya.

"Terus paling penting, ada juga wastafel buat nyuci, ketiga waktu harus diatur, kalau lebih dari 20 menit sampai 3 menit itu jadinya ngobrol, nggak akan keluar, mompa itu cuma 20 sampai 25 menit udah maksimal, dia udah kosong, dibiarin dia produksi lagi," sambungnya.

Catatannya, jika pumping dilakukan sambil ngobrol maka proses memedah juga akan terdistraksi dan tidak fokus, juga masalahnya di toilet ini sering keluar masuk dan tidak bisa berlama-lama.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS