Laktasi Ibu Menyusui Masih Rendah, Mungkinkah Cuti Melahirkan 6 Bulan?

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 20 Desember 2019 | 18:02 WIB
Laktasi Ibu Menyusui Masih Rendah, Mungkinkah Cuti Melahirkan 6 Bulan?
Ilustrasi menyusui di kantor, pekerja menyusui, ASI pekerja, pumping ASI [shutterstock]

Suara.com - Para pakar kesehatan di seluruh dunia sepakat bahwa menyusui bayi sebaiknya dilakukan secara eksklusif selama 6 bulan. Artinya, bayi selama 6 bulan hanya diberi ASI tanpa tambahan atau selingan apapun. Tapi sayangnya, ada banyak kendala dalam memberi ASI eksklusif selama 6 bulan, terutama di kalangan ibu bekerja.

Berdasarkan temuan dalam 15 tahun terakhir, pengetahuan dan perilaku laktasi ibu Indonesia ternyata tidak membaik secara signifikan. Kenyataan ini terbukti dari data Riskesdas yang menunjukkan bahwa prevalensi ASI eksklusif sejak 2003 hingga 2018 hanya mengalami kenaikan 5 persen, berkisar antara 32 hingga 38 persen. Padahal, secara nasional ditargetkan 80 persen.

Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Fakta ini juga didukung melalui penelitian Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK bersama rekan kerjanya dari ILUNI Kedokteran Kerja FKUI, yang menunjukkan hal serupa.

"Lebih dari 70 persen ibu Indonesia yang merupakan pekerja buruh dan sedang masa menyusui, sama sekali tidak mengerti bahwa menyusui merupakan perilaku sehat yang bisa bermanfaat bagi tumbuh kembang bayi dan juga kesehatan ibu itu sendiri," ujar Dr. Basrowi di Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (20/12/2019).

"Bahkan hampir 50 persen ibu Indonesia menyusui yang bekerja di kantoran belum mengetahui bahwa peraturan pemerintah bisa melindungi mereka untuk bisa bebas menyusui atau memompa ASI di kantor tanpa harus takut mendapat sanksi," sambung Dr. Basrowi.

Penelitian yang dikemukakan Dr. Basrowi itu berjudul Breastfeeding Knowledge, Attitude, and Practice among White-Collar and Blue-Collar Workers in Indonesia, dan sudah dipublikasikan di jurnal internasional JKMS.

Temuan lainnya yang juga tak kalah miris adalah rendahnya pengetahuan ibu tentang laktasi mirip dengan temuan sejak lebih dari satu dekade silam.

“Perkembangan teknologi informasi dan digital di Indonesia yang kelihatannya semakin banyak mengomunikasikan soal manfaat menyusui dan laktasi, kenyataannya kurang efektif memberi daya ungkit terhadap pengetahuan laktasi, sehingga perilaku menyusui juga tidak secara signifikan membaik," tuturnya.

Penelitian yang sempat dilakukan Dr. Basrowi ini juga menunjukkan bahwa perlindungan dari pemerintah agar para ibu melakukan laktasi, belum bisa diterapkan maksimal. Itu sebabnya, jelang momen peringatan Hari Ibu nasional ke-91, Dr. Basrowi kembali mengingatkan pemerintah bahwa laktasi harus dilakukan semua ibu, termasuk ibu bekerja sekalipun. Hal ini mengingat saat ini lingkungan kerja belum sepenuhnya kondusif.

baca juga

Penelitian terdahulu dari Dr. Basrowi juga menunjukkan hanya sekitar 21 persen tempat kerja di Indonesia yang memberikan dukungan fasilitas memadai untuk laktasi, dan hanya 7,5 persen pekerja di Indonesia yang bisa menikmati program promosi laktasi di tempat kerja.

"Apabila pemerintah belum bisa memberikan cuti melahirkan hingga 6 bulan, maka sangat penting untuk memastikan implementasi dukungan laktasi di tempat kerja menjadi maksimal, karena sangat penting untuk melindungi peran laktasi ibu," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Menyusui Dapat Mencegah Risiko Diabetes pada Anak di Masa Dewasa

Studi: Menyusui Dapat Mencegah Risiko Diabetes pada Anak di Masa Dewasa

Health | Kamis, 19 Desember 2019 | 13:44 WIB

Memotivasi Para Ibu, Kampanye Menyusui 2 Tahun Terus Disuarakan

Memotivasi Para Ibu, Kampanye Menyusui 2 Tahun Terus Disuarakan

Health | Senin, 02 Desember 2019 | 16:54 WIB

Kandungan ASI Selalu Berubah Setiap Waktu, Ketahui 6 Faktor Penyebabnya

Kandungan ASI Selalu Berubah Setiap Waktu, Ketahui 6 Faktor Penyebabnya

Health | Selasa, 19 November 2019 | 13:04 WIB

Terkini

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

News | Selasa, 15 September 2026 | 06:11 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 06:00 WIB

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

×