Bolehkah Bayi Dikasih Kopi Agar Tak Kejang Saat Demam?

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 21 Desember 2019 | 17:24 WIB
Bolehkah Bayi Dikasih Kopi Agar Tak Kejang Saat Demam?
Ilustrasi bayi diberi kopi. (Shutterstock)

Suara.com - Demam tinggi yang membuat bayi kejang memang sangat mengkhawatirkan para orang tua. Pada orangtua zaman dahulu, mereka percaya bahwa memberi kopi dapat mencegah bayi tak kejang saat demam. Bagaimana kebenarannya?

Salah besar! Memberi kopi pada bayi sama sekali tidak dibenarkan. Terlebih jika bayi masih berusia di bawah 6 bulan dan mendapat ASI eksklusif, ketika bayi tidak boleh mengonsumsi apapun selain ASI.

"Itu sama-sama (harus) kita edukasi, bahwa itu tidak boleh. Bayi itu makanannya hanya ASI eksklusif sampai 6 bulan, karena sistem pencernaannya belum bisa mencerna apapun," ujar peneliti ILUNI Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK di Blok M, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Dr. Basrowi mengingatkan bahwa di dalam kopi ada zat-zat tertentu yang harus diolah dalam enzim tubuh. Sedangkan tubuh bayi, biasanya belum bisa memproduksi enzim tertentu.

"Zat-zat seperti ini belum diproduksi. ASI kan ada laktosa, tapi sudah ada enzimnya, kalau kopi kan tidak ada. Anak kecil di bawah 6 bulan belum bisa memproduksi enzim, jadi kalau tidak keluar, ya diserap semua," jelas Dr. Basrowi.

Bahayanya, jika dipaksakan dan tetap dikonsumsi bayi, kopi bisa menyebabkan infeksi saluran pernapasan, bahkan bisa menyebabkan kematian pada bayi karena tubuhnya belum mampu mengolah.

Mirisnya, kesalahan pada orangtua, khususnya ibu, terjadi karena rendahnya kesadaran sekaligus minimnya informasi. Terutama mereka yang tinggal di wilayah terpencil yang sulit akses.

"Di daerah terpencil, mungkin lebih gampang karena tidak banyak bekerja, tapi banyak dari mereka yang memutus ASI dini karena diberikan makanan penamping ASI, karena mereka tidak tahu kalau tidak boleh diberikan makanan pendamping ASI (sebelum usia 6 bulan)," tutupnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bayi Prematur Berisiko Mengalami Kebutaan, Ini Cara Mencegahnya

Bayi Prematur Berisiko Mengalami Kebutaan, Ini Cara Mencegahnya

Health | Sabtu, 21 Desember 2019 | 16:14 WIB

Gara-gara Tanda Lahir, Ibu Ini Disuruh Pendeta Bunuh Bayinya Sendiri

Gara-gara Tanda Lahir, Ibu Ini Disuruh Pendeta Bunuh Bayinya Sendiri

News | Sabtu, 21 Desember 2019 | 05:28 WIB

Dokumentasikan Kelahiran, Ibu Ini Hampir Meninggal karena Plasentanya Macet

Dokumentasikan Kelahiran, Ibu Ini Hampir Meninggal karena Plasentanya Macet

Health | Jum'at, 20 Desember 2019 | 05:30 WIB

Terkini

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

×