Wabah Demam Babi Afrika, Kemenkes: Belum Ada Bukti Virus Menyerang Manusia

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Senin, 23 Desember 2019 | 18:41 WIB
Wabah Demam Babi Afrika, Kemenkes: Belum Ada Bukti Virus Menyerang Manusia
Masyarakat Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara, khususnya di sekitar Sungai Bedera, digegerkan oleh penemuan ratusan bangkai babi. [Kabarmedan]

Suara.com - Wabah Demam Babi Afrika, Kemenkes: Belum Ada Bukti Virus Menyerang Manusia

Wabah demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) yang menyerang hewan ternak babi kembali menghebohkan Indonesia. Kementerian Pertanian sudah memastikan jika ASF telah masuk ke Indonesia, dan Sumatera Utara sebagai wilayah pertama.

Sebanyak 30.000 babi sudah mati sejak September lalu karena ASF. Menanggapi itu Kementerian Kesehatan RI mengaku memang sudah memantau fenomena ini sejak September lalu, dan hingga virus ASF ditemukan sejak 2007, belum ada satupun yang bisa menjangkit manusia.

"Hingga saat ini belum ditemukan bukti bahwa virus ASF dapat menginfeksi manusia sejak ASF pertama kali dilaporkan. ASF secara rutin ditemukan di beberapa negara Afrika," ujar Dirjen P2P Kemenkes, Drg. Anung Sugihantono melalui pesan WhatsApp kepada Suara.com, Senin (23/12/2019).

Anung menjelaskan, virus ini bisa dengan sangat cepat menular pada babi melalui kontak langsung dan tidak langsung atau melalui produk olahan babi yang terinfeksi. Adapun gejalanya pada babi seperti demam, pendarahan internal dengan tingkat kematian yang tinggi.

"Sejak 2007, penyakit ini telah menyebar di beberapa negara di Eropa dan Asia, termasuk China untuk pertama kalinya pada 2018, dilanjut Mongolia, Vietnam, Kamboja, Republik Rakyat Demokratik Korea, Republik Demokratik Rakyat Laos, Filipina, Myanmar, Timor leste, dan Republik Korea," jelas Anung.

Kebijakan prosedur terhadap babi-babi ini, pencegahan dan perluasan penularan virus ASF seutuhnya jadi kewenangan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian yang harus bisa memastikan tidak mengimpor babi hidup maupun daging babi dari negara terdampak.

Ilustrasi babi (Shutterstock).
Ilustrasi babi (Shutterstock).

"Juga memastikan pembuangan limbah makanan yang benar dari pesawat terbang, kapal atau kendaraan yang berasal dari negara-negara yang terkena dampak, serta mengawasi impor ilegal babi hidup dan produk babi dari negara-negara yang terkena dampak," paparnya.

Tidak lupa juga mereka yang setiap harinya berhubungan erat dengan hewan ternak babi ini, atau mereka yang mengolah dagingnya untuk selalu waspada dan senantiasa menjaga kebersihan. Meski tidak menular pada manusia, tetapi bisa jadi penyakit kebersihan seperti Hepatitis A.

baca juga

"Untuk peternak babi dan pengolah makanan yang mengandung daging dan produk babi dihimbau untuk berhati-hati dengan selalu menerapkan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) dan memasak daging hingga matang," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPOM Sebut Wabah Demam Babi Tak Pengaruhi Pangan Olahan Babi Jelang Nataru

BPOM Sebut Wabah Demam Babi Tak Pengaruhi Pangan Olahan Babi Jelang Nataru

Health | Senin, 23 Desember 2019 | 16:36 WIB

Sumut Diteror Wabah Babi, Gubernur Edy Belum Terima Surat dari Kementan

Sumut Diteror Wabah Babi, Gubernur Edy Belum Terima Surat dari Kementan

News | Sabtu, 21 Desember 2019 | 16:39 WIB

Demam Babi Afrika Teror Indonesia, 30 Ribu Babi di Sumut Mati

Demam Babi Afrika Teror Indonesia, 30 Ribu Babi di Sumut Mati

News | Sabtu, 21 Desember 2019 | 12:39 WIB

Terkini

Disurati KPK Soal 2 Prajurit Terlibat Korupsi BNPB, Mabes TNI Siap Tindak Tegas

Disurati KPK Soal 2 Prajurit Terlibat Korupsi BNPB, Mabes TNI Siap Tindak Tegas

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:39 WIB

Semarang Cerah Berawan, Sejumlah Wilayah Jateng Berpotensi Hujan Ringan

Semarang Cerah Berawan, Sejumlah Wilayah Jateng Berpotensi Hujan Ringan

Jawa Tengah | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Calvin Verdonk Jadi Starter di Liga Champions, Ukir Sejarah Baru Indonesia

Calvin Verdonk Jadi Starter di Liga Champions, Ukir Sejarah Baru Indonesia

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:33 WIB

Demo di Kantor Gubernur Kaltim Memanas, Tanggapan Rudy Mas'ud Dinilai Normatif

Demo di Kantor Gubernur Kaltim Memanas, Tanggapan Rudy Mas'ud Dinilai Normatif

Kaltim | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:24 WIB

Peringati HSN 2026, Ahmad Luthfi Ajak  555 Ribu Santri Jateng Ikut Entaskan Kemiskinan

Peringati HSN 2026, Ahmad Luthfi Ajak 555 Ribu Santri Jateng Ikut Entaskan Kemiskinan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:24 WIB

7 Ciri Kulit Wajah Dehidrasi tapi Berminyak, Kenali Tanda dan Cara Merawatnya

7 Ciri Kulit Wajah Dehidrasi tapi Berminyak, Kenali Tanda dan Cara Merawatnya

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:24 WIB

Bukan Langsung Bangun Pabrik, Ini Strategi Indonesia Masuk Industri Chip Dunia

Bukan Langsung Bangun Pabrik, Ini Strategi Indonesia Masuk Industri Chip Dunia

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:16 WIB

Pidato Prabowo Jadi Mimpi Buruk? IHSG Dibuka Anjlok 1,51%

Pidato Prabowo Jadi Mimpi Buruk? IHSG Dibuka Anjlok 1,51%

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:12 WIB

Ada 5.400 Pesantren di Jateng, Ahmad Luthfi Perkuat Dukungan untuk Santri dan Guru Agama

Ada 5.400 Pesantren di Jateng, Ahmad Luthfi Perkuat Dukungan untuk Santri dan Guru Agama

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Konsumen Negara ini Rela Tunda Beli Mobil Demi Menunggu Mobil Listrik China

Konsumen Negara ini Rela Tunda Beli Mobil Demi Menunggu Mobil Listrik China

Otomotif | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:10 WIB

×