BPOM Sebut Wabah Demam Babi Tak Pengaruhi Pangan Olahan Babi Jelang Nataru

M. Reza Sulaiman | Vessy Dwirika Frizona | Suara.com

Senin, 23 Desember 2019 | 16:36 WIB
BPOM Sebut Wabah Demam Babi Tak Pengaruhi Pangan Olahan Babi Jelang Nataru
Kepala Badan POM, Penny Lukito memberikan keterangan pers di Kantor BPOM, Jakarta, Jumat (11/10). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - BPOM Sebut Wabah Demam Babi Tak Pengaruhi Pangan Olahan Babi Jelang Nataru

Jelang Natal dan Tahun Baru permintaan daging babi seperti di Sumatera Utara dan Sulawesi Utara meningkat. Namun, belakangan muncul isu yang meresahkan masyarakat bahwa wabah demam babi Afrika (African Swine Flu) telah mengancam Indonesia.

Ditemukan sebanyak 30.000 ribu mati sejak medio September 2019 karena demam babi Afrika. Lantas bagaimana langkah pemerintah dalam menaggapi problem demam bagi terkait konsumsi babi serta produk olahannya menjelang Natal dan Tahun Baru ini?

Ditemui Suara.com usai melakukan konferensi pers, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny K. Lukito menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan sejumlah langkah guna mencegah dampak demam babi terhadap konsumen.

"Terkait serangan demam babi kami menyampaikan apa yang sudah disampaikan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian. Bahwa demam babi itu tidak berpengaruh ke tubuh manusia," ucap Penny, Senin (23/12/2019) di kantor BPOM, Jakarta Pusat.

Berdasarkan penelitian yang sudah ada, disebutkan proses olahan pangan dari babi sudah melewati proses yang dapat mematikan virus atau ancaman bahaya lainnya ke tubuh manusia.

"Saya kira kalau dikaitkan dengan pangan apalagi pangan olahan, itukan ada prosesnya ya, tentang olahan pangan daging babi pasti ada proses yang saya kira dapat mematikan virusnya. Dan, juga ada data yang menyebutkan bahwa di dalam imun tubuh manusia pun virus itu akan mati," bebernya.

Jadi berdasarkan data yang ada virus dari penyakit demam babi tidak menimbulkan bahaya penyakit pada manusia apabila itu dikonsumsi yang artinya tidak terjadi penularan.

Suasana pusat penjualan daging Babi di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (12/1). [Suara.com/Fakhri Hermansyah]
Suasana pusat penjualan daging Babi di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (12/1). [Suara.com/Fakhri Hermansyah]

"Itu yang terjangkit hanya di babinya saja. Untuk menekan penyebaran wabah demam pun sudah ada langkah dari pemerintah yaitu menghentikan dulu di peternakan. Diharapkan Kemeterian Pertanian dan Peternakan untuk dapat mengisolir, atau dimatikan atau dikubur," kata Penny.

Dalam hal ini, dari data yang ada kelihatannya tidak ada bahaya yang mengancam rantai pangan. Misalnya dari babi hidup lalu masuk ke pangan olahan itu tidak ada ancaman.

"Jadi tidak ada risiko yang harus kami respon untuk melakukan penelitian sampai dengan saat ini," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPOM Rilis Lokasi Temuan Pangan Ilegal Jelang Natal dan Tahun Baru

BPOM Rilis Lokasi Temuan Pangan Ilegal Jelang Natal dan Tahun Baru

Health | Senin, 23 Desember 2019 | 15:27 WIB

Sumut Diteror Wabah Babi, Gubernur Edy Belum Terima Surat dari Kementan

Sumut Diteror Wabah Babi, Gubernur Edy Belum Terima Surat dari Kementan

News | Sabtu, 21 Desember 2019 | 16:39 WIB

Demam Babi Afrika Teror Indonesia, 30 Ribu Babi di Sumut Mati

Demam Babi Afrika Teror Indonesia, 30 Ribu Babi di Sumut Mati

News | Sabtu, 21 Desember 2019 | 12:39 WIB

Terkini

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB