Kesal Anaknya Tak Bisa Matematika, Ibu Ini Overdosis Obat Tidur!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 25 Desember 2019 | 14:29 WIB
Kesal Anaknya Tak Bisa Matematika, Ibu Ini Overdosis Obat Tidur!
Ilustrasi piletidur. (Shutterstock)

Suara.com - Semua orangtua pasti ingin anaknya pintar dalam pendidikan. Tetapi, tak seharusnya keinginan ini melukai anak maupun orangtua sendiri. Seperti wanita asal China yang masuk rumah sakit akibat kemarahannya dengan sang anak karena tidak paham materi matematika.

Menurut laporan yang dilansir dari Asia One, anaknya yang sudah berusia 7 tahun telah membuat dirinya dan suami merasa sangat prihatin. Pasalnya, sang anak sulit memahami materi matematika.

Karena itu, mereka pun mendaftarkan anaknya mengikuti beberapa kelas tambahan dan les malam untuk melatih kemampuan matematikanya.

Namun, satu sesi pelatihan itu tak juga membuat anaknya paham matematika. Xu pun mulai kehilangan kesabaran ketika anaknya tak paham matematika, meski sudah dijelaskan selama lebih dari 30 menit.

Ilustrasi ibu dan anaknya (shutterstock)
Ilustrasi ibu dan anaknya (shutterstock)

Saat itulah Xu mulai memarahi dan berdebat dengan anaknya. Suaminya yang mendengar perdebatan itu lantas turun dan berusaha menengahi situasi.

Dalam kemaraham buta, Xu langsung mengambil obat tidur dan menelan tujuh biji. Setelah itu, Xu mulai merasa tenang, tetapi tak lama kemudian ia merasa ada sesuatu yang tak beres.

Xu mengalami sakit kepala sehingga dilarikan ke rumah sakit. Xu yang mulai muntah-muntah juga tidak menunjukkan tanda-tanda komplikasi apapun.

"Ini pertama kalinya saya menemukan pasien mengalami overdosis karena minum obat tidur ketika marah dengan tugas sekolah anaknya," jelas direktur Departemen Gastroenterologi.

Biasanya orang yang mengalami overdosis cenderung memiliki gejola emosional dari berbagai peristiwa, seperti perpisahan dan pertengkaran keluarga.

Karena, pil tidur memiliki efek penghambat pada sistem saraf pusat. Sehingga pil tidur bisa membantu mendorong agar tidur lebih cepat dan nyenyak.

Namun, terlalu banyak konsumsi pil tidur bisa beracun. Apalagi jika tubuh menyerap lebih dari 10 hingga 20 kali dari yang disarankan. Bahkan berlebihan minum pil tidur bisa menyebabkan hipoventilasi hingga kematian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sering Minum Teh dan Kopi Membuat Kafein Tertahan di Aliran Darah, Bahaya?

Sering Minum Teh dan Kopi Membuat Kafein Tertahan di Aliran Darah, Bahaya?

Health | Rabu, 04 Desember 2019 | 20:23 WIB

Generasi Milenial Dianggap Berpotensi 'Mati Muda' akibat Hal Ini

Generasi Milenial Dianggap Berpotensi 'Mati Muda' akibat Hal Ini

Health | Kamis, 07 November 2019 | 17:47 WIB

Marah Karena Anak Tak Bisa Matematika, Ibu Ini Terkena Serangan Jantung

Marah Karena Anak Tak Bisa Matematika, Ibu Ini Terkena Serangan Jantung

Health | Senin, 04 November 2019 | 20:16 WIB

Terkini

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB