Inovatif, Siswa Filipina Berhasil Buat Batu Bata dari Kotoran Anjing Liar

Ade Indra Kusuma | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Kamis, 26 Desember 2019 | 12:10 WIB
Inovatif, Siswa Filipina Berhasil Buat Batu Bata dari Kotoran Anjing Liar
Ilustrasi anjing dan kucing liar [shutterstock]

Suara.com - Inovatif, Siswa Filipina Berhasil Buat Batu Bata dari Kotoran Anjing Liar

Membangun rumah yang indah dan kokoh tidaklah membutuhkan biaya yang sedikit, paling tidak puluhan juta sudah harus kita punya untuk membeli bahan material atau bahan bangunan.

Belum lagi biaya tukang bangunan dan biaya lain-lain akan membuat 'kepala berdenyut'.

Nah, sebuah inovasi unik buatan sekelompok siswa sekolah menengah di Filipina nampaknya bisa jadi jawaban dan mengikis biaya rekonstruksi.

Pasalnya siswa-siswa ini berhasil menemukan cara untuk mengubah kotoran anjing liar menjadi bahan campuran batu bata.

Ilustrasi batu bata (Pixabay/Nikiko)
Ilustrasi batu bata (Pixabay/Nikiko)

Mengutip Reuters, Kamis (26/12/2019) selain menurunkan biaya konstruksi bangunan, cara ini juga ampuh membersihkan jalanan kota dari kotoran binatang, seperti anjing dan kucing liar.

Dalam proyek penelitian dan pembuatan batu bata, siswa kelas delapan di Distrik Payatas, Manila Utara mengumpulkan dan mengeringkan kotoran anjing, yang kemudian dicampur dengan bubuk semen, kemudian dicetak menjadi batu bata persegi panjang.

"Jalanan di kota kita akan benar-benar bersih," ujar Mark Acebuche selaku pendamping kelas sains siswa.

Selanjutnya, Mark berharap pemerintah atau perusahaan lokal bisa mensponsori penelitian siswa untuk nantinya membantu meningkatkan produksi batu bata.

Sementara itu, kepemilikan anjing di Filipina memang tidak diatur dan tidak ada aturan untuk memelihara hewan. Sehingga seringkali aturan agar bisa menjaga kebersihan kotoran hewan masih cukup longgar. Inilah mengapa banyak ditemukan sejumlah besar anjing liar yang hidup di jalanan. 

Para siswa mengatakan batu bata bio yang mereka buat ini sangat ideal untuk dibuat terotoar atau konstruksi kecil seperti dinding halaman belakang rumah. Setiap batu bata mengandung 10 gram kotoran anjing, 10 gram bubuk semen, dan memiliki bau kotoran yang menurut para siswa ini akan berkurang seiring waktu berlalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wow, Rujak Kaki Lima Ini Disulap Siswa SMK Jadi Mewah Bak Makanan Hotel

Wow, Rujak Kaki Lima Ini Disulap Siswa SMK Jadi Mewah Bak Makanan Hotel

Tekno | Sabtu, 30 November 2019 | 16:01 WIB

Ilmuwan Ciptakan Vaksin Kanker dari Parasit Kotoran Kucing

Ilmuwan Ciptakan Vaksin Kanker dari Parasit Kotoran Kucing

Health | Selasa, 22 Juli 2014 | 20:30 WIB

Buang Kotoran Anjing Sembarangan, Wali Kota Ini Mundur

Buang Kotoran Anjing Sembarangan, Wali Kota Ini Mundur

News | Kamis, 19 Juni 2014 | 11:46 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB