Bukan dengan Mata Telanjang, Pakai Ini untuk Lihat Gerhana Matahari Cincin!

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 26 Desember 2019 | 12:59 WIB
Bukan dengan Mata Telanjang, Pakai Ini untuk Lihat Gerhana Matahari Cincin!
Fenomena Gerhana Matahari Cincin (GMC) jadi moment khusus saat libur sekolah. (Suara.com/Ali)

Suara.com - Pada Kamis (26/12/2019) terjadi fenomena alam yang hanya terjadi sekitar 1-2 tahun sekali, yaitu Gerhana Matahari Cincin (GMC).

Gerhana ini dapat dinikmati sebagian besar masyarakat Indonesia. Namun, sayangnya kita tidak oleh menikmati momen ini dengan mata telanjang.

Berdasakan Allaboutvision.com, Anda perlu menggunakan kacamata gerhana matahari, sebuah filter sangat gelap berbingkai kertas yang dirancang untuk melidungi mata dari kerusakan retina saat melihat gerhana.

Menatap gerhana matahari atau menatap matahari kapan saja, sebenarnya dapat menyebabkan retina terbakar. Ini dinamakan solar retinopathy atau solar maculopathy.

Kondisi ini dapat menyebabkan hilangnya kemampuan melihat secara permanen. Jadi memiliki pelindung mata yang memadai saat melihat gerhana matahari sangat penting.

Kacamata gerhana yang bersitifikat menawarkan perlindungan memadai dari sinar UV yang berpotensi merusak saat melihat gerhana.

Warga berbondong melihat fenomena Gerhana Matahari Cincin di PPIPTEK, Jakarta, Kamis (26/12/2019). [Suara.com/Tivan Rahmat]
Warga berbondong melihat fenomena Gerhana Matahari Cincin di PPIPTEK, Jakarta, Kamis (26/12/2019). [Suara.com/Tivan Rahmat]

Standar internasional untuk sebuah kacatama gerhana matahari sekali pakai adalah ISO 12312-2 untuk melihat matahari langsung secara aman.

Ada beberapa kiat untuk melihat gerhana matahari dengan aman yang disarankan oleh American Astronomical Society (AAS) dari National Science Foundation.

1. Selalu periksa filter matahari Anda sebelum digunakan. Jika tergores, tertusuk, sobek atau rusak, jangan gunakan kacamata tersebut.

2. Selalu awasi anak-anak yang menggunakan kacamata filter.

3. Jika Anda biasanya memakai kacamata, tetap pakai. Letakkan kacamata gerhana matahari Anda di atasnya.

Sedangkan untuk fotografer, AAS juga menyarankan:

1. Jangan melihat langsung ke matahari (atau matahari yang sebagian terhalang) melalui kamera, teleskop, teropong atau perangkat lain yang tidak disaring.

2. Jangan melihat matahari melalui kamera, teleskop, teropong atau perangkat optik lainnya, bahkan saat mengenakan kacamata gerhana.

Sinar matahari pekat yang melewati lensa perangkat optik dapat merusak filter kacamata gerhana dan masuk ke mata Anda dapat menyebabkan cedera serius.

3. Dapatkan saran ahli dari astronom sebelum menggunakan filter matahari dengan kamera, teleskop, teropong atau perangkat lain. Perhatikan bahwa filter surya harus dipasang di bagian depan teropong teleskop, lensa kamera atau optik lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Melongok Kagum Lihat Gerhana Matahari dari Teleskop di Planetarium

Warga Melongok Kagum Lihat Gerhana Matahari dari Teleskop di Planetarium

News | Kamis, 26 Desember 2019 | 12:51 WIB

Telur Jadi Alat Penelitian Gerhana Matahari Observator Malaysia di Batam

Telur Jadi Alat Penelitian Gerhana Matahari Observator Malaysia di Batam

News | Kamis, 26 Desember 2019 | 12:45 WIB

Suhu Kota Batam Jadi Dingin saat Gerhana Matahari Berlangsung

Suhu Kota Batam Jadi Dingin saat Gerhana Matahari Berlangsung

News | Kamis, 26 Desember 2019 | 12:43 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB