Temuan Terbaru, Rajin Minum Teh Mampu Meningkatkan Kesehatan Otak

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Minggu, 05 Januari 2020 | 16:00 WIB
Temuan Terbaru, Rajin Minum Teh Mampu Meningkatkan Kesehatan Otak
ilustrasi teko, teapot, ketel, minum teh [shutterstock]

Suara.com - Rajin minum teh selama ini diyakini membawa banyak manfaat baik bagi tubuh. Nah, sebuah studi baru-baru ini mengungkapkan bahwa peminum teh reguler memiliki wilayah otak yang lebih baik dibandingkan dengan bukan peminum teh.

Dilansir dari Science Daily, tim peneliti membuat penemuan ini setelah memeriksa data neuroimaging dari 36 orang dewasa berusia 60 tahun ke atas.

Mereka mengumpulkan data tentang kesehatan, gaya hidup dan kesejahteraan psikologis mereka. Para peserta lansia juga harus menjalani tes neuropsikologis dan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Penelitian dilakukan dari 2015 hingga 2018.

Setelah menganalisis kinerja kognitif dan hasil pencitraan peserta, tim peneliti menemukan bahwa individu yang mengonsumsi teh setidaknya empat kali seminggu selama sekitar 25 tahun memiliki daerah otak yang saling berhubungan dengan cara yang lebih efisien. Baik itu teh hitam, teh oolong maupun teh hijau.

Penelitian ini dilakukan bersama dengan kolaborator dari University of Essex dan University of Cambridge, dan diterbitkan dalam jurnal ilmiah Aging pada 14 Juni 2019.

Ilustrasi minum teh panas dan kue atau roti (Pixabay/pompi)
Ilustrasi minum teh panas dan kue atau roti (Pixabay/pompi)

"Hasil kami menawarkan bukti pertama dari kontribusi positif minum teh untuk struktur otak dan menyarankan bahwa minum teh secara teratur memiliki efek perlindungan terhadap penurunan terkait usia dalam organisasi otak," jelas ketua tim Asisten Profesor Feng Lei, yang berasal dari Departemen Kedokteran Psikologi di Sekolah Kedokteran NUS Yong Loo Lin.

Selain kesehatan otak, studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa asupan teh bermanfaat bagi peningkatan suasana hati dan pencegahan penyakit kardiovaskular.

Bahkan, hasil studi longitudinal yang dipimpin oleh Asisten Prof. Feng yang diterbitkan pada 2017 menunjukkan bahwa konsumsi teh setiap hari dapat mengurangi risiko penurunan kognitif pada orang tua sebesar 50 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Pilihan Teh untuk Menghangatkan Tubuh saat Musim Hujan

4 Pilihan Teh untuk Menghangatkan Tubuh saat Musim Hujan

Health | Kamis, 02 Januari 2020 | 15:00 WIB

Musim Hujan, Ini 7 Manfaat Teh Kayu Manis untuk Kesehatan Tubuh

Musim Hujan, Ini 7 Manfaat Teh Kayu Manis untuk Kesehatan Tubuh

Health | Rabu, 18 Desember 2019 | 13:29 WIB

Kelewat Tajir, Warganet Beli Es Teh Harga Rp 7 Ribu Pakai Ini

Kelewat Tajir, Warganet Beli Es Teh Harga Rp 7 Ribu Pakai Ini

Tekno | Rabu, 18 Desember 2019 | 08:40 WIB

Terkini

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB