Stres Memengaruhi Kondisi Tubuh, Apakah Bisa Memicu Kanker?

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Senin, 06 Januari 2020 | 11:00 WIB
Stres Memengaruhi Kondisi Tubuh, Apakah Bisa Memicu Kanker?
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

Suara.com - Banyak faktor pendorong stres, misalnya tekanan pekerjaan, masalah hubungan ataupun ketika seseorang memiliki masalah kesehatan serius.

Apabila stres tidak dikelola dengan baik, akan menjadi stres kronis yang justru semakin berdampak buruk pada tubuh. Bahkan, dalam beberapa kasus, stres berperan dalam perkembangan kanker.

Berdasarkan Live Science, sebuah studi telah menunjukkan beberapa cara bagaimana stres dapat memengaruhi perkembangan kanker, kata Shelley Tworoger, seorang profesor di Moffitt Cancer Center di Tampa, Florida.

Seperti yang dikatakannya dalam pertemuan American Association for Cancer Research di Atlanta, stres dapat mempercepat perkembangan dan memperburuk hasil pada mereka yang sudah memiliki jenis kanker tertentu.

Namun, masih ada pertanyaan tentang apakah stres kronis dapat memicu awal kanker.

Memang bukti bahwa stres dapat menyebabkan kanker masih lemah, tetapi, menurut National Cancer Institute, ada banyak alasan biologis untuk berpikir bahwa bisa jadi ada hubungan di antara keduanya.

(Shutterstock)
Ilustrasi stres akibat pekerjaan (Shutterstock)

Meski begitu, Tworoger mengakui merancang penelitian untuk membutikan stres dapat memicu kanker adalah hal yang sulit, sebagian karena pengalaman stres sangat subyektif dan sulit diukur.

Stres juga dapat memanifestasikan dirinya dalam tubuh dengan cara yang sangat berbeda, tergantung pada bagaimana seseorang memandang dan mengatasinya, kata Toworoger.

"Beberapa orang memiliki respon negatif terhadap stres pekerjaan dan beberapa lainnya justru senang dengan hal itu. Bahkan, mereka dapat berhasil karenanya," tutur Toworoger. Pada akhirnya, persepsi seperti ini memengaruhi respons tubuh.

baca juga

Di sisi lain, seorang dosen di bidang imunofarmakologi di University of Brighton, Inggris, Melanie Flint, mengatakan pelepasan hormon stres jangka panjang juga dapat menyebabkan kerusakan DNA dan memengaruhi perbaikannya.

Terlebih lagi, stres kronis dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Padahal, sistem ini berperan penting dalam membersihkan sel rusak akibat kesalahan genetik atau metabolisme. Jadi, sistem kekebalan yang lemah bisa menjadi pintu masuk bagi sel-sel kanker.

Sedangkan beberapa ahli berpikir bahwa bukan stres itu sendiri yang menyebabkan kanker, tetapi perilaku tidak sehat yang muncul akibat stres seperti merokok dan minum alkohol.

Ilustrasi perempuan stres atau depresi. (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan stres atau depresi. (Shutterstock)

"Konsensus umum tampaknya menunjukkan stres kronis sendiri tidak menyebabkan kanker, tetapi secara tidak langsung dapat meningkatkan risikonya," kata Firdaus Dhabhar, profesor di University of Miami.

Pada akhirnya, Toworoger mengatakan untuk memastikan jawaban ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

"Hormon stres dapat menyebabkan efek biologis lain yang terlibat dalam perkembangan kanker. Jadi, saya pikir kita perlu penelitian lebih lanjut sebelum mengatakan jika hubungan antara stres kronis dan risiko kanker adalah mitos," jelasnya.

Hal yang perlu diingat menurut Toworoger adalah stres dapat memengaruhi kondisi kesehatan tubuh, terutama pada kanker yang sudah ada.

"Kami tidak tahu apakah stres dapat memicu kanker, tetapi kami umumnya tahu bahwa mengidentifikasi strategi dalam mengatasi stres bisa berdampak positif," tandas Toworoger.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tinggi Badan Bisa Ungkap Risiko Penyakit Berbahaya, Begini Caranya

Tinggi Badan Bisa Ungkap Risiko Penyakit Berbahaya, Begini Caranya

Health | Jum'at, 03 Januari 2020 | 11:25 WIB

Dokter Lalai, Pasien Kanker Pankreas Terbakar Saat Dioperasi

Dokter Lalai, Pasien Kanker Pankreas Terbakar Saat Dioperasi

Health | Rabu, 01 Januari 2020 | 18:40 WIB

Olahraga 25 Menit Sehari Bisa Turunkan Risiko Kanker, ini Kata Penelitian!

Olahraga 25 Menit Sehari Bisa Turunkan Risiko Kanker, ini Kata Penelitian!

Health | Senin, 30 Desember 2019 | 15:55 WIB

Terkini

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:15 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB