Wabah Pneumonia Misterius di China, Kemenkes Sebut RI Tak Perlu Panik

M. Reza Sulaiman

Selasa, 07 Januari 2020 | 12:10 WIB
Wabah Pneumonia Misterius di China, Kemenkes Sebut RI Tak Perlu Panik
Ilustrasi pneumonia misterius yang terjadi di China. (Shutterstock)

Suara.com - Wabah Pneumonia Misterius di China, Kemenkes Sebut RI Tak Perlu Panik

Wabah pneumonia misterius tengah menjangkit di Wuhan, China. Sebanyak 44 kasus telah dilaporkan pekan lalu, dengan 11 di antaranya tergolong parah.

Menanggapi kabar ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengeluarkan edaran yang disampaikan kepada dinas kesehatan provinsi, rumah sakit, hingga kantor kesehatan pelabuhan tentang adanya ancaman penyakit pneumonia misteris dari China. Ia meminta masyarakat tidak panik karena upaya surveilans dan pencegahan sudah dilakukan oleh pemerintah.

"Jika ditemukan pasien seperti di Wuhan akan dilakukan perawatan, pengobatan, isolasi, serta melakukan investigasi dan penanggulangan untuk mencegah penyebaran penyakit meluas dan berpotensi menjadi kejadian luar biasa/wabah," ujar Anung, dikutip dari laman Kemenkes, Selasa (7/1/2020).

Ia mengatakan pemerintah telah melakukan deteksi, pencegahan dan respons terhadap kemungkinan masuknya pasien pneumonia berat dari luar negeri, termasuk dari China, ke Indonesia melalui Bandar Udara, Pelabuhan Laut dan Pos Lintas Batas Negara yang mencakup langkah aktivasi alat thermal scanner.

Kemenkes juga memantau kemungkinan ditemukannya virus atau mikroorganisma baru dari hasil pemeriksaan laboratorium pasien pneumonia berat. Selain itu, perkembangan penyakit pneumonia berat yang belum diketahui penyebabnya di dunia juga dipantau agar dapat segera dilakukan langkah yang diperlukan di Indonesia.

Gejala umum dari pneumonia adalah demam, batuk, dan kesulitan bernapas. Jika merasakan gejala penyakit seperti ini agar segera berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat seperti Puskesmas atau rumah sakit.

Ilustrasi pneumonia [shutterstock]
Ilustrasi pneumonia [shutterstock]

Ia juga menyampaikan imbauan khusus bagi WNI yang sedang atau akan melakukan perjalanan ke China, untuk menghindari kunjungan ke pasar ikan atau tempat penjualan hidup yang memungkinkan terjadinya infeksi.

"Selama di Tiongkok agar menghindari berkunjung ke Pasar Ikan atau tempat penjualan hewan hidup. Jika dalam perjalanan merasa berinteraksi dengan orang dengan gejala demam, batuk, dan sukar bernafas atau jatuh sakit dengan gejala yang sama, agar segera berobat ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdekat, dan jika setelah kembali ke Indonesia menunjukkan gejala demam, batuk, dan sukar bernapas agar segera berobat," tutupnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jika RS Curang Gunakan Klaim, BPJS Kesehatan Gandeng Kemenkes dan KPK

Jika RS Curang Gunakan Klaim, BPJS Kesehatan Gandeng Kemenkes dan KPK

Health | Senin, 06 Januari 2020 | 21:25 WIB

China Terserang Wabah Pneumonia Misterius, Puluhan Orang Terjangkit

China Terserang Wabah Pneumonia Misterius, Puluhan Orang Terjangkit

Health | Minggu, 05 Januari 2020 | 18:00 WIB

Curah Hujan Meningkat di 2020, Kemenkes Waspadai Penyakit Menular

Curah Hujan Meningkat di 2020, Kemenkes Waspadai Penyakit Menular

Health | Jum'at, 03 Januari 2020 | 18:18 WIB

Terkini

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Foto | Senin, 14 September 2026 | 05:00 WIB

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Bola | Senin, 14 September 2026 | 04:00 WIB

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

×