Pensiun Dini Sebelum 60 Tahun Berisiko Demensia, Ini Alasannya

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 09 Januari 2020 | 08:35 WIB
Pensiun Dini Sebelum 60 Tahun Berisiko Demensia, Ini Alasannya
Ilustrasi orang tua demensia (shutterstock)

Suara.com - Pensiun dini ternyata bisa mempercepat peningkatan risiko demensia. Para ilmuwan mempercayai kondisi itu disebabkan oleh kurangnya stimulasi mental yang dinikmati karyawan selama bekerja.

Beberapa tahun lalu, sejumlah penelitian telah meneliti kondisi pria pensiunan di Jepang yang sudah berusia 80 tahun. Dalam percobaan, beberapa dari mereka kembali ke pekerjaan sebelumnya seminggu sekali dan lainnya tinggal di rumah.

Hasilnya dilansir dari mirror.co.uk, setengah jam seminggu ke lingkungan kerja bisa menunda penurunan mental. Kini, para peneliti New York mengatakan berhenti bekerja sebelum usia 60 tahun bisa mempercepat penurunan kognitif dan kehilangan memori.

Setelah pensiun, biasanya ada sedikit interaksi dengan orang lain dan juga dikaitkan dengan penurunan kognitif serta pengembangan demensia.

Studi dari Amerika Serikat mengungkapkan orang yang pensiun dini lebih mungkin mengembangkan demensia daripada mereka yang bekerja hingga usia tua.

Ilustrasi (shutterstock)
Ilustrasi orang sudah pensiun (shutterstock)

Para ilmuwan mempercayai hal itu terjadi akibat kurangnya stimulasi mental yang dinikmati para karyawan selama bekerja. Selain itu, mereka mungkin kurang sosialisasi dan interaksi dengan orang-orang setelah pensiun.

Perubahan setelah pensiun dini itulah yang dikaitkan dengan risiko penurunan kognitif atau demensia.

Sementara itu, penelitian belum tahu pasti penyebab demensia. Namun, pola diet, olahraga, interaksi sosial, dan stimulasi mental mungkin bisa mengurangi risiko demensia.

Tim akademisi dari Brighamton University di New York menganalisis lebih dari 17.500 orang di China Retirement Longitudinal Survey. Mereka menguji orang yang bekerja dan sudah pensiun dari segi berpikir, memori dan kesejahteraannya secara keseluruhan.

baca juga

Hasilnya, mereka menemukan orang yang menerima tunjangan pensiun menunjukkan penurunan mental jauh lebih cepat daripada mereka yang masih bekerja.

Indikator paling dramatis di antara pensiunan adalah kehilangan ingatan yang 20 persen lebih buruk dari mereka yang masih bekerja di usia tua.

"Pada kalangan lansia, keterlibatan dalam aktivitas sosial menjadi faktor utama yang paling kuat untuk mempertahankan fungsi kognitif di usia tua," jelas penulis studi Plamen Nikolov, asisten profesor ekonomi di Brighamton.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakar Ungkap Manfaat Nonton Film Natal Diulang-ulang bagi Pasien Demensia

Pakar Ungkap Manfaat Nonton Film Natal Diulang-ulang bagi Pasien Demensia

Health | Senin, 23 Desember 2019 | 18:00 WIB

Mengulang Film atau Musik Natal Ternyata Berguna bagi Penderita Demensia

Mengulang Film atau Musik Natal Ternyata Berguna bagi Penderita Demensia

Health | Senin, 23 Desember 2019 | 16:29 WIB

Video Telanjang Tersebar, Penyanyi Cantik Pensiun DIni dari Dunia Hiburan

Video Telanjang Tersebar, Penyanyi Cantik Pensiun DIni dari Dunia Hiburan

Lifestyle | Rabu, 04 Desember 2019 | 15:13 WIB

Orang yang Buta Huruf Lebih Berisiko Terkena Demensia di Kemudian Hari

Orang yang Buta Huruf Lebih Berisiko Terkena Demensia di Kemudian Hari

Health | Rabu, 20 November 2019 | 20:00 WIB

Terkini

Green SM Perluas Bisnis, Kini Masuk Pasar Ojek Motor Listrik

Green SM Perluas Bisnis, Kini Masuk Pasar Ojek Motor Listrik

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:48 WIB

3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu

3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:43 WIB

Pengakuan Bayu Setiadi, Dibayar Jadi Mahasiswa Palsu Undira di Acara Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

Pengakuan Bayu Setiadi, Dibayar Jadi Mahasiswa Palsu Undira di Acara Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Bahlil Minta KKKS Lambat Kembalikan Konsesi Migas ke Negara

Bahlil Minta KKKS Lambat Kembalikan Konsesi Migas ke Negara

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Dari Toko Sembako Jadi Agen BRILink, Kisah Sri Asih Bantu Permudah Transaksi Warga Kutoarjo

Dari Toko Sembako Jadi Agen BRILink, Kisah Sri Asih Bantu Permudah Transaksi Warga Kutoarjo

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Perluas Cerita, The Remarried Empress Rilis Side Story dan Kisah Alternatif

Perluas Cerita, The Remarried Empress Rilis Side Story dan Kisah Alternatif

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Rosan Tampik Danantara Hadir untuk Ambil Proyek Swasta

Rosan Tampik Danantara Hadir untuk Ambil Proyek Swasta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:29 WIB

Daya Tarik Keuangan Syariah Jadi Pendorong Transformasi Ekonomi Nasional

Daya Tarik Keuangan Syariah Jadi Pendorong Transformasi Ekonomi Nasional

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:29 WIB

Shame on You Raffi Ahmad! Dosen UBSI Protes Keras Acara Deklarasi Sumpah Pemuda Bundaran HI

Shame on You Raffi Ahmad! Dosen UBSI Protes Keras Acara Deklarasi Sumpah Pemuda Bundaran HI

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:24 WIB

Strategi Emiten Sawit Hadapi Masalah Sosial Imbas Karhutla

Strategi Emiten Sawit Hadapi Masalah Sosial Imbas Karhutla

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:22 WIB

×