Penyidik Sebut Reynhard Sinaga Psikopat, Apa Bedanya dengan Sosiopat?

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 08 Januari 2020 | 19:08 WIB
Penyidik Sebut Reynhard Sinaga Psikopat, Apa Bedanya dengan Sosiopat?
Ilustrasi ekspresi wajah datar. (Shutterstock)

Suara.com - Reynhard Sinaga, pria Indonesia yang memerkosa hampir 200 pria ini digambarkan sebagai seorang psikopat oleh polisi. Reynhard melemahkan korbannya menggunakan obat bius yang dicampurkan ke dalam alkohol.

Selain itu dilansir dari manchestereveningshow.co.uk, Reynhard juga memfilmkan aksinya ketika memerkosa ratusan korbannya. Bahkan detektif sampai menemukan 3,29 terabyte video dan foto Reynhard bersama korban pemerkosaannya.

Akibat kasus ini, Reynhard dijatuhkan hukuman penjara seumur hidup. Tetapi, Hakim Goddard QC melihat tidak ada perasaan bersalah dan penyelasan di wajah Reynhard Sinaga selama pengadilan.

Inspektur Senior Detektif Inspektur Zed Ali, dari Greater Manchester Police juga mengatakan kalau Reynhard Sinaga memiliki masalah gangguan narsistik dan psikopat.

Seperti yang Anda ketahui, psikopat adalah gangguan yang membuat seseorang tidak memiliki hati nurani dan empati kepada orang lain. Salah satu ciri-ciri psikopat juga tidak pernah memiliki rasa bersalah dan penyesalan ketika ketahuan membuat kesalahan.

Tetapi, beberapa orang mungkin sering keliru membedakan antara psikopat dan sosiopat. Hal itu karena dua hal ini sama-sama istilah psikologi yang digunakan untuk mendeskripsikan gangguan mental umum.

Reynhard Sinaga, WNI yang perkosa ratusan pria di Inggris (ist)
Reynhard Sinaga, WNI yang perkosa ratusan pria di Inggris (ist)

Padahal ada perbedaan antara psikopat dan sosiopat. Menurut L. Michael Tompkins, EdD., seorang psikolog di Sacramento County Mental Health Treatment Center, dilansir dari hellosehat.com, psikopat cenderung tidak memiliki kerangka berpikir untuk mengembangkan nilai etika dan moral.

Hal ini terjadi akibat ketidakseimbangan genetik dan reaksi senyawa kimiawi dalam otak. Bahkan, otak orang psikopat memiliki susunan berbeda yang membuat orang awam sulit mendeteksinya.

Orang psikopat biasanya melakukan kejahatan dengan darah dingin. Mereka memiliki naluri predator dan menyerang secara proaktif, bukan sebagai reaksi terhadap konfrontasi.

baca juga

Sedangkan sosiopat timbul akibat cacat otak bawaan layaknya orang psikopat. Namun, pola asuh orangtua juga memiliki peran lebih dalam mengembangkan gangguan mental ini.

Orang sosiopat biasanya licik dan manipulatif. Biasanya mereka juga pembohong patologis, terlepas dari sosoknya yang tulus. Orang dengan gangguan mental ini cenderung memiliki tinggal di dalam rumah dan mengasingkan diri dari lingkungan.

Bedanya dengan psikopat, orang sosiopat melakukan kejahatan kasar maupun tidak itu terjadi atas dasar paksaan. Mereka adalah orang tidak sabar, sangat impulsif dan lebih mudah menyerah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Detektif Sebut Reynhard Sinaga Psikopat, Waspadai Ciri-cirinya!

Detektif Sebut Reynhard Sinaga Psikopat, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Rabu, 08 Januari 2020 | 18:22 WIB

Keluarga atau Teman Jadi Korban Perkosaan, Psikolog Beri Saran Pendampingan

Keluarga atau Teman Jadi Korban Perkosaan, Psikolog Beri Saran Pendampingan

Health | Rabu, 08 Januari 2020 | 16:02 WIB

Berita Melenceng Reynhard Berpotensi Jadi Bahan Bakar Sentimen Anti-LGBT

Berita Melenceng Reynhard Berpotensi Jadi Bahan Bakar Sentimen Anti-LGBT

News | Rabu, 08 Januari 2020 | 14:48 WIB

Sosok Reynhard Sinaga di Mata Para Polisi yang Memeriksanya

Sosok Reynhard Sinaga di Mata Para Polisi yang Memeriksanya

Lifestyle | Rabu, 08 Januari 2020 | 13:26 WIB

Terkini

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:39 WIB

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:38 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:27 WIB

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:22 WIB

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Health | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:01 WIB

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:58 WIB

Massa Pendemo Bakar Barier Dekat Plaza UOB, Letusan Terdengar

Massa Pendemo Bakar Barier Dekat Plaza UOB, Letusan Terdengar

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:52 WIB

×