Korban Pemerkosaan Enggan Melapor, Dokter Jiwa Ungkap Alasannya

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 10 Januari 2020 | 18:52 WIB
Korban Pemerkosaan Enggan Melapor, Dokter Jiwa Ungkap Alasannya
Ilustrasi korban pemerkosaan dan kekerasan seksual. (Shutterstock)

Suara.com - Korban Pemerkosaan Enggan Melapor, Dokter Jiwa Ungkap Alasannya

Reynhard Sinaga disebut sebagai pemerkosa berantai terburuk di dunia, setelah pengadilan memutuskannya bersalah atas 48 kasus perkosaan di Manchester, Inggris.

Sejatinya, pihak penyidik dan kepolisian menyebut korban Reynhard Sinaga bisa jadi lebih banyak, hingga 190 orang. Namun, hanya 48 orang tersebut yang mau mengaku dan bersaksi di pengadilan terkait kasus ini.

Berkaca dari kasus Reynhard Sinaga, ada ratusan korban perkosaan yang enggan melapor kejahatan yang dialaminya ke pihak berwenang. Bisa jadi pula, korban tidak menceritakan pengalaman tersebut kepada orang lain, bahkan keluarga dan sahabat terdekat.

Spesialis kejiwaan dr. Gina Anindyajati, SpKJ mengatakan menjadi korban kekerasan seksual termasuk pemerkosaan memang selalu berada dalam posisi sulit. Di Indonesia misalnya yang masih kental dengan adat ketimuran, membuka diri sebagai korban artinya membuka aib.

"Contoh yang paling sering kami dapatkan misalnya ketika ada kasus kekerasan seksual pada anak, anak ini dibawa oleh orang tuanya, kemudian diketahui pelakunya adalah adik dari ibunya, dilema itu ngelewatinnya gimana, dateng ke rumah sakit aja udah alhamdulillah," ujar dr. Gina dalam seminar awam dan media di FKUI, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat, (10/1/2020).

Korban berani berkonsultasi ke pakar sudah jadi kemajuan, tapi belum tentu korban akan menindaklanjutinya secara hukum. Inilah mengapa dokter juga kerap dilanda dilema, karena sadar betul kekerasan seksual seharusnya memang dilaporkan.

"Tapi kalau dari keluarga memutuskan, 'kami tidak akan melapor', karena kalau kita lihat pelakunya itu baik di ranah publik maupun ranah privat itu orang yang dikenal," tuturnya.

Seperti istri mengalami kekerasan oleh suami misalnya, pandangan agama itu juga disebutkan sebagai aib, di mana kita tidak boleh membuka aib suami. Alhasil, lagi-lagi sulit keluar dari 'lingkaran setan' ini.

baca juga

"Orang yang bisa datang sampai ke pusat krisis terpadu (PKT), kami itu kami anggap luar biasa berani, alhamdulillah bisa nyampe. Tapi berapa banyak dari PKT kemudian melanjutkan pendampingan ke Polri penanggulangan pasca stres trauma, nggak sampai 10 persen," imbuhnya.

dr. Gina Anindyajati, SpKJ, pakar kesehatan jiwa bicara tentang trauma korban kekerasan. (Suara.com/Dini Afrianti)
dr. Gina Anindyajati, SpKJ, pakar kesehatan jiwa bicara tentang trauma korban kekerasan. (Suara.com/Dini Afrianti)

Enggan melapor ini karena sistem penanganan korban kekerasan seksual belum seutuhnya berpihak pada korban. Tak jarang, karena melapor juga membuat ingatan korban kembali pada kejadian yang sebenernya tidak ingin dia ingat. Apalagi jika di kepolisian kerap kali, kronologi selalu ditanyakan berulang-ulang, dan hal ini menyakiti psikis korban terus menerus.

"Belum ditanya penyidik satu, besok ke penyidik yang lain lagi, seminggu berturut-turut kaya gitu, dengan pertanyaan yang sama. Jadi trauma ini bukan cuma soal kekerasan seksual yang terjadi, tapi sistem juga membuat retraumatisasi itu terjadi," ungkap dr. Gina menggebu-gebu.

Kembalinya kenangan buruk yang membuat trauma memang sakitnya tidak terlihat secara fisik, tapi sangat membekas pada pikiran. Alhasil, stres karena trauma membuat kehidupan sehari-hari terganggu dan menjadi 'manusia disabilitas'.

"Seseorang dia nggak bisa kerja, ada disabilitas dalam pekerjaan, dia tidak bisa menjalin relasi yang baik dengan orang lain. Tidak bisa memiliki hubungan yang harmonis dengan keluarganya, ini kan satu bentuk disabilitas satu bentuk kecacatan," imbuhnya.

"Manusia itu punya fungsi sosial, ketika fungsu sosialnya cacat ya cacatlah dia sebagai manusia," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Reynhard Sinaga Pernah Gabung Manchester United? Ini Jawaban Manajemen

Reynhard Sinaga Pernah Gabung Manchester United? Ini Jawaban Manajemen

News | Jum'at, 10 Januari 2020 | 13:21 WIB

Keluarga atau Teman Jadi Korban Perkosaan, Psikolog Beri Saran Pendampingan

Keluarga atau Teman Jadi Korban Perkosaan, Psikolog Beri Saran Pendampingan

Health | Rabu, 08 Januari 2020 | 16:02 WIB

Ekspresi Datar Reynhard Sinaga Saat Divonis Seumur Hidup, Ciri  Psikopat?

Ekspresi Datar Reynhard Sinaga Saat Divonis Seumur Hidup, Ciri Psikopat?

Health | Rabu, 08 Januari 2020 | 07:15 WIB

Terkini

Beban Ganda Perempuan Indonesia: Tubuh Diatur, Rahim Dipajaki

Beban Ganda Perempuan Indonesia: Tubuh Diatur, Rahim Dipajaki

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Gebyar Pap Smear JKN, Upaya BPJS Lindungi Ibu dari Kanker Rahim

Gebyar Pap Smear JKN, Upaya BPJS Lindungi Ibu dari Kanker Rahim

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:29 WIB

Peringati Setahun Sekolah Rakyat, Kemensos Salurkan 5.000 Paket Sembako di Sulsel

Peringati Setahun Sekolah Rakyat, Kemensos Salurkan 5.000 Paket Sembako di Sulsel

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:25 WIB

Kenapa Pembalut Kena Pajak? Ini Alasan Produk Menstruasi Dikenai PPN 11 Persen

Kenapa Pembalut Kena Pajak? Ini Alasan Produk Menstruasi Dikenai PPN 11 Persen

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Fotografer Thailand Raih Gelar Southeast Asia Open di The 17th Epson International Pano Awards

Fotografer Thailand Raih Gelar Southeast Asia Open di The 17th Epson International Pano Awards

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling

Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling

Kaltim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:22 WIB

Apa Fungsi dari BB Cream Emina? Intip Manfaat dan Pilihan Shade-nya

Apa Fungsi dari BB Cream Emina? Intip Manfaat dan Pilihan Shade-nya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:22 WIB

Media Singapura Ikut Bingung Minuman Kemasan Diduga Mengandung Sabun Beredar di Demo Bundaran HI

Media Singapura Ikut Bingung Minuman Kemasan Diduga Mengandung Sabun Beredar di Demo Bundaran HI

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:20 WIB

KPK Umumkan Dedi Congor Tersangka Baru di Kasus Bea Cukai

KPK Umumkan Dedi Congor Tersangka Baru di Kasus Bea Cukai

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:18 WIB

Sempat Dihalangi Dampingi Puluhan Massa Aksi di Polda DIY, 34 Orang Akhirnya Dipulangkan

Sempat Dihalangi Dampingi Puluhan Massa Aksi di Polda DIY, 34 Orang Akhirnya Dipulangkan

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:16 WIB

×