Mengejutkan! Banyak Korban Kekerasan Seksual Seolah Tak Melawan, Mengapa?

Ririn Indriani, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 11 Januari 2020 | 11:14 WIB
Mengejutkan! Banyak Korban Kekerasan Seksual Seolah Tak Melawan, Mengapa?
Ilustrasi korban kekerasan seksual. (Shutterstock)

Suara.com - Siapa yang tahu jika seseorang akan mengalami kekerasan seksual, seperti pelecehan hingga pemerkosaan.

Di banyak kasus yang terjadi, banyak yang mempertanyakan mengapa korban seolah tidak melawan?

Dokter spesialis Kesehatan Jiwa dr. Gina Anindyajati, SpKJ mengatakan setidaknya ada 3 respon alami otak manusia saat berada dalam situasi ancaman, termasuk pemerkosaan, yakni fight atau melawan, flight atau kabur menghindar, dan freeze atau membeku tidak bergerak di tempat.

Ketiga respon ini sangat susah ditentukan, perlu pemahaman dan adaptasi pada satu kondisi ancaman. Jika ingin melawan tidak semua kondisi kita harus melawannya, apalagi jika cenderung mengancam nyawa.

"Karena nggak semua bahaya juga harus kita fight, kita harus tahu diri dong, saat kondisinya sangat membahayakan orang dengan pisau misalnya, kemudian kita fight (melawan), kita juga mati dong, jangan-jangan kita perlunya flight (pergi kabur) pada saat itu," ujar dr Gina di FKUI, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020)

Di kebanyakan kasus yang terjadi, sambung dia, responnya adalah membeku alias tidak berkutik dan tidak bisa berbuat apapun. Ini menjadikan kita seolah-olah tidak melawan, mengingat itu sangat mengagetkannya dan tidak ada pelatihan insting terlebih dahulu.

"Ada orang tendensinya secara natural dia fight ngelawan. Tapi ada juga orang yang akan kabur, dia nggak ngelawan tapi dia kabur. Ada orang yang freeze, jadi dia stone (membatu) dia nggak bisa mikir, badannya nggak bisa berbuat apa-apa, karena otaknya terkunci, nggak semua orang bisa fight, nggak semua bisa flight, dan nggak semua bisa freeze," urai dr Gina merinci.

Jadi, kata dia, penting untuk mengenali bagaimana respon tubuh kita saat menghadapi ancaman seperti pelecehan dan pemerkosaan. Lalu, latihlah respon itu yang disesuaikan pada situasi dan kondisi yang terjadi untuk mengeluarkan respon yang tepat.

baca juga

"Nah, ini perlu dilatih, insting itu ada tapi kemudian kita berespon terhadap sesuatu, insting itu akan kasih alarm ini bahaya, tetapi kemudian apa yang harus dilakukan saat bahaya , itulah respon yang dilatih," jelas dr Gina menutup perbincangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada! Berikut Mereka yang Berisiko Jadi Korban Kekerasan Seksual

Waspada! Berikut Mereka yang Berisiko Jadi Korban Kekerasan Seksual

Health | Jum'at, 10 Januari 2020 | 22:36 WIB

Dokter Jiwa Ungkap Alasan Kenapa Korban Pemerkosaan Enggan Melapor

Dokter Jiwa Ungkap Alasan Kenapa Korban Pemerkosaan Enggan Melapor

Video | Sabtu, 11 Januari 2020 | 08:00 WIB

Korban Pemerkosaan Enggan Melapor, Dokter Jiwa Ungkap Alasannya

Korban Pemerkosaan Enggan Melapor, Dokter Jiwa Ungkap Alasannya

Health | Jum'at, 10 Januari 2020 | 18:52 WIB

'Kecanduan Seks', Benarkah Termasuk Gangguan Seksual?

'Kecanduan Seks', Benarkah Termasuk Gangguan Seksual?

Health | Jum'at, 10 Januari 2020 | 15:12 WIB

Tak Hanya pada Wanita, Menopause dapat Dialami Pria dengan Tanda Ini!

Tak Hanya pada Wanita, Menopause dapat Dialami Pria dengan Tanda Ini!

Health | Jum'at, 10 Januari 2020 | 14:16 WIB

Jadi Tersangka, Guru SD Cabul di Sleman Sempat Buat Kesal Orang Tua Korban

Jadi Tersangka, Guru SD Cabul di Sleman Sempat Buat Kesal Orang Tua Korban

Jogja | Jum'at, 10 Januari 2020 | 12:24 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×