5 Tahun Makan Nasi dan Cabai, Wanita Ini Meninggal karena Kurang Gizi

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 16 Januari 2020 | 12:30 WIB
5 Tahun Makan Nasi dan Cabai, Wanita Ini Meninggal karena Kurang Gizi
Ilustrasi anak perempuan kekurangan gizi. (Pixabay/Alexas_Fotos)

Suara.com - Seorang wanita asal China meninggal dunia setelah hidup prihatin demi membiayai tagihan medis kakaknya. Selama 5 tahun, wanita bernama Wu Huayan itu hanya mengonsumsi nasi, cabai dan roti kukus sesekali.

Akibatnya, wanita 24 tahun ini pun mengalami kekurangan gizi akibat gaya hidupnya yang super hemat. Tubuh Wu Huayan pun kerdil, sangat kurus dan menderita sejumlah masalah kesehatan lainnya.

Sebelumnya, Wu sudah kehilangan ibunya sejak usia 4 tahun dan ayahnya meninggal ketika ia berusia 18 tahun. Saat itu, Wu sudah khawatir memikirkan biaya perawatan medis kakaknya yang menderita psikosis intermiten.

Setiap bulannya, ia hanya bertahan dengan uang 300 yuan atau sekitar Rp 595 ribu. Wu Huayan pun harus berhemat dan menabung dengan melewatkan sarapan.

Ia juga selalu makan nasi dengan cabai setiap hari. Bahkan, ia juga akan memakan cabai yang sudah membusuk demi menghemat uang lebih banyak.

"Kehidupan saya tidak seperti anak-anak lainnya yang tinggal minta uang ke orangtua jika tidak memiliki uang. Karena, saya tidak memiliki orangtua lagi," kata Wu Huayan sebelum meninggal dunia, dikutip dari asiaone.com.

ilustrasi gizi buruk [shutterstock]
ilustrasi gizi buruk [shutterstock]

Wu Huayan pertama kali menjadi berita utama pada Oktober tahun lalu karena mengumpulkan dana untuk operasi katup jantung secara online.

Pada 2018 silam, Wu mulai merasa tubuhnya yang hanya seberat 21,4 kg dan tinggi 1,35 meter sudah tidak sehat. Kakinya sering bengkak, dia merasa lesu dan kesulitan tidur. Rambutnya yang dulu tebal juga sering rontok dan begitu pun alisnya.

Tetapi, Wu selalu mengabaikan kondisinya dan tidak pernah menemui dokter. Sampai akhirnya seorang teman mendesaknya agar segera menemui dokter.

Saat itulah dokter mendiagnosis Wu menderita penyakit katup jantung dan perlu operasi. Pasalnya, 3 dari 4 katup jantungnya sudah tidak berfungsi dengan baik.

Karena itu pula, Wu mengumpulkan dana sumbangan secara online. Sayanga setelah dananya terkumpul, Wu justru tidak bisa menjalani operasi karena berat badannya yang sangat kurang.

Sampai akhirnya Wu meninggal dunia karena kekurangan gizi selama bertahun-tahun. Padahal ia berharap bisa pulih dari kondisinya dan mengikuti ujian serta memiliki pekerjaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Sulit, Ini Cara Praktis Ajarkan Pasangan untuk Hidup Hemat

Tak Sulit, Ini Cara Praktis Ajarkan Pasangan untuk Hidup Hemat

Bisnis | Sabtu, 21 Desember 2019 | 10:16 WIB

Jalani Prosedur TAVI, Pasien Jantung Ini Beri Testimoni Memuaskan

Jalani Prosedur TAVI, Pasien Jantung Ini Beri Testimoni Memuaskan

Health | Senin, 02 Desember 2019 | 14:27 WIB

Terlalu Hemat, 4 Zodiak Ini Sering Dikira Pelit oleh Teman-Teman

Terlalu Hemat, 4 Zodiak Ini Sering Dikira Pelit oleh Teman-Teman

Lifestyle | Selasa, 01 Oktober 2019 | 12:10 WIB

Demi Anaknya Bisa Makan Roti, Wanita Ini Tahan Lapar dengan Makan Es Batu!

Demi Anaknya Bisa Makan Roti, Wanita Ini Tahan Lapar dengan Makan Es Batu!

Health | Kamis, 26 September 2019 | 11:10 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB