Kebiasaan Merokok Bisa Sebabkan Turun Berok, Kenali Gejalanya pada Pria

Kamis, 16 Januari 2020 | 11:15 WIB
Kebiasaan Merokok Bisa Sebabkan Turun Berok, Kenali Gejalanya pada Pria
Ilustrasi pria sakit hernia (shutterstock)

Suara.com - Secara medis, turun berok dikenal sebagai hernia. Penyakit ini sangat umum di kalangan pria yang menyebabkan tonjolan kecil di perut atau pangkal paha.

Turun berok atau hernia terjadi ketika ada kelemahan atau lubang di peritoneum, dinding berotot yang biasanya menjaga organ perut tetap di tempatnya.

Kerusakan pada peritoneum ini memungkinkan organ dan jaringan mendorong atau herniate yang menghasilkan tonjolan.

Dalam banyak kasus, dilansir oleh medicalnewstoday.com, tidak ada alasan jelas terjadinya hernia, kecuali hernia insisional (komplikasi dari operasi perut).

Risiko hernia meningkat seiring bertambahnya usia dan terjadi lebih sering pada pria daripada wanita. Hernia dapat bersifat bawaan atau berkembang pada anak-anak yang memiliki kelemahan pada dinding perutnya.

Tetapi, aktivitas dan masalah medis tertentu yang meningkatkan tekanan pada dinding perut dapat menyebabkan hernia. Hal ini termasuk batuk terus-menerus, pembesaran prostat, obesitas, mengangkat barang berat, merokok hingga gizi buruk.

Ilustrasi hernia (shutterstock)
Ilustrasi hernia (shutterstock)

Gejala hernia

Dalam banyak kasus, hernia tidak lebih dari pembengkakan tanpa rasa sakit yang tidak menimbulkan masalah dan tidak memerlukan perhatian medis.

Namun, hernia mungkin menjadi penyebab ketidaknyamanan dan rasa sakit. Gejala penyakit hernia pun seringkali lebih buruk ketika berdiri, mengejan atau mengangkat benda-benda berat.

Baca Juga: Rebus Kulit Pisang 10 Menit Lalu Minum, Rasakan 5 Manfaatnya pada Tubuh!

Beberapa kasus hernia pun membutuhkan pembedahan segera. Misalnya, ketika bagian dari usus menjadi terhambat atau tercekik oleh hernia inguinalis.

Perhatian medis segera juga diperluka ketika hernia inguinalis menghasilkan keluhan perut akut, seperti rasa sakit, mual, muntah dan tonjolan tidak bisa didorong kembali ke perut.

Pada kasus ini, pembengkakan biasanya keras dan lunak tidak dapat didorong kembali ke perut. Hernia hiatal juga bisa menghasilkan gejala refluks asam, seperti mulas akibat asam lambung yang masuk ke kerongkongan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI