5 Tahun Makan Nasi dan Cabai, Wanita Ini Meninggal karena Kurang Gizi

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
5 Tahun Makan Nasi dan Cabai, Wanita Ini Meninggal karena Kurang Gizi
Ilustrasi anak perempuan kekurangan gizi. (Pixabay/Alexas_Fotos)

Seorang wanita meninggal dunia karena kekurangan gizi akibat hanya makan nasi dan cabai selama 5 tahun.

Suara.com - Seorang wanita asal China meninggal dunia setelah hidup prihatin demi membiayai tagihan medis kakaknya. Selama 5 tahun, wanita bernama Wu Huayan itu hanya mengonsumsi nasi, cabai dan roti kukus sesekali.

Akibatnya, wanita 24 tahun ini pun mengalami kekurangan gizi akibat gaya hidupnya yang super hemat. Tubuh Wu Huayan pun kerdil, sangat kurus dan menderita sejumlah masalah kesehatan lainnya.

Sebelumnya, Wu sudah kehilangan ibunya sejak usia 4 tahun dan ayahnya meninggal ketika ia berusia 18 tahun. Saat itu, Wu sudah khawatir memikirkan biaya perawatan medis kakaknya yang menderita psikosis intermiten.

Setiap bulannya, ia hanya bertahan dengan uang 300 yuan atau sekitar Rp 595 ribu. Wu Huayan pun harus berhemat dan menabung dengan melewatkan sarapan.

Ia juga selalu makan nasi dengan cabai setiap hari. Bahkan, ia juga akan memakan cabai yang sudah membusuk demi menghemat uang lebih banyak.

"Kehidupan saya tidak seperti anak-anak lainnya yang tinggal minta uang ke orangtua jika tidak memiliki uang. Karena, saya tidak memiliki orangtua lagi," kata Wu Huayan sebelum meninggal dunia, dikutip dari asiaone.com.

ilustrasi gizi buruk [shutterstock]
ilustrasi gizi buruk [shutterstock]

Wu Huayan pertama kali menjadi berita utama pada Oktober tahun lalu karena mengumpulkan dana untuk operasi katup jantung secara online.

Pada 2018 silam, Wu mulai merasa tubuhnya yang hanya seberat 21,4 kg dan tinggi 1,35 meter sudah tidak sehat. Kakinya sering bengkak, dia merasa lesu dan kesulitan tidur. Rambutnya yang dulu tebal juga sering rontok dan begitu pun alisnya.

Tetapi, Wu selalu mengabaikan kondisinya dan tidak pernah menemui dokter. Sampai akhirnya seorang teman mendesaknya agar segera menemui dokter.

Saat itulah dokter mendiagnosis Wu menderita penyakit katup jantung dan perlu operasi. Pasalnya, 3 dari 4 katup jantungnya sudah tidak berfungsi dengan baik.

Karena itu pula, Wu mengumpulkan dana sumbangan secara online. Sayanga setelah dananya terkumpul, Wu justru tidak bisa menjalani operasi karena berat badannya yang sangat kurang.

Sampai akhirnya Wu meninggal dunia karena kekurangan gizi selama bertahun-tahun. Padahal ia berharap bisa pulih dari kondisinya dan mengikuti ujian serta memiliki pekerjaan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS