Jangan Sering Minum Air Kemasan dalam Botol, Ini 3 Bahaya pada Tubuh!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 16 Januari 2020 | 13:30 WIB
Jangan Sering Minum Air Kemasan dalam Botol, Ini 3 Bahaya pada Tubuh!
Ilustrasi air minum dengan botol plastik sekali pakai. (Pixabay/fotoblend)

Suara.com - Air kemasan dalam botol seringkali jadi pilihan ketika perjalanan jauh atau tidak ada air bersih untuk minum dan memasak. Sayangnya, air botolan justru bukan pilihan terbaik untuk dikonsumsi.

Tampak luar air botolan mungkin memang terlihat lebih bersih daripada air ledeng, air kran atau lainnya. Tetapi faktanya, air botolan juga tidak lebih bersih dan aman daripada air ledeng.

Dilansir oleh Naturallivingideas.com, berikut ini beberapa alasan Anda harus berhenti mengonsumsi air botolan.

1. Air botol tidak lebih bersih dan aman

Sebuah tinjauan terhadap industri air minum dalam kemasan oleh NRDC, Dewan Pertahanan Sumber Daya Alam, menetapkan bahwa tidak ada jaminan bahwa air minum dalam kemasan lebih bersih atau lebih aman.

Hasil penelitian dari 1.000 botol air, mereka menemukan setidaknya 25 persen air botolan sebenarnya hanyalah air ledeng. Sementara 22 persen dari air minum kemasan yang realtif murni dan bersih mengandung tingkat kimiawi yang berada di atas batas kesehatan.

Jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama, kontaminan tersebut dapat menyebabkan kanker dan masalah kesehatan lainnya, terutama mereka yang sistem kekebalannya lemah.

Ilustrasi air mineral kemasan atau air kemasan. (Shutterstock)
Ilustrasi air mineral kemasan atau air kemasan. (Shutterstock)

2. Lebih banyak bahan kimia dan senyawa lainnya di dalam botol

Penelitian lain telah menemukan bahwa sampel air kemasan tidak hanya mengandung phthalate tetapi beberapa mengandung jamur, mikroba, benzena, trihalomethanes bahkan arsenik.

baca juga

Air botolan juga mengandung obat-obatan dan produk lainnya, termasuk nikotin. Satu studi dari Spanyol menemukan bahwa air kemasan mengandung lebih dari 50 obat aktif di dalamnya, serta nikotin yang sangat adiktif.

BPA dalam botol air plastik tipe 7 juga dikaitkan dengan banyak komplikasi untuk wanita hamil serta janin. Kandungan ini bertindak seperti estrogen "palsu" yang bisa menyebabkan kelainan kromosom.

3. Botol plastik menghabiskan banyak energi dan air

National Geographic melaporkan bahwa energi yang dibutuhkan untuk memproduksi, mengangkut dan membuang botol air plastik di AS, antara 15 dan 17 juta barel minyak.

Artinya, setiap kali Anda menggunakan botol plastik untuk menampung air, Anda telah menggunakan lebih banyak air untuk memproduksinya.

4. Botol plastik memenuhi tempat pembuangan akhir

The Project Air memperkirakan bahwa ada lebih dari dua juta ton botol air plastik meluap di landfill Amerika Serikat. Meskipun botol plastik ini dapat didaur ulang, hanya satu dari lima yang berhasil masuk ke tempat sampah daur ulang, yang artinya sisanya akan mencemari planet kita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasca Banjir, Layanan Air Bersih di Jakarta Terganggu sampai Sabtu

Pasca Banjir, Layanan Air Bersih di Jakarta Terganggu sampai Sabtu

News | Kamis, 09 Januari 2020 | 15:01 WIB

Jadi Pelarut Universal, Ini Pentingnya Air buat Body Mobil

Jadi Pelarut Universal, Ini Pentingnya Air buat Body Mobil

Otomotif | Rabu, 08 Januari 2020 | 16:00 WIB

Ancaman Leptospirosis, Menkes Terawan Tekankan Pentingnya Air Bersih

Ancaman Leptospirosis, Menkes Terawan Tekankan Pentingnya Air Bersih

Health | Jum'at, 03 Januari 2020 | 14:24 WIB

Terkini

Bisnis Vape di Tengah Isu Narkoba, APVI Minta Penindakan Tepat Sasaran

Bisnis Vape di Tengah Isu Narkoba, APVI Minta Penindakan Tepat Sasaran

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 08:38 WIB

Tuding GMNI Underbow PKI, Kepala Kanwil Kemenag Jatim Dilaporkan ke Bareskrim!

Tuding GMNI Underbow PKI, Kepala Kanwil Kemenag Jatim Dilaporkan ke Bareskrim!

News | Rabu, 23 September 2026 | 08:37 WIB

Bagaimana Cara Menghitung Volume Tabung Jika Hanya Diketahui Keliling Alas dan Tingginya?

Bagaimana Cara Menghitung Volume Tabung Jika Hanya Diketahui Keliling Alas dan Tingginya?

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 08:35 WIB

Shin Oishinbo Resmi Diproduksi, Anime Kuliner Legendaris Kembali

Shin Oishinbo Resmi Diproduksi, Anime Kuliner Legendaris Kembali

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 08:30 WIB

Raih Juara II MTQ Nasional 2026, Bocah asal Siak Dapat Hadiah Umrah

Raih Juara II MTQ Nasional 2026, Bocah asal Siak Dapat Hadiah Umrah

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 08:26 WIB

Terancam Produk Impor, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Turun Tangan Selamatkan Hasil Panen

Terancam Produk Impor, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Turun Tangan Selamatkan Hasil Panen

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 08:20 WIB

Game Battle Makin Kompetitif, Format VGC 202627 Resmi Digelar di Asia

Game Battle Makin Kompetitif, Format VGC 202627 Resmi Digelar di Asia

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 08:20 WIB

4 Low pH Cleanser Lokal Berbahan Aloe Vera Buat Kulit Sensitif Tetap Lembap

4 Low pH Cleanser Lokal Berbahan Aloe Vera Buat Kulit Sensitif Tetap Lembap

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 08:10 WIB

Gelar RUPSLB, Direksi Bursa Masih Rahasiakan Pembahasan Demutualisasi

Gelar RUPSLB, Direksi Bursa Masih Rahasiakan Pembahasan Demutualisasi

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 08:05 WIB

Kebakaran di Kebayoran Lama: 18 Rumah Ludes, 150 Jiwa Terdampak, Kerugian Rp1,2 Miliar!

Kebakaran di Kebayoran Lama: 18 Rumah Ludes, 150 Jiwa Terdampak, Kerugian Rp1,2 Miliar!

News | Rabu, 23 September 2026 | 08:04 WIB

×