Viral Rebus Mie Instan dan Bungkusnya, Pakar Gizi Buka Suara

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 17 Januari 2020 | 09:00 WIB
Viral Rebus Mie Instan dan Bungkusnya,  Pakar Gizi Buka Suara
Masak Mie Sebungkus-bungkusnya. (twitter.com/foodfess2)

Suara.com - Viral Rebus Mie Instan dan Bungkusnya, Ini Kata Pakar Gizi

Buat penggemar bakso dan cuanki, tidak jarang kita melihat mie instan direbus langsung bersama dengan kemasannya.

Cara ini tidaklah sehat, karena kandungan plastik yang berbahaya akan mengontaminasi air dan masuk ke tubuh.

Menurut Guru Besar Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS, efeknya memang tidak dalam jangka pendek, tapi jangka panjang. Dampak yang tidak terlihat langsung inilah yang membuat pedagang terus melakukannya.

Sehingga ia menyarankan para pedagang untuk diberikan penyuluhan dan edukasi pengetahuan tentang berbahayanya kandungan plastik yang masuk ke tubuh.

"Saya kira ini harus pentingnya edukasi. Ini inti dari pendidikan keamanan konsumen yang belum dipahami oleh masyarakat termasuk oleh penjual," ujar Prof. Ali kepada Suara.com melalui sambungan telepon, Kamis (16/7/2020).

Edukasi bisa dilakukan kepada pedagang dan industri UMKM atau pedagang kecil oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), termasuk juga jajaran kesehatan dari Kemenkes untuk selalu lakukan pembinaan. Agar akses keamanan pangan ini bisa terjamin kedepannya.

"Lakukan pembinaan selalu ada. Jadi pedagang itu update terhadap pengetahuan tapi kalau mereka itu mau tidak mau dipaksa untuk melakukan atau mendengarkan sosialisasi penyuluhan," tutur Prof. Ali.

Aspek perguruan tinggi juga bisa memainkan perannya sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Misalnya perguruan tinggi membuka kelas edukasi penyuluhan kepada penjual makanan kecil.

baca juga
Merebus Mi Instan. (Shutterstock)
Merebus Mi Instan. (Shutterstock)

"Edukasi penjual makanan dagangan diselenggarakan oleh perguruan tinggi ini terkait dengan keamanan pangan, kegiatan produksi itu kan menjadi bagian dari pengabdian masyarakat kalau di perguruan tinggi yang konsen terhadap persoalan tersebut," jelasnya.

Prof. Ali menambahkan, perguruan tinggi tidak bisa berjalan sendirian, karena tugas harus dipikul bersama. Perlu juga peran pemerintah, seperti dinas kesehatan, khususnya BPOM dan Kemenkes dengan kebijakan dan sebagainya.

"Kadang-kadang nggak mau kalau sudah jadi kebiasaan, karena menganggap hal itu tidak berbahaya karena tidak menimbulkan jangka pendek. Seperti sekarang formalin itu kan tidak fatal dalam jangka pendek," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah: Sudah Pedulikah Terhadap Masalah Sampah Plastik?

Pemerintah: Sudah Pedulikah Terhadap Masalah Sampah Plastik?

Your Say | Kamis, 16 Januari 2020 | 14:24 WIB

Jangan Sering Minum Air Kemasan dalam Botol, Ini 3 Bahaya pada Tubuh!

Jangan Sering Minum Air Kemasan dalam Botol, Ini 3 Bahaya pada Tubuh!

Health | Kamis, 16 Januari 2020 | 13:30 WIB

Malaysia Ganti Sedotan Plastik dengan Serai Lho, Solusi Ramah Lingkungan

Malaysia Ganti Sedotan Plastik dengan Serai Lho, Solusi Ramah Lingkungan

Lifestyle | Kamis, 16 Januari 2020 | 13:30 WIB

Terkini

Gara-gara Crowded, Polisi Akui Salah Paham Amankan Personel TNI Saat Demo di DPR

Gara-gara Crowded, Polisi Akui Salah Paham Amankan Personel TNI Saat Demo di DPR

News | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:53 WIB

Soroti Eksekusi Lahan Sawit di Batanghari, Mantan Ketua KY: Tak Ada Hak Pengadilan!

Soroti Eksekusi Lahan Sawit di Batanghari, Mantan Ketua KY: Tak Ada Hak Pengadilan!

Riau | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:48 WIB

6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan

6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan

Tekno | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:37 WIB

Dobrak Tradisi! Cholil Nafis Larang Rokok di Ruang Sidang Muktamar NU Jombang

Dobrak Tradisi! Cholil Nafis Larang Rokok di Ruang Sidang Muktamar NU Jombang

News | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:30 WIB

Bahaya Keamanan Layar Sentuh Mobil Modern Kian Jadi Sorotan dalam Sebuah Studi Terbaru

Bahaya Keamanan Layar Sentuh Mobil Modern Kian Jadi Sorotan dalam Sebuah Studi Terbaru

Otomotif | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:29 WIB

PLN Proyeksi PLTS BESS di Bali Hemat BBM 500 Ribu Kiloliter per Tahun

PLN Proyeksi PLTS BESS di Bali Hemat BBM 500 Ribu Kiloliter per Tahun

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:26 WIB

5 Bulan yang Baik untuk Menikah Menurut Hitungan Weton Jawa, Dipercaya Bawa Keberuntungan

5 Bulan yang Baik untuk Menikah Menurut Hitungan Weton Jawa, Dipercaya Bawa Keberuntungan

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:20 WIB

Google Bawa Agentic AI ke Industri Keuangan, Bukan Sekadar Chatbot

Google Bawa Agentic AI ke Industri Keuangan, Bukan Sekadar Chatbot

Tekno | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:17 WIB

30 Ribu Wisatawan Dieng Culture Festival Dibidik QRIS, Transaksi UMKM Makin Digital

30 Ribu Wisatawan Dieng Culture Festival Dibidik QRIS, Transaksi UMKM Makin Digital

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:10 WIB

Sepotong Rendang Pelepas Rindu

Sepotong Rendang Pelepas Rindu

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:05 WIB

×