Makan Telur Setiap Hari Tingkatkan Penyakit Jantung? Begini Faktanya!

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 21 Januari 2020 | 11:21 WIB
Makan Telur Setiap Hari Tingkatkan Penyakit Jantung? Begini Faktanya!
Ilustrasi telur (Shutterstock)

Suara.com - Telur memiliki banyak nutrisi yang sangat penting untuk tubuh. Protein di dalam telur memiliki kualitas tinggi yang menyediakan semua asam amino asensial dan dapat menstabilkan kadar gula darah.

Sedangkan bagian kuningnya mengandung antioksidan yang dapat mengurangi risiko degenerasi makula. Kandungan ini juga melindungi tubuh dari penyakit jantung, stroke, serta beberapa jenis kanker.

Jadi, amankah mengonsumsi telur setiap hari?

Selama ini, banyak orang yang khawatir mengonsumsi telur karena disebut dapat meningkatkan kolesterol. Padahal, faktanya tidak demikian.

Sebuah penelitian pada 2016 yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan, makan satu telur dalam sehari tidak terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Ilustrasi telur dan roti. (Shutterstock)
Ilustrasi telur dan roti. (Shutterstock)

Dikutip dari Today, memang benar satu telur mengandung sekitar 1,6 gram lemak jenuh, namun, ada lebih dari setengah lemak di dalam telur (2,7 gram) berasal dari asam lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda yang sehat untuk jantung (termasuk omega 3).

"Artinya, telur meningkatkan HDL (kolesterol baik) ke tingkat yang lebih besar daripada LDL (koleseterol jahat)," kata Peter Schulman, MD, seorang ahli jantung dan profesor kedokteran di University of Connecticut.

Sebenarnya, ada banyak alasan bagus untuk mengonsumsi telur, kata Schulman dilansir Health. Telur kaya akan vitamin E, selenium, dan folat yang memainkan peran penting dalam kesehatan otak, penglihatan dan melindungi tubuh dari peradangan.

Di sisi lain, telur mengandung protein yang, berdasarkan studi pada 2013, dapat membuat Anda merasa lebih kenyang sehingga Anda akan makan lebih sedikit.

"Jika ada seseorang yang berusaha menurunkan berat badan dan hanya mengonsumsi sarapan yang hanya mengandung karbohidrat tinggi tanpa protein, Anda akan cepat merasa lapar lagi," kata Schulman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lagi Ngetren Diet Tinggi Protein, Peneliti Imbau Risiko Kanker

Lagi Ngetren Diet Tinggi Protein, Peneliti Imbau Risiko Kanker

Health | Senin, 20 Januari 2020 | 12:35 WIB

Joserizal Jurnalis Meninggal karena Jantung, Kenali Penyebab dan Gejalanya

Joserizal Jurnalis Meninggal karena Jantung, Kenali Penyebab dan Gejalanya

Health | Senin, 20 Januari 2020 | 11:27 WIB

Ade Irawan Meninggal di Usia 82 Tahun, Risiko Tinggi Sakit Jantung?

Ade Irawan Meninggal di Usia 82 Tahun, Risiko Tinggi Sakit Jantung?

Health | Sabtu, 18 Januari 2020 | 07:25 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB