Rutin Sunbeds 3 Kali Seminggu, Wanita Ini Derita Kanker Kulit Mematikan

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Rutin Sunbeds 3 Kali Seminggu, Wanita Ini Derita Kanker Kulit Mematikan
Ilustrasi kanker kulit (pexels/jenna hamra)

Seorang wanita menderita kanker kulit mematikan setelah rutin sunbeds 3 kali seminggu demi kulit tampak kecokelatan.

Suara.com - Carrie Searcy, seorang ibu satu anak ini merasa menyesal setelah rutin melakukan perawatan sunbeds sejak usia 16 hingga 25 tahun. Selama waktu itu, Carrie Searcy selalu melakukan perawatan sunbeds 3 kali seminggu.

Tetapi, kini ia memeringatkan semua orang agar tak mengikuti jejaknya setelah didiagnosis menderita kanker kulit mematikan.

Awalnya, Carrie memperhatikan ada titik putih di dahinya ketika menginjak usia 30 tahun. Ia pun melakukan perawatan kecantikan di rumah untuk menghilangkan titik putih itu tapi tidak berhasil.

Carrie lantas memutuskan pergi ke dokter kulitnya. Hasil biopsi pun mengungkapkan bahwa Carrie menderita karsinoma sel basal dan membutuhkan pembedahan hanya dalam beberapa minggu.

Akhirnya, dokter melakukan operasi selama 6 jam untuk menghilangkan titik putih itu dari dahinya. Sayangnya, operasi itu meninggalkan bekas luka empat inci di dahinya.

Ilustrasi seorang perempuan berjemur di bawah sunbeds (Shutterstock)
Ilustrasi seorang perempuan berjemur di bawah sunbeds (Shutterstock)

"Selama 9 tahun saya terobsesi dengan penampilan tubuh yang kecokelatan. Jadi saya melakukan sunbeds tiga kali seminggu dan tidak pernah memakai suncream," kata Carie dikutip oleh mirrror.co.uk.

Carrie terobsesi dengan penampilan kulit kecokelatan karena melihat model di majalan. Tetapi beberapa tahun kemudian, kebiasaannya itu justru menyebabkan kondisi serius.

"Bintik putih itu kira-kira besarnya seujung jariku. Jujur, saya berpikir operasi itu akan baik-baik saja. Tetapi perawatan mengatakan bahwa pertumbuhan kanker saya sudah seperti gunung es," ujarnya.

Bekas luka lebar di dahi itu pun menurunkan kepercayaan diri Carrie. Karena itu, Carrie tak berharap orang lain mengikuti jejaknya karena risikonya sangat nyata.

"Ketika saya melihat bekas jahitannya, saya takut dan menangis. Karena betapa besar bekas lukanya yang menghitam. Pada gilirannya, saya juga memiliki kanker," ujarnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS