Heboh Kantong Empedu Diduga Isi Boba, Akhirnya Dokter Ungkap Faktanya!

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 24 Januari 2020 | 09:05 WIB
Heboh Kantong Empedu Diduga Isi Boba, Akhirnya Dokter Ungkap Faktanya!
Minuman bubble tea. (Pixabay/HIROAKI KANEDA)

Suara.com - Belakangan viral di media sosial video seorang dokter menunjukkan kantong empedu pasiennya. Ia menyayat kantong empedu itu dan mengeluarkan bola-bola hitam.

Video itu menjadi viral karena banyak orang mengira bola-bola hitam di dalam kantong empedu itu merupakan boba atau bubble tea.

Video viral itu pun ramai dibagikan orang-orang melalui WhatsApp dengan pesan agar berhenti mengonsumsi minuman dengan topping boba.

"Minuman yang mengandung bubblenya nggak bisa tercerna...share biar semua tahu," tulisan pesan berantai WhatsApp.

Awalnya, video kantung empedu itu diunggah oleh dr. Miyata melalui akun instagram @justageneralsurgeon. Dalam unggahannya, dr Miyata memang menuliskan "bag of boba".

Dokter memperlihatkan kantong empedu yang diduga isi boba (Instagram/@ppdsgram)
Dokter memperlihatkan kantong empedu yang diduga isi boba (Instagram/@ppdsgram)

Tetapi, dr. Miyata juga memberikan sejumlah hashtag #gallstone yang menjelaskan bahwa bola-bola itu sesungguhnya batu empedu, bukan minuman boba.

Setelah video tersebut viral di media sosial dan banyak orang menduga bahwa itu akibat seseorang mengonsumsi boba, sang dokter akhirnya mengunggah video klarifikasi.

Ia menjelaskan bahwa itu bukan boba sungguhan, tetapi batu empedu. Bahkan, ia juga memberi tahu minum boba atau bubble tea tidak semenyeramkan itu.

Dokter menglarifikasi kalau kantong empedu tidak berisi boba (Instagram/@justageneralsurgeon)
Dokter menglarifikasi kalau kantong empedu tidak berisi boba (Instagram/@justageneralsurgeon)

Menurutnya, konsumsi minuman boba tidak berbahaya asalkan Anda menikmatinya dalam jumlah sedang. Bagaimanapun, konsumsi boba berlebihan tetap saja bisa menyebabkan masalah kesehatan.

"Postingan kantong empedu "kantong boba" saya pada 9 Januari 2020 menjadi viral! Orang mengira saya benar-benar menemukan kantong empedu yang penuh dengan bola boba. Tetapi, video itu sesungguhnya tidak menunjukkan hal itu. Boba tidak berbahaya, ini adalah makanan bergula yang harus dinikmati dalam jumlah sedang, tetapi boleh dihindari karena masalah kesehatan," jelas dr. Miyata.

Video klarifikasi itu seolah mempertegas bahwa video tentang kantong empedu sebelumnya bukan berisi boba, melainkan batu empedu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terjadi Lagi, Remaja 13 Tahun Alami Masalah Pencernaan Akibat Bubble Tea

Terjadi Lagi, Remaja 13 Tahun Alami Masalah Pencernaan Akibat Bubble Tea

Health | Sabtu, 18 Januari 2020 | 15:41 WIB

Bikin Kulit Lembap, Pencinta Milk Tea Harus Coba Lotion Boba yang Satu Ini!

Bikin Kulit Lembap, Pencinta Milk Tea Harus Coba Lotion Boba yang Satu Ini!

Lifestyle | Jum'at, 17 Januari 2020 | 19:44 WIB

Hati-hati! Modus Baru Penyelundupan Ekstasi Dicampur dalam Minuman Boba

Hati-hati! Modus Baru Penyelundupan Ekstasi Dicampur dalam Minuman Boba

News | Rabu, 15 Januari 2020 | 12:50 WIB

Kuliner Hits dan Kekinian Sepanjang 2019, Kamu Sudah Coba?

Kuliner Hits dan Kekinian Sepanjang 2019, Kamu Sudah Coba?

Your Say | Jum'at, 27 Desember 2019 | 10:12 WIB

Terkini

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB