Cegah Virus Corona, Saatnya Berhenti Konsumsi Daging Hewan Liar

Silfa Humairah Utami | Suara.com

Senin, 27 Januari 2020 | 15:31 WIB
Cegah Virus Corona, Saatnya Berhenti Konsumsi Daging Hewan Liar
Sup kelelawar jadi viral karena dikaitkan dengan virus corona (twitter)

Suara.com - Cegah Virus Corona, Saatnya Berhenti Konsumsi Daging Hewan Liar

Wabah novel coronavirus diduga dari ular menurut hasil investigasi pada Journal of Medical Virology. Namun, dugaan ini ditampik oleh peneliti lain dari Pasteur Institute of Shanghai, China. Alih-alih berasal dari ular, mereka meyakini bahwa novel coronavirus muncul akibat konsumsi hewan liar.

Mengapa ada orang yang senang mengonsumsi hewan liar?

Dilansir Hello Sehat , Pasar Huanan yang disinyalir menjadi tempat awal munculnya novel coronavirus diketahui tak hanya menjual makanan laut, namun juga menjual hewan liar seperti kelelawar, landak, dan ular, serta makanan yang diolah dari daging hewan liar tersebut.

Sejak merebaknya wabah novel coronavirus, banyak pedagang di sana telah menutup keterangan menjual hewan-hewan liar pada toko mereka. Meski demikian, hal ini tidak menyurutkan minat masyarakat yang sudah terbiasa mengonsumsi daging hewan liar.

Masyarakat di sejumlah negara, begitu pun Indonesia, memang memiliki kegemaran terhadap bahan pangan yang tidak umum ini. Padahal, minimnya kebersihan membuat pasar hewan liar menjadi tempat potensial untuk penyebaran penyakit, termasuk infeksi novel coronavirus.

Bagi kelompok masyarakat tertentu, daging hewan liar dianggap sebagai makanan yang lezat dan lebih bernutrisi dibandingkan hewan ternak. Makanan ini juga dilihat sebagai simbol kekayaan karena harganya mahal dan lebih sulit didapatkan.

Konsumsi daging hewan liar juga kerap diterapkan dalam pengobatan tradisional China. Tidak sedikit yang percaya bahwa daging liar dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menyembuhkan berbagai penyakit.

Pandangan ini masih sulit diubah sekalipun zaman telah berkembang pesat. Tanpa kebijakan yang ketat, pasar hewan liar masih akan tetap bertahan dan meningkatkan risiko penularan sejumlah penyakit, tidak terkecuali novel coronavirus.

Bahaya keberadaan pasar hewan liar

Novel coronavirus memiliki kemiripan dengan virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang mewabah pada tahun 2002. Keduanya berasal dari famili coronavirus yang sama, tapi dengan tipe yang berbeda.

Seperti coronavirus lainnya, virus SARS-CoV diduga menyebar dari hewan ke manusia. Virus ini awalnya menginfeksi kelelawar, lalu menular antarspesies ke musang dan akhirnya menginfeksi manusia di provinsi Guangdong, China selatan.

Para ilmuwan yang meneliti novel coronavirus dari China meyakini bahwa virus ini juga menginfeksi hewan liar yang sama. Meski analisis genetik menunjukkan kaitan dengan ular, virus yang dinamai 2019-CoV ini lebih berkemungkinan menjangkiti mamalia seperti tikus dan kelelawar.

Sekitar 70 persen dari seluruh penyakit infeksi yang baru muncul berasal dari hewan liar. Risiko penyebaran patogen (bibit penyakit) pun bertambah besar karena habitat alami hewan-hewan tersebut terganggu oleh kegiatan manusia.

Selain itu, ribuan patogen dari berbagai jenis hewan saling bercampur di pasar hewan liar. Kondisi ini membuka kesempatan bagi virus, bakteri, dan parasit untuk bermutasi menjadi patogen yang jauh lebih berbahaya dan belum ditemukan vaksinnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selain Virus Corona, Penyakit Mematikan Ini Juga Berasal dari China

Selain Virus Corona, Penyakit Mematikan Ini Juga Berasal dari China

Health | Senin, 27 Januari 2020 | 15:17 WIB

Heboh Virus Corona, Ini Alasan Menhub Belum Hentikan Penerbangan ke China

Heboh Virus Corona, Ini Alasan Menhub Belum Hentikan Penerbangan ke China

News | Senin, 27 Januari 2020 | 15:14 WIB

Virus Corona Wuhan Merebak, Pabrikan Otomotif Lumpuh Total

Virus Corona Wuhan Merebak, Pabrikan Otomotif Lumpuh Total

Otomotif | Senin, 27 Januari 2020 | 15:25 WIB

Terkini

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB