Terbongkar! WHO Jelaskan 3 Mitos Virus Corona Wuhan yang Beredar di Medsos

M. Reza Sulaiman

Selasa, 28 Januari 2020 | 13:55 WIB
Terbongkar! WHO Jelaskan 3 Mitos Virus Corona Wuhan yang Beredar di Medsos
Virus Corona Wuhan saat ini sedang menyebar di China. (Shutterstock)

Suara.com - Terbongkar! WHO Jelaskan 3 Mitos Virus Corona Wuhan yang Beredar di Medsos

Masifnya penyebaran informasi tentang virus corona Wuhan alias 2019-nCoV membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan klarifikasi. Sebab, tidak semua informasi yang beredar di media sosial benar dan bisa dipertanggung jawabkan.

Dikutip dari situs resminya, WHO menyebut penyebaran informasi yang tidak benar terkait virus corona Wuhan dapat menyebabkan kepanikan yang tidak perlu. Alhasil, penanggulangan penyakit justru bisa terhambat.

Nah, WHO pun menjawab 4 mitos yang sering berkembang di media sosial terkait virus corona Wuhan. Apa saja?

1. Virus corona Wuhan bisa disembuhkan dengan antibiotik

Virus corona Wuhan menyebabkan penyakit dengna gejala pneumonia. Muncul anggapan bahwa penyakit dengan nama 2019-nCoV ini bisa disembuhkan dengan antibiotik untuk mengobati pneumonia.

Ilustrasi obat antibiotik. (Foto: shutterstock)
Ilustrasi obat antibiotik. (Foto: shutterstock)

Padahal menurut WHO hal ini salah besar. Sesuai namanya, virus corona adalah virus sehingga pengobatan dengan antibiotik tidak akan memiliki efek.

"Namun jika Anda dirawat di rumah sakit karena penyakit ini, Anda bisa mendapatkan antibiotik karena risiko ko-infeksi sangat memungkinkan," tulis WHO.

2. Virus corona Wuhan hanya menyerang lansia dan anak-anak

baca juga

Hampir seluruh kematian akibat virus corona terjadi pada lansia. Meski begitu, bukan berarti hanya anak-anak dan lansia berdaya tahan tubuh lemah yang bisa terinfeksi.

Novel Coronavirus (nCoV) alias virus corona yang sedang mewabah di China. (Shutterstock)
Novel Coronavirus (nCoV) alias virus corona yang sedang mewabah di China. (Shutterstock)

"Siapapun bisa terinfeksi virus corona, tidak hanya lansia dan anak-anak. Namun mereka yang memiliki penyakit penyerta seperti asma, diabetes, atau penyakit jantung memang berisiko lebih tinggi mengalami kefatalan," tulisnya lagi.

3. Virus corona Wuhan bisa ditularkan oleh hewan peliharaan

Virus corona Wuhan diduga disebarkan oleh kelelawar atau ular. Namun, bukan berarti semua hewan bisa menyebarkan penyakit ini.

ilustrasi kucing peliharaan. (Shutterstock)
ilustrasi kucing peliharaan. (Shutterstock)

Hingga saat ini, WHO belum menemukan bukti bahwa hewan peliharaan seperti kucing atau anjing bisa menularkan virus corona.

"Tapi akan sangat baik jika kita berhati-hati, dengan selalu mencuci tangan menggunakan sabun dan air setelah bersentuhan dengan hewan," tulis WHO.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Simak! Ini Penjelasan Kemenkes Soal Suspect Virus Corona Wuhan di Indonesia

Simak! Ini Penjelasan Kemenkes Soal Suspect Virus Corona Wuhan di Indonesia

Health | Senin, 27 Januari 2020 | 18:34 WIB

Cek Fakta: Benarkah Jaga Tenggorokan Tetap Lembap Bisa Cegah Virus Corona?

Cek Fakta: Benarkah Jaga Tenggorokan Tetap Lembap Bisa Cegah Virus Corona?

Health | Senin, 27 Januari 2020 | 11:43 WIB

Virus Corona Wuhan Terdeteksi di 14 Negara, Ini Daftar Lengkapnya

Virus Corona Wuhan Terdeteksi di 14 Negara, Ini Daftar Lengkapnya

Health | Senin, 27 Januari 2020 | 10:54 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×