Waduh, Cedera Lutut Dapat Mengubah Struktur Otak dan Sulit Pulih

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 31 Januari 2020 | 17:34 WIB
Waduh, Cedera Lutut Dapat Mengubah Struktur Otak dan Sulit Pulih
Ilustrasi cedera lutut. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah penelitian dari University of Michigan, University of Connecticut dan Ohio University menunjukkan cedera ligamen lutut anterior (ACL) akan sulit disembuhkan. Ligamen ini memiliki fungsi untuk menstabilkan sendi, sehingga bagian ini sangat penting.

Kerusakan ACL disebut dapat mengubah struktur otak, mengubah bagaimana sistem saraf mengirimkan sinyal ke otak dan ini dapat menghambat proses penyembuhan, menurut studi yang diterbitkan dalam NeuroImage: Clinical ini.

Dilansir Insider, peneliti mengamati hasil pemindaian otak pada 10 pasien yang enam tahun lalu telah menjalani rekonstruktif ACL.

Penelitian ini didasarkan pada banyaknya pasien rekonstruktif ACL yang hanya mendapatkan 80% lagi kekuatan kakinya pascacedera. Sedangkan 20% lainnya menunjukkan anggota tubuh yang terluka menjadi 20% lebih lemah, daripada anggota tubuh yang sehat.

"Kami berusaha mencari tahu mengapa, bahkan setelah enam bulan terapi intensif, ada sesuatu yang hilang (pada pasien)," ujar dr. Adam Lepley, penulis utama studi ini dari University of Michigan.

Ilustrasi nyeri lutut. [shutterstock]
Ilustrasi cedera lutut. [shutterstock]

Menurut penelitian, bagian yang hilang tampaknya berasal dari reaksi otak terhadap cedera. Reaksi ini menghasilkan sel yang lebih kecil di area sistem saraf mengendalikan lutut yang cedera.

Bagian dari saluran kortikospinalis, sebuah bagian dari sistem saraf yang mengontrol pergerakan anggota badan, menjadi 15% lebih kecil dibandingkan dengan saluran yang terhubung ke kaki sehat.

Ini menunjukkan cedera ACL memengaruhi lebih dari sekedar lutut dan daerah sekitarnya, tetapi juga merusak kemampuan otak untuk memberi sinyal ke area tubuh tersebut.

Satu penjelasan lain yang mungkin menjadi alasan mengapa lutut menjadi kehilangan kekuatannya, otak sengaja memotong 'sinyal' dari sistem saraf untuk melindungi kaki dari cedera lebih lanjut dengan membatasi gerakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alami Cacat Lahir Langka, Bayi Ini Mendapat Operasi di Dalam Kandungan

Alami Cacat Lahir Langka, Bayi Ini Mendapat Operasi di Dalam Kandungan

Health | Jum'at, 31 Januari 2020 | 14:34 WIB

Kadar Kolesterol Punya Dampak pada Fungsi Kognitif, Begini Penjelasannya

Kadar Kolesterol Punya Dampak pada Fungsi Kognitif, Begini Penjelasannya

Health | Kamis, 30 Januari 2020 | 17:25 WIB

Sakit Kepala Sampai Muntah, Ada Cacing Pita Tumbuh di Otak Pria Ini

Sakit Kepala Sampai Muntah, Ada Cacing Pita Tumbuh di Otak Pria Ini

Health | Kamis, 30 Januari 2020 | 10:51 WIB

Terkini

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB