Stres vs Genetik, Apa yang Menyebabkan Rambut Seseorang Mudah Beruban?

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Selasa, 04 Februari 2020 | 18:54 WIB
Stres vs Genetik, Apa yang Menyebabkan Rambut Seseorang Mudah Beruban?
Lelaki dengan rambut beruban. (Shutterstock)

Suara.com - Stres VS Genetik, Apa yang Menyebabkan Rambut Seseorang Mudah Beruban?

Memiliki rambut beruban sejak usia muda? Jangan sedih, Anda tidak sendiri. Pakar mengungkap 10 persen manusia mengalami rambut beruban bahkan sebelum usia 30 tahun.

Lalu, apa yang membuat rambut beruban di usia muda? Ya Chieh Hsu, PhD, pakar sel punca dan biologi regeneratif dari Harvard University menyebut stres memiliki peranan penting dalam membuat rambut berwarna abu-abu.

"Dampak merugikan stres ternyata lebih buruk daripada yang kita bayangkan. Saat stres, sel yang memproduksi pigmen rambut untuk berwarna hitam tidak mengalami regenerasi. Dampak ini bisa permanen membuat sebagian rambut berwarna abu-abu, belang, atau putih," tutur Hsu, dilansir Healthline.

Namun di sisi lain, kondisi genetik juga memegang peranan penting. dr Lindsey Bordone, pakar kesehatan kulit dari ColumbiaDoctors mengatakan warna rambut dipengaruhi oleh melanosit, sel pigmen yang ada di folikel rambut.

Semakin menua, produksi sel pigmen ini semakin melambat. Akibatnya, rambut yang semula hitam bisa berubah keabu-abuan atau bahkan putih.

Dikatakan Bordone, seseorang kemungkinan besar mengalami rambut beruban di usia muda jika anggota keluarga memiliki masalah yang sama. Misalnya, Anda akan bisa mengalami rambut beruban di usia 30 tahun jika ayah atau kakek mengalami hal yang sama.

"Faktor genetik memegang peranan besar. Tidak ada yang bisa medis lakukan untuk mencegah hal ini jika anggota keluarga memiliki gen yang sama," tutur Bordone lagi.

Seorang lelaki dengan rambut beruban. [shutterstock]
Seorang lelaki dengan rambut beruban. [shutterstock]

Meski begitu, pakar gaya hidup sehat Kasey Nichols mengatakan menjalani hidup sehat bisa membantu mencegah uban tumbuh lebih awal.

Dikatakannya, tingginya kadar radikal bebas yang berbanding terbalik dengan jumlah antioksidan bisa menyebkan peradangan pada sel, protein, hingga DNA tubuh. Inilah yang membuat seseorang mengalami rambut beruban lebih cepat daripada lainnya.

"Untuk itu diet tinggi protein, vitamin B12m zat besi, dan tembaga penting untuk mencegah rambut beruban," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rawat Pasien Virus Corona, 31 Petugas Medis Rela Memotong Rambut Panjangnya

Rawat Pasien Virus Corona, 31 Petugas Medis Rela Memotong Rambut Panjangnya

Health | Kamis, 30 Januari 2020 | 20:26 WIB

Hijabers Rentan Alami Rambut Rontok, Ini 7 Cara Mengatasinya

Hijabers Rentan Alami Rambut Rontok, Ini 7 Cara Mengatasinya

Lifestyle | Kamis, 30 Januari 2020 | 11:56 WIB

Benarkah Stres Bisa Bikin Rambut Cepat Beruban?

Benarkah Stres Bisa Bikin Rambut Cepat Beruban?

Health | Minggu, 26 Januari 2020 | 15:00 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB