Kemenkes Pastikan WNI di Kapal Pesiar Jepang Dinyatakan Bersih dari Corona

Silfa Humairah Utami | Dini Afrianti Efendi
Kemenkes Pastikan WNI di Kapal Pesiar Jepang Dinyatakan Bersih dari Corona
Ilustrasi kapal pesiar. (Pixabay/susannp4)

Sebanyak 78 WNI di Kapal Pesiar Jepang tidak ada satu pun yang terkena infeksi corona

Suara.com - Kemenkes Pastikan WNI di Kapal Pesiar Jepang Dinyatakan Bersih dari Corona

Wabah virus corona atau novel coronavirus (2019-nCoV) tidak hanya terjadi darat, tapi juga di atas lautan. Lebih dari 3600 penumpang kapal pesiar Diamond Princess, 135 orang diantaranya dipastikan terinfeksi novel coronavirus.

Akibatnya kapal yang kini tengah bersandar di pelabuhan Yokohama itu harus menjadi tempat karantina mereka yang terinfeksi virus. Adapun karantina bakal dilakukan sampai 19 Februari 2020 mendatang.

Nah, mirisnya ada sebanyak 78 WNI yang berada di atas kapal tesebut. Beruntungnya, semua WNI telah dinyatakan negatif dari virus yang mematikan itu.

"Dari 78 warga negara kita yang ada di kapal sebut alhamdulillah tidak ada satu pun yang terkena infeksi novel coronavirus," ujar Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kementerian Kesehatan, Anung, Sugihantono di Balitbangkes, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2020).

Untuk memantau kondisi para WNI itu, Anung sebagai jubir kesehatan internasional Indonesia menyebut sudah berkomunikasi dengan jubir kemenkes dan kesejahteraan sosial Jepang. Kabar terbarunya pada Senin, 10 Februari sore para WNI dinyatakan bersih dari coronavirus.

"Kewarganegaraan (siapa saja yang positif tidak akan saya buka kepada teman-teman (wartawan), karena ini menyangkut di negara masing-masing," imbuhnya.

Sedangkan terkait rencana penjemputan atau kepulangan 78 WNI ini. Kemenkes masih akan menunggu keputusan kementerian luar negeri. Mengingat sebagian besar WNI bekerja sebagai ABK (anak buah kapal), yang artinya ada ikatan kontrak untuk mereka bekerja.

"Jadi kalau masih ada kontrak kerja mereka bisa berlayar lagi dari yang memberi kerja, ya urusan mereka," tuturnya.

Meski begitu, apabila nanti mereka diperkenankan pulang karena kejadian kerja atau adanya putusan hubungan kerja, maka pemerintah akan menindaklanjutinya.

"Teman-teman kita yang ada di KBRI Jepang dan Kemenlu, terutama untuk perlindungan WNI pasti akan mengambil komunikasi lebih lanjut apa yang mau di lakukan kira-kira itu," tutup Anung.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS