Heboh Soal 'Doktor Psikologi', Ketahui Perbedaan Psikolog dan Psikiater

Sabtu, 15 Februari 2020 | 09:42 WIB
Heboh Soal 'Doktor Psikologi', Ketahui Perbedaan Psikolog dan Psikiater
Ilustrasi psikiater - (Pixabay/rawpixel)

Suara.com - Perdebatan antara selebgram Revina VT dengan 'Doktor Psikologi' berinisial DS tengah menjadi buah bibir di media sosial. Hal ini bermula dari 'Doktor Psikologi' itu mengaku bisa menyembuhkan pasien bipolar.

Revina VT melalui Instagramnya mengatakan tidak percaya bahwa 'Doktor Psikologi' itu adalah seorang psikolog. Bahkan ia juga meragukan metode pengobatannya.

"Kesimpulannya @dedys****** bukan psikolog, beliau nggak punya lisensi apapun untuk praktek sebagai psikolog. Sertifikasi sebagai psikoterapis pun patut di pertanyakan," tulis Revina VT melalui IG Story.

Tak hanya itu, Revina VT juga menunjukkan bukti chatting antara 'Dokter Psikologi' dengan mantan pasiennya. Dalam bukti chat itu, Revina mempermasalahkan sikap 'Doktor Psikologi' yang melarang pasiennya pergi ke psikiater.

"Ada yang melarang ke psikiater loh. Padahal sudah ada diagnosanya, keren banget @dedys****** merasa lebih jago," ujarnya lagi.

Lantas, apa perbedaan psikolog dan psikiater? Secara umum dilansir oleh Psychology Today, psikiater dan psikolog sama-sama terlibat dalam terapi. Namun untuk lebih jelasnya, mari simak perbedaannya berikut ini.

Perdebatan Revina VT dengan 'Doktor Psikologi' (Instagram/@revinavt)
Perdebatan Revina VT dengan 'Doktor Psikologi' (Instagram/@revinavt)

1. Psikiater

Psikiater menempuh pendidikan sekolah kedokteran yang sama dengan dokter medis lainnya, seperti dokter penyakit dalam atau dokter anak. Karena itu, mereka memegang gelar doktor kedokteran, MD.

Ruang lingkupnya sebagai psikiater, mempelajari semua sistem dan fungsi dalam tubuh manusia, riwayat dan keterampilan pemeriksaan fisik dan rencana perawatan khusus untuk setiap kondisi medis.

Baca Juga: Heboh Soal Dysphoria Gender Lucinta Luna, Penyakit Ini Bisa Memicu Depresi

Setelah selesai sekolah, psikiater akan menjalani pelatihan residensi 4 tahun untuk mengambil spesialisasi dalam psikiatri. Mereka akan belajar tentang diagnosis dan modalitas pengobatan setiap kondisi psikologis, seperti bipolar dan skizofrenia.

Psikiater mendiagnosis gangguan kesehatan mental secara klinis menggunakan kriteria dari Manual Diagnostik dan Statistik American Psychiatric Association of Mental Disorders , Fifth Edition (DSM-5), memanfaatkan hasil pengujian psikologis , pemindaian tomografi terkomputerisasi (CT) dan pengujian kimia klinis.

Psikiater juga bertanggung jawab untuk mendiagnosis gangguan mental dan mengelola obat-obatan, karena keahlian mereka berfokus pada ketidakseimbangan kimiawi di otak. Pasien sering dirujuk ke psikiater oleh dokter perawatan primer mereka atau oleh psikolog untuk memastikan bahwa mereka menggunakan obat yang tepat dan dosis yang tepat.

Ilustrasi dokter - (Pixabay/rawpixel)
Ilustrasi dokter - (Pixabay/rawpixel)

2. Psikolog

Sedangkan psikolog, tidak termasuk kedokteran seperti psikiater. melainkan mereka masuk sekolah pascasarjana dan mendapatkan gelar doktor, seperti Doctor of Philosophy (Ph.D.) atau Doctor of Psychology (Psy.D.) Psikolog dapat menggunakan kriteria DSM untuk mendiagnosis, tetapi mereka tidak dilatih dalam prinsip medis umum.

Sebaliknya, mereka bisa menggunakan pengujian psikologis, seperti Inventory Personality Multiphasic Minnesota (MMPI). Psikolog adalah ahli dalam memberikan terapi psikososial dan berkonsentrasi pada pikiran dan emosi pasien.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI